
Menikahi Ceo
Bab : 25
...
Setelah itu Vano segera menaiki tangga menuju kamar nya, Sampai di kamar ia celingak celinguk mencari keberadaan istri kecil nya itu, tetapi si empu yang di cari tak kunjung menampak kan batang hidung nya. Akhir nya Vano memilih pembersih kan diri setelah itu ia kluar kamar tetapi sebelum keluar dari kamar ia melihat jam, ternyata jam masih menunjuk kan pukul 16.30 WIB karena memang entah kenapa Vano pulang lebih cepat dari hari sebelum nya. Setelah sampai di bawah ia celingak celinguk mencari wanita yang tak nampak nampak batang hidung nya. Tetapi saat di dapur ia di kaget kan oleh suara seseorang wanita
"Tuan, sedang mencari apa?" tanya bi Sumi
"Kalo ada yang butuh kan, Tuan bisa memanggil bibi" ucap nya lagi
"Anu bi, bibi nampak istri saya gak?" tanya Vano
"Oh nyonya ya Tuan. Kalau nyonya tadi bibi nampak ia sedang di gazebo belakang" jawab bi Sumi
"Baik lah, timah kasih bi, saya pergi dulu" ucap Vano. Ya, memang Vano akrab dengan bi Sumi sebab bi Sumi sudah bekerja bersama kluarga brasta sejak Vano kecil, mangka nya Vano dekat dengan bi Sumi
"Iya Tuan silah kan" ucap bi Sri
Vano pun pergi ke belakang rumah nya dan nampak lah wanita nya itu duduk di situ sambil menikmati berbagai macam jenis makanan. Sementara Nahra terlalu asik dengan makanan nya sampai tak menyadari ada seseorang yang telah berdiri di dekat nya dan memperhati kan nya
"Ehemm" dehem vano akibat Nahra tak menyadari kedatangan nya
"Uhuk uhukk" Nahra terbatuk sebab kaget di tambah lagi ia sedang menyeruput kuah makanan nya yang pedas. Melihat itu Vano langsung segara menyodor kan air minum kepada istri nya
"Jika makan pelan pelan" ucap Vano memperingati sambil menepuk - nepuk pelan punggung Nahra
"Kau yang mengageti ku, Tuan" ucap Nahra setelah berhenti terbatuk
"Baik lah maaf kan aku" ucap nya mengalah
"Iya iya" ucap nya tanpa melihat lawan bicara nya
"Jenis makanan apa itu yang sedang kau makan?" tanya Vano
"Ini tu nama nya seblak" jawab Nahra
__ADS_1
"Sejenis makanan ap itu? Dan kenapa kau memakan sampai sebanyak itu? apakah itu enak?" tanya Vano bertubi tubi
"Kau mau?" tanya Nahra
"Ck, bukan nya kau jawab pertanyaan ku malah kau bertanya balik" ucap Vano terdengar kesal
"Kau banyak bertanya sekali" ucap Nahra Kesal
"Aaa"Nahra menyodor kan sendok yang berisi makanan itu
"Tidak aku tidak mau" tolak vano
"Cobak lah dulu, setelah kau mencoba nya, baru kau akan tau makanan apa ini dan apakah ini enak atau tidak" ucap Nahra meyakin kan Vano
"Ayo lah, kau harus mencoba nya agar tau jawaban nya. Aaa" ucap Nahra kembali menyodor kan sendok. Akhir nya Vano pun menerima makanan yang di suap kan oleh Nahra
"Bagai mana, Enak?" tanya Nahra setelah melihat Vano sudah menelan makanan nya
"Enak si enak cuman ini terlalu pedas lain kali jika kau ingin memakan makanan seperti ini jangan sampai sepesdas ini" ucap Vano menasehati Nahra
"Ck, kau ini aku berbicara yang benar, Nahra. Aku tak mau nanti nya perut mu sakit dan itu bakal akan menyiksa mu diri mu sendiri" jelas Vano panjang lebar
"Cieee, Tuan datar ini sangat perhatian sekarang kepada ku" ucap Nahra menggoda Vano
"Salah kah jika aku perhatian kepada istri ku sendiri" ucap Vano berbisik menggoda nahra
"Ten- tentu saja tidak, Cuman emm" ucap Nahra gugup
"Kenapa, emm?" tanya Vano lembut
Cup
"Terima kasih" ucap Nahra mengecup sekolah pipi Vano
"Sakitt" ucap Vano meringis
"Mana yang sakit Tuan? " tanya Nahra khawatir
__ADS_1
"Ini" ucap Vano memegang pipi nya yng sebelah kanan
"Kenapa? kenapa pipi mu" ucap Nahra masih khawatir
"Iya sakit, karena kau hanya mencium nya hanya sebelah kiri dan sebelah kanan tidak mangaka nya ia iri terus sakit" ucap Vano berpura pura sedih
"Kau ini" ucap Nahra
Cup
Tampa Vano duka reaksi Nahra malah seperti itu, ia pikir Nahra akan marah dan mengatain nya modus tetapi ia salah reaksi Nahra malah sebalik nya
Vano terpaku tak beberapa lama kemudia ia sadar dia kembali melihat Nahra yang wajah cantik nya itu sesak merah padam seperti kepiting rebus akibat malu
Cup
Sekarang gantian Vano yang mencium nya
"Ka- kau" ucap Nahra gugup
"Apa sayang?" tanya Vano menggoda nahra
"Ke- kenapa kau mencium ku?" tanya Nahra gugup dan pipi nya terasa sangat panas
"Aku mengembali kan kepada mu biar impas dan jika mau akan mengembali kan dua - dua ciuman mu itu tadi' tidak apa apa aku ikhlas jika itu kepadamu" ucap Vano tetap menggoda Nahra sebab ia sangat menikmati reaksi yang Nahra berikan yaitu malu malu

Jangan lupa baca juga karya aku yang satu lagi. Yang mencerita kan Jadi bandel suka bolos tetapi cantik dan pintar dengan seorang ketua kelas dingin. apakah nanti nya mereka bersama atau ya sir berkata lain yuk nantikan jawaban nya di 'Ketos Dingin'
Jangan lupa tinggal kan jejak Like, comen, vote and tambah kan ke favorit agar tak ketinggalan cerita nya dan agar author lebih semangat lagi menulis cerita nya
Dan mohon maaf jika ada kata kata author yang salah karena author masih permulaan
😊
Instagram : nahliratih
__ADS_1