Menikahi Ceo

Menikahi Ceo
Chapter#4


__ADS_3


Hari kedua pasca tragedi percobaan bunuh diri yang dilakukan Nagisha, kini ia masih terbaring di rumah sakit. Ruang Rawat inap 5642 kini kosong. Tak ada Nagisha di dalam kamar.


"Nagisha... " panggil Ochie panik.


"Gi, loe dimana? " Annisa tak kalah panik, ketika melihat kamar rawat inap ini kosong.


Flashback...


Sekitar 15 menit yang lalu, Nagisha masih duduk diatas Tempat tidurnya. Pandangannya tetap kosong. Kenapa sepertinya Malaikat Maut tak bersahabat dengan dirinya. Setiap dia mencoba mengakhiri hidupnya, selalu gagal. Termasuk yang ketiga kali ini. Ia berpikir kali ini malaikat maut akan datang menjemputnya. Ternyata tidak!. Entah siapa Pria yang berani menyelamatkan Nagisha kali ini. Kenapa pria itu harus datang dan menggagalkan bunuh diriku!. Bathin Nagisha.


Tiba-tiba ada seseorang membuka pintu kamar rawat inap Nagisha. Ia menoleh ke arah pintu. Ada Pria tinggi putih datang, mendekatinya. Wajah Pria ini tidak asing di mata Nagisha. Tapi Nagisha lupa, pernah melihat pria ini dimana.


"Cari siapa? " tanya Nagisha langsung ketika pria itu sudah berada tak jauh dari dirinya. Saat ini yang Nagisha miliki hanya Ochie dan Annisa. Ia heran siapa pria ini. Mungkinkah pria ini salah masuk kamar.


"Udah bisa jalan kan? " Pria ini bukan menjawab pertanyaan Nagisha. Malahan ia bertanya balik. "Sekarang ikut saya!" Pria itu, ada tatapan marah dimatanya.


Nagisha semakin bingung, apa yang pria ini katakan. Apa maksudnya?. Pria itu tidak mencoba menjelaskan lebih detail lagi. Ia seolah olah tak melihat, expresi bingung Nagisha. Dibawakannya Botol infus Nagisha sambil menuntun Nagisha berjalan.


Nagisha tak tahu, mau dibawak kemana dirinya oleh pria asing ini. Ia hanya mengikuti perintah pria ini tanpa perlawanan sedikitpun.


Nagisha dan pria asing itu berkeliling rumah sakit. Masuk satu persatu ke ruangan rawat inap rumah sakit. Sampai mereka mengintip ke suatu ruangan yang didalamnya ada beberapa pasien. Ada banyak alat yang menempel di tubuh pasien itu. Ada infus, selang oksigen, sampai ntah apa itu yang berada di dada pasien itu. Nagisha tak tahu nama alat itu apa. Yang Nagisha tahu sepertinya itu alat untuk detak jantung, kurang lebih seperti itu. Nagisha masih tidak mengerti maksud pria ini apa.


"Kamu lihat? " tanya Pria itu. "Disini, bahkan di luar sana. Banyak orang yang ingin hidup sehat seperti kamu! Tapi kamu yang hidup sehat, diciptai Tuhan dengan sempurna tanpa cacat sedikitpun malah ingin mengakhiri hidupmu cuma karena masalah Pria. Bodoh!!" Maki pria asing itu.


"Loe siapa berani ngejust gue kayak gitu! Loe ngak tahu apa-apa tentang gue! Dan loe ngak ada Hak buat ngomongin gue seperti tadi! " Nagisha marah bukan main.


"Saya tahu semua tentang kamu! Bahkan saya ada hak buat ngomongin kamu apa aja! Karena saya yang udah menyelamatkan kamu dari amang kematian! " Pria ini sepertinya tak mau kalah dari Nagisha.


"Oh jadi kamu yang nyelamatin gue kemarin! Gue terimakasih karena loe udah nyelamatin gue. Tapi gue bakalan sangat terimakasih sama loe kalo kemarin loe ngak datang nyelamatin gue dan ngebiarin gue mati saat itu! "


"Kamu memang ngak ngerti ya! Gadis bego' memang! Tolol !!" Maki Pria itu lagi.

__ADS_1


"Loe ngak tahu apa-apa ya..!! " Kata Nagisha terhenti. Emosinya tak tertahan lagi. Air mata yang sudah ia coba tahan akhirnya jatuh juga.


Seketika kakinya lemah, mengingat kembali kejahatan pahit di hidupnya. Ia hampir saja terjatuh ke lantai, jika tubuhnya tak ditahan pria asing itu. Nagisha menangis sejadinya. Ia kembali tertekan mengingat semuanya.


"Loe ngak tahun kehidupan gue, loe ngak tahu apapun... " ucap Nagisha di sela tangisannya.


Pria itu memegang wajah Nagisha dengan kedua telapak tangannya. "Kamu lihat saya, pahamin ini baik-baik! " perintah pria itu. "Saya memang ngak terlalu tahu banyak tentang kamu. Tapi yang harus kamu tahu, diluar sana banyak orang yang ingin tetap hidup. Diluar sana banyak orang sakit dan terus berjuang untuk bisa hidup! Kamu harus hargai hidupmu saat ini. Jangan terpuruk hanya karena satu masalah. Selama kita hidup, masalah akan terus ada tiada henti. Tapi bagaimana kita menghadapinya, itulah tugas kita di dunia ini!" Ada pandangan serius dimata kecil pria ini.


