Menikahi Ceo

Menikahi Ceo
Bab 38


__ADS_3

Menikahi Ceo


Bab : 38


...


"Iya aku memang tidak tertarik dengan mu" ucap Nahra gugup dengan mata yang jelalatan kesana kemari menghindari tatapan mesum itu


"Wah benar kah itu?" tanya nya memasti 'kan dengan memasang wajah kaget nya agar supaya ia benar-benar terkejut mendengar omongan itu


"Iya, iya dan iya! " ucap Nahra dengan tegas akan tetapi masih berani menatap ke arah wajah Vano


"Baik 'lah bagaimana kalau kita membuat perjanjian" ucap Vano sambil menaik turun 'kan alis nya dan tangan-nya masih memeluk erat pinggang sang istri


"Perjanjian apa?" tanya Nahra yang tampak mulai tertarik dengan apa yang Vano kata 'kan


"Sebelum itu aku ingin berta-nya kepada mu" jawan Vano


"Emm, baiklah. Ayo, cepat kata 'kan apa yang ingin kau tanya 'kan" ucap Nahra yang mulai tak sabar untuk mendengar perjanjian itu

__ADS_1


" Apa 'kah kau mencintai ku?" tanya Vano dengan mimik wajah serius


"Emm.. belum" ucap Nahra lirih namun masih di dengar oleh Vano


"Tapi.." lanjut nya namun ia terdiam sejenak semenatara Vano yang mendengar itu menaik 'kan salah satu alis nya dan pria itu pun tampak menunggu kata selanjut nya yang akan di ucap 'kan oleh Nahra


"Bukan 'kah kita sudah sepakat untuk belajar mengenal satu sama lain dan belajar terbuka untuk segala macam hal dari yang hal kecil maupun hal besar" Ucap Nahra sambil memandang wajah Vano


"Ya, kau benar! namun apakah kau tak ingin jika kita membina rumah tangga dengan sebaik mungkin agar kedepan nya lebih baik lagi?. Apakah kau tak ingin menikah sekali seumur hidup?" tanya Vano se-serius mungkin


"Siapa bilang aku tak mau. Tentu saja aku mau" jawab Nahra dengan tak kalah serius nya


"Maaf tuan, maaf 'kan saya jika saya lancang mengganggu kenyamanan tuan dan nyonya" ucap Bi Sri dengan menunduk 'kan kepala nya karena ia sangat takut saat ini


"Ada hal apa sampai kau mengganggu kenyamanan ku bersama istri ku Bi Sri" ucap Vano dengan penekanan sambil tangan nya mengepal. Ia sangat marah sebab ia ingin berbicara hal serius dengan sang istri namun di ganggu oleh seseorang yang bukan siapa siapa nya. Nahra yang melihat itu sigap menggenggam tangan tangan sang suami dan mengelus dada pria itu untuk meredam 'kan emosi nya dan benar saja emosi Vano berangsur -angsur ilang. Ia menghela nafas dengan berat


"Ada apa bi?" tanya Vano lagi namun dengan suara lebih rendah dari sebelum nya


"Maaf bibi tuan. Tapi, tuan Max sudah menunggu anda dari tadi tuan" jawab bi Sri memberitahu

__ADS_1


"Baik'lah kau boleh pergi dan kata 'kan pada max tunggu lah lima menit lagi" pintah Vano pada bi Sri


"Baik tuan. Jika begitu saya pamit undur diri. Selamat pagi tuan dan maaf sekali lagi jika saya sudah mengganggu kenyamanan tuan dan nyonya" ucap bi Sri


"Tak apa bi Sri pergilah lanjut 'kan saja tugas mu yang tertunda dan maaf jika sudah merepor 'kan mu" ucap Nahra yang tadi nya hanya diam mendengar kan namun kini ia ikut angkat bicara


"Terima kasih nyonya, permisi" Bi sri pun pergi setelah dapat angguk 'kan dan senyum tulus dari Nahra


"Pergilah, kasian asisten Max yang sudah menunggui mu dari tadi


Next


Maaf jika lama up nya karena author lagi banya- banyak-nya tugas sekolah jadi harap maklum ya guys


Jangan lupa dukung author dengan cara like comen and vote agar author lebih smangat lagi buat up nya


Jempol mu smangat ku


Instagram : nahliratih

__ADS_1


__ADS_2