
"TOLONG AKU AKAN DIPERKOSA!" Teriak Gizella mengelegar. Namun Rezef malah mengabaikannya.
"PRIA BAJINGAN"
Rezef kembali menatap Gizella nakal sekejap Gizella merasa takut tapi...
"Ha.. hahahahaha kau pikir aku mau apa hah?" Tanyanya di iringi oleh tawa geli saat melihat ekspresi wajah Gizella.
"Akhhhhh" jerit kesal Gizella.
"Maaf aku akan mendengarkan mu" Rezef menarik tubuh Gizella yang telentang lalu mereka duduk bersama di atas ranjang.
"Aih, kau benar benar ya bikin aku jantungan" marah Gizella sambil mengepalkan tangan kuat kuat.
"Janganlah marah" bujuk Rezef sambil menyandarkan kepalanya di bahu Gizella dengan manja.
"Bisa bisanya pria kejam sepertimu bertingkah manja"
"Karena aku membutuhkan kasih sayang darimu" Rezef memasang wajah imut kearah Gizella.
"Kalau gitu berikan aku seluruh hartamu maka aku akan sangat menyayangimu" ujar Gizella dengan wajah galak.
Rezef mendengus lirih."aku akan memberikan seluruh hartaku padamu jika kau menjadi permaisuri ku dan melahirkan 100 keturunan untukku"
"Haih! Kalau gitu aku mau berfoya foto mencari pangeran lain saja" kesal Gizella, menjauhi dari Rezef.
"Siapa pangeran itu?" Tanya Rezef, kembali mendekati Gizella.
"Kurasa pangeran Clement cukup kaya atau mungkin Grand Duke Felix?" Ujar Gizella.
"Jangan sebut dua pria bajingan itu" Rezef langsung kesal mendengarnya.
"Sudahlah lupakan saja itu! Sekarang dengar aku"
Gizella menunjukkan buku harian milik Saintess Amelia kepada Rezef. Ia kemudian mulai membuka beberapa lembar buku tersebut.
"Liat disini" Gizella menunjukkan halaman kertas." Tertulis bahwa Saintess dan penyihir aku memilih seorang anak yang memiliki kekuatan sama denganku. Dan hanya orang yang di takdirkan yang bisa menyelamatkan nyawaku"
"Kita harus mencari orang itu"
"Di katakan orang tersebut memiliki kekuatan penetral. Tapi orang yang memiliki kekuatan penetral hanyalah keturunan dari kekaisaran Enchancia" ujar Gizella.
__ADS_1
"Itu berarti pangeran Clement dan Duke Felix. Tapi kurasa Felix tidak termasuk karena ia memiliki kutukan" jawab Rezef.
"Atau mungkin kaisar juga memiliki anak haram kan"
"Betul juga"
"Kalau gitu aku harus kembali kekaisaran Enchancia"
"Kita berdua akan kesana, saat pesta ulang tahun pangeran Clement di adakan sekitar dua Minggu lagi. Bagaimana?"
"Baiklah" Gizella tersenyum karena ia sudah sangat rindu pada kampung halamannya terutama pada Marie. Dia pasti akan sangat marah.
"Kita akan datang ke pesta ulang tahun sebagai sepasang kekasih "
Di dalam otak Rezef, ia selalu ingin memperkenalkan kepada seluruh orang kalau Gizella adalah calon permaisuri kekaisaran suci.
Tanpa sadar mulutnya melengkung membentuk senyuman. Mengingat Gizella selalu meneriaki diri Pria bajiangan, bangsat. Tapi bisa bisanya mereka saling menyukai.
Lalu satu tangannya terangkat mengusap lembut rambut gadis yang ada di hadapannya itu.
"Aku menyukaimu" tersenyum manis.
"Aku juga. Terimakasih sudah selalu berada di sisiku" balas senyuman Gizella.
Pagi harinya mereka berdua bangun.
"Kau sudah bangun?" Tanya seseorang yang berada di samping ranjang tidurnya, membuat Gizella langsung membaringkan dirinya lagi, menutup matanya.
Ngomong ngomong kenapa Rezef ada di sebelahku ya?
Terlintas sebuah ingatan kejadian semalam dalam otaknya. Ia mendongak kaget dan langsung beranjak duduk di atas ranjang tidurnya.
Bisa bisanya aku bertingkah mesum seperti itu tadi malam..
"Kenapa kau terkejut seperti itu?" Tanya Rezef yang mendekati wajah Gizella.
"Akhhhh! Jangan terlalu mendekat wajahmu itu"teriak Gizella, wajahnya memerah seketika.
Rezef menarik ujung bibirnya.
"Kau sangat menjadi sangat aneh"
__ADS_1
Gizella mendengus, mencebik kesal.
"Lupakan! Dasar mesum!"
"Mesum padamu? Bukankah semalam itu kau yang paling berisik, ******* mu itu sampai terdengar di seluruh istana" balas Rezef membuat kesabaran Gizella lagi lagi hilang.
"REZEFFF! TUTUP MULUTMU!"
"Kita hanya melakukan ciuman saja, aku tidak mungkin sampai mengeluarkan suara yang cabul seperti itu"
"Ciuman yang begitu sangat panas" Rezef menekan setiap kata katanya.
Gizella menutup kedua telinganya "aku tidak dengar, aku tidak dengar"
"Ayo bersiap siapa! Aku akan melatihmu pedang" ujar Rezef.
Kesambet apa ini? Kok dia tiba-tiba seperti ini?
Mereka berdua pun bersiap siap mengganti pakaiannya. Gizella yang tampak sangat cantik mengunakan baju dan setelan celana seperti seorang ksatria wanita. Ini benar benar sangat keren!
Kruyukk..?
Terdengar suara gemuruh dari dalam perut Gizella.
"Sebaik aku kedapur dulu, untuk meminta Diana membuatkan makanan untukku"
Gizella meminta Diana untuk membuatnya makanan untuknya. Gizella makan dengan sangat lahap karena asup energi sudah habis akibat kerja kerasnya tadi malam.
"Eummhhh, kenikmatan dunia yang tiada tara" Gizella menyuapi sebuah potong roti manis.
"Nona harus makan lebih banyak lagi"
"Kau benar aku butuh makan lebih banyak lagi. Karena aku butuh energi yang besar" ujar Gizella dengan mulut yang penuh roti.
"Benar, nona sudah berkerja keras dengan sangat baik" Diana tersenyum.
Tunggu kok kata kata ambigu ya??
"Aku lupa! Aku harus berlatih pedang dengan Rezef " Gizella langsung pergi meninggalkan Diana dan sepotong roti yang belum selesai di makan.
"Terimakasih atas makanan ya"
__ADS_1
"pasti dia marah, aku sangat telat" Gizella berlari cepat menuju tempat latihan.