Menikahi Ceo

Menikahi Ceo
Bab 8


__ADS_3

Menikahi Ceo


Bab 8


...


"Paman! kau mau masih di sini atau ku pukul kau pakai sutil ini"seru Nahra mengusir Vano


"Baik, Baiklah Aku akan pergi"ucap Vano setelah itu pergi meninggalkan dapur dan menuju kamarnya


"Nahra Nahra dasar b***"ucap Nahra mngerutuki dirinya


"Dia lagi apaan coba ngomong kayak gitu. Apa bener ya tadi wajahku seperti kepiting rebus. Ah dari pada mikirin dia lebih baik aku masak" ucap Nahra


"Nahra Nahra dasar b***"ucap Nahra mngerutuki dirinya


"Dia lagi apaan coba ngomong kayak gitu. Apa bener ya tadi wajahku seperti kepiting rebus. Ah dari pada mikirin dia lebih baik aku masak" ucap Nahra


Setelah slesai masak ia memanggil Vano


Di lihatnya Vano sedang duduk di sofa dengan memangku laptop


"Paman, ayo sarapan dulu"ucap Nahra. Namun tetapi yang di panggil tak menyaut


"Paman ayo"lanjutnya


"Apa kau tak bisa memanggil dengan panggillan lain. Aku masih muda jadi jangn panggil aku paman" Seru Vano


"Kau terlihat tua jadi cocok panggillan paman untuk mu" Ucap Nahra dengan nada mengejek


"Kau rabun? kau lihat lah aku"ucap Vano


"Wajah ku tampan wanita mana yang tak tergila gila dengan ku" sambung nya menyomng kan diri


"Cih, dasar kepedean"ucap Nahra jengah


"Awas aja jika kau jatuh cita padaku nantinya"ucap Vano

__ADS_1


"Tidak akan karna kau bukan tipe ku" ucap Nahra


"Sudah aku malas berdebat dengan mu. Tak kau lihat sekarang sudah jam berapa? lebih baik ayo sarapan"ucap Nahra lagi


"Baiklah. Ini semua juga karna kau, jika saja kau tidak mengajak ku berdebat mungkin waktu sarapan tak akan telat" Ucap Vano sinis. Ucapan itu tak di tanggapi oleh Nahra karna percuma saja menurut nya tak akan ada habis nya berdebat dengan Vano


"Kau tak melihatnya paman dari tadi kaulah yang mengajakku duluan untuk berdebat. dasar si es cair" ucap Nahra dalam hati


Mereka pun kluar kamar menuju meja makan untuk sarapan.


"Paman kau ingin pakai apa?" tanya Nahra


"Terserah kau saja" jawabnya


"Baiklah"ucap Nahra


Mereka pun makam tanpa ada suara karna memang Alvano tak menyukai jika sedang makan berbicara


Setelah slesai Vano menuju ruang tengah menonton tv sedangkan Nahra membantu bibi membersihkan tempat makan tadi


Setelah slesai Nahra menuju ruang tengah untuk bergabung dengan Vano


"Tak. Aku libur mungkin besok aku sudah bekerja lagi, Karna aku tak bisa cuti terlalu lama dengan keadaan perusahaan sedang sibuk sibuk nya" jawab Vano menjelas kan


"Oh" ucap Nahra sambil mengangguk pelan


"Kenapa kau bertanya seperti itu? " Tanya Vano


"Tidak aku hanya bertanya saja" jawab Nahra


"Oh ya, stok bahan makanan sudah menipis" ucap nya lagi


"Lalu?" ucap Vano


"Apa kau sibuk. jika tidak, bisa kah kau menemani ku ke tempat perbelanjaan untuk membeli bahan makanan. Jika kau tak bisa tak apa aku bisa pergi sendiri atau di antar mang Kasep"ucap Nahra


*Mang Kasep itu supir di rumah Alvano

__ADS_1


"Bak, biar aku saja yang mengantar mu" ucap Vano


"Baiklah" ucap Nahra


"Kita pergi sekarang saja" ucap Vano


" Baiklah, tunggu sebentar aku akan bersiap dulu"ucap Nahra kemudian ia berjalan menaiki tangga menuju kamar


Di dalam perjalan hanya hening tak ada ingin membuka percakapan dan malah fokus dengan pemikiran masing masing


Hanya memakan waktu kurang lebih 30 menit mereka sudah sampai lalu mereka memasuki tempat itu dan mulai memilih milih bahan makanan


"Kau suka dengan makanan apa?"tanya Nahra


"Aku suka ikan gurami dengan sambal rica rica dan sayur capcai"jawab nya


"Baiklah" ucap Nahra dan Nahra pun lanjut memilih setelah selesai mereka pulang


"Setelah ini kemana lagi?"tanya Vano


"Aku ingin makan es cream" jawab Nahra


"Oke" ucap Vano


Setelah sampai


"Kau ingin rasa ap?"tanya Nahra


"Vanila" jawab Vano


"Baiklah, tunggu sebentar" ucap nahra


Next


Jangan lupa dukung author dengan cara like, komen, vote, tambahkan ke favorit and ranting


jempol mu semangat ku

__ADS_1


Instagram : nahliratih


__ADS_2