Menjadi Ibu Dari Anak Adikku

Menjadi Ibu Dari Anak Adikku
Bab 21 Balas Budi


__ADS_3

"Tidak akan! Kembali lah kekamar mu"


Perkataan itu tentu saja membuat wajah Gizella memerah menahan marah. Namun tak urung, ia juga takut sendiri, saat Rezef balik menatapnya dingin.


Mana ada Paus memiliki aura psikopat seperti dia


Gizella menghela nafas, mungkin jika Rezef bukan seorang Paus yang terhormat Gizella akan memukul wajah Rezef yang jahat itu.


"Kau sendiri yang harus balas budi denganku" ujar Rezef datar, tanpa ekspresi.


"Yang Mulia Paus Rezef yang terhormat, saya akan membalas budi kebaikanmu tapi biarkan aku pulang dulu ya" Gizella mencoba menyakinkan Rezef.


"Balas budi lah dengan kekuatan yang kau miliki"


"Apa maksudmu?" Tanya Gizella yang mulai curiga pada Rezef.


" Sudahlah! Masuk kedalam kamar! Aku tidak suka di bantah" titah Rezef penuh penekanan.


"Tidak mau, aku harus pulang!" Jawab Gizella ngotot.


"Masuk!"


"Tidak."


"Masuk."


"Tidak akan!"


"Baiklah jika itu mau mu" Rezef dengan tiba tiba mengangkat tubuh Gizella di pundaknya layaknya karung beras.


"Hei" Gizella kaget.


Kenapa dua calon penerus kekaisaran suka sekali mengangkatku seperti karung beras?


Yang pertama adalah Pangeran Clement, kira kira yang ketiga siapa ya Felix atau Oliver atau bakalan ada tokoh baru yang muncul?


"AKHHH, TURUNKAN AKU! AKU TIDAK MAU KEMBALI!" Teriak Gizella susah payah, sembari memukul mukul punggung Rezef. Tapi bagi Rezef itu hanya sebuah cubitan kecil.


Rezef dengan santainya membawa Gizella menuju kamar yang di tempatinya tadi. Kedua pelayan yang ada di depan pintu kamar Gizella menunduk takut.


"REZEF BAJINGAN! TURUNKAN AKU! CEPAT"


Tunggu aku barusan bilang bajingan ke Paus Rezef? Matilah aku!


BRUG!


"Akhh.. astaga apa yang kau lakukan ? Kenapa kau melemparku tiba tiba? Gara gara kau kakiku tambah sakit, sialan!"omel Gizella, mengelus kakinya yang terkilir menjadi tambah bengkak. Dirinya ingin menangis, namun karena gengsi ada Rezef , akhirnya dia coba tahan.


Rezef mencoba mendekati kearah Gizella. Ia merangkak kearah Gizella yang sedang tergeletak di atas kasur. Wajah pun semakin dekat, tubuhnya pun saling bersentuhan.


"MAU APA KAU? KUBILANG JANGAN MENDEKAT!!"


Rezef menatap wajah Gizella dengan posisi berada di atas tubuh Gizella, mengamati seluruh tubuh Gizella entah apa yang tengah di pikirannya.


"Bagaimana jika kau balas budi sekarang saja?" Ujar Rezef sambil mengambil beberapa helai rambut Gizella lalu menciumnya. Hal itu membuat Gizella berpikir negatif tentangnya.

__ADS_1


"TIDAK! Aku belum siap melakukan itu! Aku hanya ingin melakukan itu dengan pria yang ku cintai! Kumohon lepaskan aku Rezef.. kasihanilah aku... Hiks.. hikss..."


Mendengar tangisan dan teriakan Gizella membuat Rezef mengusap wajah lelahnya. Dirinya kini memegang kaki Gizella dengan paksa. Gizella melotot,dia berusaha melepaskan kakinya dari tangan Rezef.


"KAU GILA! Jangan Rezef... Aku mohon aku belum siap. Tolong ampunilah aku Rezef. Ingat Rezef kau adalah seorang Paus suci kau tidak boleh melakukan ini!! Aku mohon jangan "rezef diam saja, tidak menghiraukan teriak Gizella.


Lalu...


KREK !


SYUR !


"REZEF!"


"BAJINGAN!!"


"Aku hanya mengobati kakimu mengunakan potion yang ku buat" Rezef yang menaungi potion ke kaki Gizella yang luka. Lalu ia bangkit berdiri lagi.


"Lalu apa apaan kau berbuat seperti itu"


"Aku hanya memeriksa dirimu"


______


Di malam hari, Gizella duduk di kursi depan jendela kamarnya. Yang langsung berhadapan dengan taman kediaman Rezef. Perasaannya sangat dongkol, karena tidak tau akan melakukan apa. Pintu kamarnya juga di kunci dari luar oleh Rezef.


Kakinya yang sakit, sudah sembuh berkat potion yang di gunakan oleh Rezef. Walau dengan sedikit cara yang membuat Gizella berpikir negatif.


Gizella menatap ke langit malamyang bertaburan bintang. Dirinya jadi kepikiran oleh Marie pelayan setianya.


"Ahh sepertinya itu tidak mungkin mereka kan tidak perduli denganku"


Pagi datang seperti biasa, hanya suasananya saja yang sedikit berbeda. Dikediamannya, Gizella Alison yang selalu terabaikan di keluarganya.


Namun di sini, Gizella sangat di perhatikan gerak geriknya. Apalagi dua pelayan kemarin, sudah di ganti oleh satu perempuan berpakaian hitam seperti laki laki, yang malah membuatnya tidak nyaman sama sekali.