"Dunia bukan berarti berakhir ketika kamu putus cinta. Dunia kamu ngak berakhir walaupun kamu ngak Virgin lagi. Dunia pun ngak akan runtuh meski kamu ditinggalkan oleh semua orang yang kamu sayangin. Dunia terus berjalan seperti biasanya. Ngak ada yang berubah, dunia akan tetap kejam dengan orang yang lemah. so you have to be strong for your own sake !!". Lanjut pria tersebut.


Nagisha terdiam mendengar kata demi kata yang diucapkan pria asing itu. Yaa... dunia tetap akan berjalan seperti biasanya. Tak ada yang akan berubah. Hanya yang kuat yang akan jadi pemenangnya. Sedangkan yang lemah, akan selalu terkucilkan di dunia ini.


 


🍃🍃🍃


 


Dikamar rawat inap Nagisha, Ochie dan Annisa masih panik. Mereka berdiri, lalu berjalan maju lalu mundur, kemudian duduk lagi. Mereka bingung, hilang kemana sahabatnya ini. Suster yang menjaga pun tak melihat Nagisha. Mereka pikir, Nagisha masih di kamar.


"Onii-San... " Ochie kaget ada kakak sepupunya di samping Nagisha.


Nagisha bingung, ochie mengenali pria asing ini. Dan memanggil dia Onii-San? Onii-San, bukannya itu bahasa Jepang. Panggilan Kakak Laki-laki yang bukan sekandung di Jepang.


"Loe kenal dia? " tanya Nagisha.


"Ini Kakak sepupu gue dari Jepang, sekaligus yang nyelamatin loe kemarin Gi. " Jawab Ochie.


Nagisha terdiam. Ia berpikir, bagaimana bisa pria asing ini, tahu tentang Nagisha. Ternyata dia kakak sepupu Ochie. Dia pasti tahu cerita hidup Nagisha dari Ochie, ya pasti!.


"Loe kok ngak bilang punya kakak sepupu seganteng ini" Annisa mulai terpesona dengan ketampanan pria ini.


"Kenalin gue Annisa, Sahabat baiknya Ochie loh... " Annisa memasang aksinya.

__ADS_1


"Ryu " Jawab pria asing itu singkat.


Nagisha melepaskan tangan Ryu yang dari tadi menuntunnya berjalan. Ia tahu jika Annisa sudah mulai tebar pesona, akan ada drama yang panjang setelahnya. Dari pada dia terus berdiri, lebih baik ia segera istirahat di tempat tidurnya. Melihat Nagisha berjalan sendiri, ochie segera menuntunnya.


"Loe kok bisa sama kakak gue? " Bisik Ochie penasaran.


"Loe tanya sendiri sama kakak loe! " Jawab Nagisha cetus.


Annisa masih berusaha tebar pesona dengan Kakak sepupu Nagisha. Namun, sepertinya tak ada respon antusias dari Ryu. Wanita normal mana yang tidak akan terpesona dengan kakak sepupu Ochie ini. Ryuga Alexander Zhao, pria Berwarga Negara China ini sungguh sangat tampan. Mungkin karena campuran China dan Jepang membuat dia terlahir dengan wajah sempurna, tanpa cela.


Ryu merupakan anak dari Bibi Ochie dari sebelah mendiang Sang Ayah. Ayah Ochie dan Ibu Ryu merupakan warga Negara Jepang. Sedangkan Ibu Ochie asli orang Indonesia. Sedangkan Ayah Ryu merupakan Warga Negara China. Karena itu Ryu memegang Paspor Negara Cina. Mencampuran yang apik, hingga melahirkan anak setampan dan secantik seperti Ryu dan Ochie.


"Nǐ shénme shíhòu huí dào zhōngguó?" tanya Ochie memakai bahasa Mandarin.


"Besok, Gege ke Singapura. Karena ada bisnis. " Jawab Ryu dengan bahasa Mandarin juga.


Nagisha tidak terlalu tertarik dengan obrolan kedua saudara ini. Tapi tidak berlaku buat Annisa, dia sungguh sangat tertarik dengan Ryu.


"Ngak usah Kepo Nis, dan ngak perlu tebar pesona dengan kakak gue. Loe bukan tipenya! " Cela Ochie yang melihat expresi Annisa yang memang terlihat sangat tertarik dengan Ryu.


"Iih loe mah, ngak pernah seneng lihat sahabat loe bahagia! " Cetus Annisa sedikit kesal.


Nagisha sedikit tersenyum melihat ulah dua sahabatnya itu. Tak mau terlalu lama di sini akhirnya, Ryu pamit pulang. Ia berjalan ke arah tempat tidur Nagisha.


"Saya pamit pulang, Jaga kesehatan! " Ucap Ryu sambil menundukkan setengah badannya. Khas salam orang Jepang.


Ochie yang melihat pandangan Ryu ke Nagisha yang berbeda itu sedikit merasa syok. Tatapan mata itu berbeda, tak pernah sebelumnya Ochie melihat mata seperti itu dari mata kakak sepupunya itu. Tatapan yang sangat lembut dan hangat. Ryu biasanya akan sangat dingin dengan wanita yang tidak ada ikatan keluarga dengannya. Tapi berbeda kali ini dengan Nagisha. Apa Kakak sepupunya ini ada rasa dengan sahabatnya?. Biar waktu yang akan membuktikannya. Bathin Ochie berbicara.


 


🍃🍃🍃


 

__ADS_1


To be Continued...


__ADS_2