Menikahi Ceo

Menikahi Ceo
Bab 34


__ADS_3

Menikahi Ceo


Bab : 34


...


"Tuh kan berarti dugan aku bener kalo kamu itu game over" ucap Nahra dengan mimik sedih


"Wah tapi kalo bener ga papa si, yank. Aku bisa shopping-shopping di mall terus bisa nyaring yang baru dan aku bisa dapetin brondong, pasti banyak deh yang mau. Otomatis kan aku masih muda, masih cantik, masih mulus, udah gitu belum ada lecet sedikit pun. Uh ngebayangi nya aja aku uda deg deg serr sendiri apa lagi nyoba nya pasti di jamin mantep deh ga bohong" crocos nya dengan raut wajah yang berbinar-binar karena membayang kan nya


"Apa kamu bilang? Barusan kamu panggil aku dengan sebutan 'yank' dan itu sangat membuat ku heran dengan kamu yang memanggil ku dengan panggillan itu terus kamu bilang aku tadi apa?" ucap Vano tiba tiba membuka mata


"Eh Tu- Tuan heheh" Ujar Nahra terkejut dan kemudian ia cengengesan tidak jelas karena ia takut jika Vano akan marah dengan ucapan nya tadi barusan


"Ha he ha he"ucap Vano sambil mencibik 'kan bibir nya


"Apa tadi kamu bilang? jawab Nenek monyong!" ucap Vano sambil menyelentik jidad Nahra

__ADS_1


"AWW.." ringis nya karena merasa sedikit sakit pada jidad iya


"Tidak aku tidak bilang apa-apa. Aku cuman bilang kamu bibir kamu manis UPS.." ucap Nahra spontan dan langsung membekap mulut menggunakan tangan nya sendiri


"Wah manis sekali ucapan mu itu Nyonya nenek monyong" ucap Vano mengejek nya


"Baik lah. Bukan kah kata mu tadi bahwa bibir ku ini manis. Berarti kau sudah lancang karena mencium ku tampa seijin ku nyonya" ucap Vano dengan tersenyum samar tanpa di ketahui si empu-nya tentu saja itu Nahra


"Tut..." ucap Nahra terpotong karena


"Baik lah sekarang aku sudah mengijin 'kan mu untuk mencobai atau menyicipi bibir ku kembali untuk memasti'kan bahwa yang kau kata 'kan tetang bibir ku manis ini benar ada nya" Sebelum Nahra melanjut kan ucapan nya ia sudah memotong nya dengan ucapan nya untuk menyudut 'kan Nahra


"Jika tidak mau baik lah akan aku yang membukti'kan nya sendiri" ucap Vano tersenyum misterius


"Aduhhh... seperti nya mencium 'kan hawa-hawa negatif dan mungkin akan sangat berbahaya di sini" gumam Nahra sembil bergidik ngeri


Dan benar saja...

__ADS_1


CUOP


DUARRRR...


"Bibir mu sungguh sungguh sangat sama persis manis nya dengan ucapan mu Nyonya monyong dan kemungkinan aku bibir mu itu bisa membuat ku kecanduan, Jadi kau jangan marah karena bibir mu akan menjadi candu ku nanti nya, karena itu salah mu" ucap Vano kemudian bangkit dan meninggal 'kan Nahra yang masih dia terpaku si tempat nya


"Hei kau jangan melamun tak baik melamun di pagi pagi begini" ucap Vano dan benar saja Nahra langsung tersadar


"Dan emm oh yaa satu lagi, bagaimana bibir ku sangat manis bukan" ucap Vano menggoda Nahra sambil menaik turun 'kan kedua alis nya dan kemudian meninggal kan Nahra ke kamar mandi untuk membersih 'kan diri


"Kyaaaa.... dasar kau Om om mesumm..."ucap Nahra dengan berteriak, sementara laki laki itu tertawa tanpa suara di kamar mandi


Next


Alhamdulillah uda dua bab yang author mendarat kan untuk hari ini dan semoga kalian suka dengan cerita ini😊


Jangan lupa dukung author dengan cara like comen and vote agar author lebih smangat lagi buat up nya

__ADS_1


Jempol mu smangat ku


Instagram : nahliratih


__ADS_2