Dia selalu mengawasi gerak gerik Gizella kemanapun, bahkan saat ke kamar mandi, dia akan berdiri tegap di depan pintu sambil menunggunya keluar. Gizella tidak terbiasa di perlakukan seperti itu apalagi sampai diawasi oleh seorang ksatria.


Gizella mendesah kesal, dia menatap perempuan itu seakan ngajak ribut.


"Kau kapan keluar dari kamarku?" Tanya Gizella ngegas.


Perempuan itu hanya diam seperti biasa, Gizella tampak frustrasi lalu berjalan mengitari perempuan itu dengan tangan di lipat kebelakang.


"Dari penampilanmu, sepertinya kau seorang kesatria perempuan. Apakah kau tidak mau menyumbangkan suaramu satu kata saja untukku?" Tanya Gizella dengan nada penekanan.


"Sepertinya kau memang hanya bertugas mengawasiku, tanpa mau mengatakan apapun? Hm padahal aku butuh teman untuk mengimbangi ocehanku!" Gizella duduk dikursi di depan jendela, lalu mengalihkan pandangannya keluar menatap hamparan rumput hijau.


"Kenapa semua orang di sini aneh. Aku hanyalah seorang anak bangsawan biasa tak pernah segala di kawal" guman Gizella memijat pelipisnya pusing.


Dia menatap kearah luar dengan wajah sedih, memikirkan bahwa dirinya cuma hidup 2 tahun lagi. Tapi, kenapa ia harus terkurung di kekaisaran Suci terlebih lagi Rezef lah yang mengurungnya tapi bagaimana jika dia tau tentang kekuatan suci yang aku miliki?


Kali ini dirinya memikirkan cara untuk melarikan diri dari kediaman Rezef tanpa ketahuan. Tapi masalahnya sekarang, perempuan yang di tugaskan Rezef selalu berada di dekatnya.


Bagaimana caraku bisa keluar?

__ADS_1


Gizella lelah, memilih menyandarkan kepalanya dikursi. Matanya terpejam, karena terlalu berpikir keras.


KREK!


Gizella menoleh ke arah pintu kamar menemukan Rezef tengah berjalan mendekat padanya. Gizella memutar bola matanya malas, dan kembali menatap luar jendela yang terkunci rapat.


"KAU" Rezef menunjuk perempuan yang di perintahkannya mengawasi Gizella.


"KELUARLAH" titahnya. perempuan itu mengangguk dan pergi dari kamar Gizella.


Gizella masih sangat santai duduk di kursi, ia merutuki dalam hatinya dengan kedatangan Rezef yang tiba tiba.


Rezef pun berdiri disampingnya, otomatis Gizella menatapnya dengan cengiran lebar.


"Betapa menyedihkan sekali hidupku ini" Rezef mengernyit, mungkin dia berpikir Gizella gila, karena tersenyum lebar seakan tidak takut padanya.


"Yang Mulia Paus Rezef ada apa gerangan dengan anda, tumben sekali mengunjungi saya yang rakyat biasa ini" Gizella menundukkan kepalanya hormat.


Rezef duduk dikursi satunya, pria itu menatap Gizella yang terus memasang wajah heran.


"Rakyat biasa? Bukankah kau adalah kekasihnya Pangeran Clement?" Tanya Rezef dengan intonasi bingung mendalam.


Gizella tersentak kaget menunjuk dirinya" aku kekasihnya Pangeran Clement? Hahaha kau sudah gila ya? Mana mungkin?"


Gizella mengangkat tangannya untuk berjabat tangan. Namun, tangannya hanya mengambang di udara, karena Rezef tak kunjung membalasnya. Dia hanya menatap dengan wajah acuh.


"Astaga maafkan hambamu ini yang sangat lancang pada Yang Mulia Paus Rezef yang sangat suci" Gizella menarik tangan kembali, pura pura membersihkan tangannya.


"Aha, oke perkenalkan namaku Gizella, anak kedua dari keluarga Count Travium dan yang pasti aku bukan kekasihnya pangeran Clement" ujar Gizella tersenyum polos.


Rezef hanya mengangguk singkat "dari mana kau berasal?" Tanya Rezef lagi.


"Ya ampun, tentu saja aku tinggal di kekaisaran Enchancia"


"Bukankah kau bilang kemarin kau dari keluarga bangsawan rendah?" Telak Rezef, membuat Gizella diam lalu tertawa kencang.


"Ahaha.. itu benar aku cuma bangsawan rendah maka dari itu biar aku pergi dari sini tidak ada untungnya juga kau mengurungku di sini" Gizella pura pura merendahkan diri.


"Berarti kau sangat miskin" Rezef berdiri dari duduknya lalu menatap ke arah Gizella.


Dasar ga punya perasaan!


"Kau benar aku seorang hanyalah bangsawan miskin, sekarang kau sudah tau maka biarkan aku pulang " Tegas Gizella, Rezef tengah diam seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Hmm sepertinya kau lupa cara balas Budi lady. Maka sebagai gantinya kau harus berkerja sebagai pelayan selama 1 tahun di kekaisaran suci "ujar Rezef santai.


Gizella langsung melotot.


"Apa? Tidak mau?!"teriak Gizella kaget. Wajahnya merah marah.


Bagaimana bisa aku menghabiskan waktu dalam 1 tahun menjadi seorang pelayan..


"Tapi itu perintah!" Rezef menyeringai, lalu pergi meninggalkan Gizella yang tengah ngoceh ngoceh.


"AKHHH GILA! REZEF AWAS KAU!"teriak Gizella, memandang punggung Rezef.

__ADS_1


__ADS_2