Menikahi Ceo

Menikahi Ceo
bab 36


__ADS_3

Menikahi Ceo


Bab : 36


...


Nahra sontak memejam 'kan matanya dengan erat karena melihat Vano semakin lama semakin mendekat saja dengan nya. Sampai akhir nya hembusan nafas Vano terasa menerpa permuka'an kulit wajah nya dan hal tersebut membuat ia lebih memejam'kan mata nya lebih erat pula


"Baiklah aku akan menghamili mu, jika kau ingin aku aku bertanggung jawab, maka dengan senang hati aku melakukan nya" ucap Vano


"Kenapa kau memejam 'kan mata mu? apa kau berharap aku cium, heh? baik 'lah dengan senang hati" lanjut nya sambil tersenyum samar, sementara Nahra yang mendengar itu sontak membuka mata nya dan berontak untuk mencoba melarikan diri dari kung-kungan sang suami. Melihat Nahra yang berusaha berontak untuk lepas dari kung-kungan nya ia menarik kedua tangan wanita itu ke atas kepala nya dan mencekal nya dengan satu tangan milik nya. karena Nahra yang bertubuh kecil dan mungil sementara Vano yang tinggi besar dan kekar itu hal mudah bagi nya. setelah ia mencekal tangan wanita itu ke atas ia menelusuri wajah gadis itu mengguna 'kan tangan yang satu nya. Di belay lembut wajah sang istri, yaitu Nahra. Perlahan ia mendekat 'kan wajah nya ke wajah Nahra. Ia menghirup perlahan sambil meresapi wangi nya aroma sang wanita yang sudah menemani hari hari nya selama kurang lebih 2 (dua) bulan belakangan ini. Ia menatap fokus ke satu titik, yaitu bibir merah alami tanpa polesan lipstick, liptint, atau lipbam sekali pun dan lama kelamaan pun bibir mereka hanya memiliki jarak 5 cm (centi mater) karena Vano tanpa ia sadar atau tidak nya, ia sudah memajuk 'kan wajah nya hingga hanya menyisah kan jarak yang begitu minim dan tiba tiba...

__ADS_1


"Oh.. shitt" ucap Vano memaki


" Ya, siapa?" ucap Vano bertanya sambil berteriak sambil menahan emosi nya supaya tidak meledak- ledak akibat acara ingin mencium sang istri mu gatot alias gagal total karena ada nya ketok 'kan pintu yang mengganggu acara nya tersebut


"Maaf tuan. Ini saya tantri"jawab pelayan tersebut di depan pintu kamar nya


"Ada apa kamu mengganggu saya" ucap Vano dengan bersedekap dada dan wajah datar nya setelah membuka pintu


"A-Anu tuan ma-maaf jika saya mengganggu" ucap nya terbata bata dengan menunduk 'kan wajah nya karena ia amat sangat takut jika sang maji'kan nya marah. Sebab pekerjaan nya bisa terancam di pecat dan ia tak mau itu terjadi, Karena bagaimana pun ia sangat beruntung bisa bekerja di sana walau hanya sebagai pelayan dan tidak lebih. Walau hanya sebagai pelayan ia tak kekurangan apapun dalam biaya kehidupan nya sehari hari, karena gaji yang di beri'kan oleh Vano lebih besar dari gaji pelayan biasa nya dan itu pun setimpal dengan yang mereka kerja 'kan walaupun peraturan nya ketat tapi mereka dengan bebas bisa berkeliaran untuk berjalan jalan tetapi dengan syarat tidak menggangu waktu kerja dan mereka bebas memakan atau memasak makanan yang merek a suka


"Tu-tuan max sudah ada di bawah tuan dari tadi dan ia sudah menunggu kurang lebih 20 menit" ucap pelayan itu dengan gugup

__ADS_1


"Baiklah, Kata 'kan pada max untuk menunggu ku dan suruh ia sarapan terlebih dahulu" titah Vano sebab ia tau bahwa max tidak akan sempat sarapan jika harus ke kantor pagi pagi begini


"baik tuan. kalau begitu saya permisi dahulu, selamat pagi tuan" ucap nya meninggal 'kan Tuan Vano setelah di balas deheman oleh Vano dan setelah itu Vano buru buru masuk ke kamar untuk bergegas ke kantor


"Oh shitt.."


"Bagaimana bisa aku melupa 'kan hal penting seperti ini dasar Kau ini Vano jika bersama wanita itu kau selalu saja melupa'kan segala nya padahal pagi ini kau akan meeting penting . Entah apa yang di perbuat nya, Sungguh penyihir yang ahli. cek cek cek " gerutu Vano dalam hati


Next


jangan lupa dukung author dengan cara like comen and vote agar author lebih smangat lagi buat up nya

__ADS_1


jempol mu smangat ku


Instagram : nahliratih


__ADS_2