Menikahi Ceo

Menikahi Ceo
Bab 23


__ADS_3

Menikahi Ceo


Bab : 23


...


"Apa tak jadi pergi dengan angan angan mu itu sayang ku jika ia maka malam nya aku akan sangat senang karena aku bisa memakan mu" ucap Vano dengan nada menggoda


"Tidak tidak" ucap Nahra gugup


"Jika ia tak apa - apa sayang" ucap Vano tetap masih menggoda Nahra


"Kau ini sungguh menyebal kan" ucap Nahra tapi setelah itu ia tersenyum penuh arti, Vano yang melihat senyum Nahra pun penasaran apa yang ini wanita ini rencana kan nanti nya


"Baik lah baik lah aku akan tetap menjalan kan rencana ku itu, tetapi setelah aku mendapat kan lelaki yang ku cari aku dan aku bisa pergi ke bar bersama nya aku langsung pergi menghilang bersama nya" ucap Nahra yang kembali gantian menggoda Vano tetapi lain hal nya dengan Vano. Vano mendengar itu jantung nya langsung berdebar kencang seakan rasa takut menggerogoti perasaan nya. Tanpa ia sadari setelah ia menghabis kan hari hari dan waktu nya bersama Nahra hal itu membuat nya terbiasa akan keberadaan gadis itu dan tampa ia sadari ia mulai jatuh cinta kepada Nahra. Tapi entah lah menurut nya itu perasaan cinta atau memang karena ia sudah biasa berada bersama Nahra. Ia tak paham akan hal itu sebab ia tak pernah jatuh cinta. (bukan berarti Vano ga pernah pacaran ya guys tapi dia tak pernah jatuh cinta)


"Awas aja kalo memang benar iya, aku bakal mencari kamu ke mana aja kalo perlu seluruh dunia sekali pun" ucap Vano terdengar bersungguh sungguh. Mendengar itu Nahra bersusah payah meneguk saliva nya sendiri


"Engga dong sayang. Tuan Alvano brasta kan udah lebih dari itu" ucap Nahra sambil berjalan kembali ke arah Vano


"Benar begitu sayang" ucap Nahra dengan berbisik di dekat telinga Vano. Vano merasa diri nya sendiri meremang. Sedang kan Nahra yang melihat itu terkikik geli


TUK


"Dasar anak nakal" ucap Vano menslentik kan jari nya di kening Nahra


"Aww" rintis Nahra


"Dasar om om sudah tua tengil lagi" ucap nya dengan nada kesal


"Tua tua gini tetap ganteng kan" ucap Vano menaik turun kan alis nya

__ADS_1


"Iss pede sekali diri mu itu" ucap Nahra


"Ih Nyonya Alvano muka nya merah tuh" ucap Vano menggoda Nahra


"Mana ada" ucap Nahra sambil menutupi pipi nya dengan kedua telapak tangan nya


"Uluh - uluh malu dia nya ni ye" ucap Vano mencolek dagu Nahra sambil cekikik kan


"Udah ih om nya jail banget si sama aku nya" Ucap Nahra merengek. Seketika tawa yang di tahan tahan Vano dari tadi pun akhir nya pecah


"Haha uluh uluh gemesh aku jadi nya aku" ucap Vano


"Bye aku pulang. Males aku deket deket sama om lagi" ucap Nahra merajuk


Cup


"Iya maaf ya" ucap Vano sambil menaik kan jari tengah dan telunjuk nya membentuk huruf V


"Jadi mau nya gimana biar saya di maafin sama kamu" ucap Vano membujuk Nahra dengan menggenggam salah satu tangan Nahra


"Kamu mau belanja di mall?" tanya Vano


"Om kira aku cewe matre apa. Cewe yang kalo di ajak ke mall belanja jadi luluh" ucap Nahra bersungut sungut sebab Nahra tak terlalu suka berbelanja karena itu menurut nya jika tak yang di perlukan penting buat apa, hanya menghambur hambur kan uang saja


"Kali gini gue sih lebih milih berkutat dengan berkas yang bertumpuk - tumpuk dari pada ngebujuk perempuan" Ucap Vano dalam hati


"Terus kamu mau nya apa, hemm"Ucap Vano dengan lembut


"Terserah!"


"Aku mau pulang. Bye "ucap Nahra langsung pergi tampa mendengar jawaban Vano

__ADS_1


Setelah Nahra pergi Vano kembali berkutat ke berkas berkas nya yang hampir selesai. Tetapi entah mengapa ia tak bisa fokus berkonsentrasi kepada pekerjaan nya. Ia memijat pelipis nya, ia benar - benar sangat pusing kali ini, Dan entah mengapa pula melihat Nahra merajuk tak membuat nya tenang


"haaaa" ia menghela nafas berat


"Seperti nya aku memang sudah kena pelet sama dia" ucap Vano ngelantur


Sekarang ia mencoba fokus dan berkonsentrasi lagi kepada berkas nya


kini jam sudah menunjuk kan pukul 6 dan kini Vano sudah bersiap siap untuk pulang ke rumah


Di perjalanan kini Vano kembali memikir kan Nahra


"Max" panggil Vano


"Ya tuan" jawab Max


"Ada yang bisa saya bantu tuan?" ucap nya lagi


"Max, jika perempuan ngambek obat paling ampuh ngebaiki nya gimana?" ucap Vano


"Bawa ke mall dan belanja barang - barang branded, tuan" ucap Max mengasuh solusi


"Udah saya tawar kan kepada nya seperti itu. Tapi apa kau tau jawaban nya max" ucap Vano


"Tidak tuan" jawab Max


Next


Jangan lupa dukung author dengan cara like comen and vote agar author lebih smangat lagi buat up


Jempol mu smangat ku

__ADS_1


Instagram : nahliratih


__ADS_2