Menikahi Ceo

Menikahi Ceo
Bab 22


__ADS_3

Menikahi Ceo


Bab : 22


...


"Kauuu!" ucap Nahra Kesal sebab Vano mencium bibir nya tiba tiba


"Kenapa" jawab nya dengan wajah polos


"Kenapa kau mencium ku tiba tiba?" tanya Nahra masih dalam mode kesel


...


"Kau ini kenapa cerewet sekali si jadi wanita" ujar Vano jujur


"Jadi kata mu aku cerewet begitu bukan, Tuan Vano" ucap Nahra dengan tersenyum sumringah


"I- iya benar kau cerewet sekali" ucap Vano gugup


"Kalau aku cerewet kenapa kau mau nikah dengan ku" ketus Nahra geram


"Eng- engga siapa juga mau dengan mu" ucap Vano gelagap'an


"Baik lah dah Tuan Vano sampai bertemu di rumah nanti malam" ucap Nahra

__ADS_1


"Hei.. hei.. kau mau kemana" tanya Vano sedikit meninggi kan suara nya karena Nahra hendak membuka pintu


"Aku ingin ke bersenang - senang ke di mall atau pun bar.." ucap Nahra menjeda ucapan nya


"Tidak - tidak, Aku ingin be bar saja. Aku ingin dengan suasana yang baru " ucap Nahra melanjut kan nya. Mendengar itu Vano panik sebab Nahra pasti belum pernah kesana, bisa gawat itu jika memang Nahra benar - benar ingin ke sana


"Tidak tidak, kamu tidak bisa kesana!" tegas Vano mutlak


"Kenapa?" tanya Nahra


"Apa kau tak tau di sana berbahaya bagi seorang wanita apa lagi kau sendirian ke sana" ujar Vano mencari alasan, sebenar nya bukan alasan tetapi memang benar ada nya seperti itu


"Aku bisa menjaga diri" ucap Nahra meyakini Vano


"Tidak! apa kau tak dengar bahwasa nya tidak ya tidak!" ucap Vano tegas


"Oke jika kau pergi ke mall aku tak masalah" ucap Vano lega


"Oke trima kasih tuan Vano" ucap Nahra


"Emang kau ke mall ingin ngapain di sana?" tanya Vano


"Aku ingin mencari seorang pria yang tampan, gagah, ber-karisma, dan juga kaya raya agar ku jadi kan kekasih ku terus aku bisa pergi bar" ucap Nahra menjelas kan. Vano tercengang mendengar omongan Nahra


"Jadi kau ingin ke sana agar mendapat kan kekasih terus kau bisa pergi ke bar seenak nya begitu?" tanya Vano sambil menggeleng kan kepala

__ADS_1


"Iya, bukan nya kau yang bilang tadi aku tak boleh kesana karena aku ke sana sendiri apa lagi aku seorang wanita, benar begitu?" ucap Nahra dengan mimik wajah polos nya


"Astagfirullah gadis ini" batin Vano


"Ok ok yang pertama, kau tak boleh ke mall jika ingin mencari pria khayalan mu itu. Kedua, Kamu tak boleh pergi ke sana bersama siapa pun itu kecuali memang ada hal yang mendadak atau kau pergi ke sana bersama ku, selain itu tak boleh" ucap Vano


"Apa kau mengerti sayang ku?" tanya Vano dengan menekan kata 'sayang ku'


" I- iya iya aku mengerti" ucap Nahra gugup dan pipi nya terasa memanas. Sementara Vano yang melihat itu ter-kekeh geli dalam hati


"Baik lah aku pulang saja" ucap Nahra menyerah


"Apa tak jadi pergi dengan angan angan mu itu sayang ku jika ia maka malam nya aku akan sangat senang karena aku bisa memakan mu" ucap Vano dengan nada menggoda


"Tidak tidak" ucap Nahra gugup


"Jika ia tak apa - apa sayang" ucap Vano tetap masih menggoda Nahra


"Kau ini sungguh menyebal kan" ucap Nahra tapi setelah itu ia tersenyum penuh arti, Vano yang melihat senyum Nahra pun


Next


Jangan lupa dukung author dengan cara like comen and vote agar author lebih smangat lagi buat up


Jempol mu smangat ku

__ADS_1


Instagram : nahliratih


__ADS_2