Menjadi Ibu Dari Anak Adikku

Menjadi Ibu Dari Anak Adikku
Bab 28 Rezef Mengakui Perasaannya


__ADS_3

Rezef tetap berada di dalam ruangan itu. Tatapannya tak lepas pernah lepas dari Gizella. Ketakutan dan kecemasan bercampur aduk dalam dirinya.


Nafas tercengang saat melihat tubuh Gizella terbaring sangat lemas dan pucat. Kakinya lemas seketika memikirkan kejadian tadi andai saja dirinya tidak terluka, mungkin saja Gizella tidak akan menggunakan kekuatannya untuk menyelamatkanku.


"Astaga! Sepertinya nona menggunakan kekuatan suci milikinya terlalu banyak"perkataan utusan agung malah semakin membuat Rezef panik.


Rezef merasa gagal melindungi Gizella serta menyalahkan dirinya sendiri karena membiarkan Gizella menderita.


Andaikan saja ia tidak terluka, mungkin hal ini tidak akan terjadi.


Maafkan aku Gizella-- batin Rezef.


"Tapi ajaibnya, nona melakukan pemulihan sendiri di dalam tubuhnya. Sungguh kekuatan suci yang sangat luar biasa" kagum utusan agung.


"Maksudnya bagaimana?"


"Nona sekarang sedang tertidur, ia akan kembali sadar setelah kekuatannya pulih. Tapi ada satu hal yang membuat saya khawatir Yang Mulia " ucap utusan agung.


"Cepat katakan padaku!"


"Saya merasakan ada dua kekuatan dalam tubuh nona yaitu, kekuatan sihir dan kekuatan suci. Kekuatan tersebut terus menumpuk jika terus di biarkan tubuh nona akan meledak karena tidak dapat menampung kekuatan yang amat besar itu." Ujar utusan agung.


"Lalu cara apa yang harus dilakukan?"


"Saya juga tidak tahu, seharusnya reinkarnasi dari Saintess tidaklah mempunyai kekuatan sihir dalam tubuhnya. Tapi nona malah memiliki keduanya, sungguh sangat ajaib, tapi sangat membahayakan kehidupannya" jawab utusan agung.


Rezef menggeram kesal karena ini adalah salahnya. Andai saja ia kuat, pasti ia tidak akan terluka dan Gizella pun tidak akan menggunakan kekuatan suci milikinya itu.


"Utusan agung tolong rahasia dulu, kalau nona Gizella adalah reinkarnasi dari Saintess " pinta rezef.


"Baik Yang Mulia "


Rezef menggambil potion yang ada di lemari dalam kamar itu. Lalu ia meminumkannya pada Gizella yang sedang terbaring di atas ranjang.


"Ku harap kau secepat sadar" Rezef mengecup lembut kening Gizella.

__ADS_1


"Baiklah, kau boleh pergi"


Utusan agung pun pergi dengan wajah yang gembira karena akhirnya yang di tunggu tunggu akan segera datang. Reinkarnasi Saintess sudah lahir dan lebih baiknya lagi dia akan menjadi seorang permaisuri di kekaisaran suci.


Dua Minggu kemudian Gizella tak kunjung sadar membuka matanya. Rezef yang tiap hari selalu datang untuk memastikan keadaannya, ia semakin menyalahkan dirinya akan kondisi yang di alami Gizella.


Malam hari bintang bintang mulai muncul menghiasi langit langit di kekaisaran suci Rezef yang lagi duduk di samping ranjang sambil menatap sendu wajah Gizella yang terbaring di atas ranjang.


Gizella nampak lebih cantik di bandingkan bintang yang berada di langit. Meskipun mata Gizella masih terpejam rapat. Gizella masih terlihat sangat indah dan cantik seperti seorang bidadari yang turun dari khayangan yang di utus hanya untuk Rezef seorang. Saking cantiknya dengan rambut peraknya berkilau, siapapun pasti akan enggan mengalihkan pandangan ke arah lain.


Rezef sangat bersyukur bisa bersama dengan Gizella untuk saat ini. Ia berjanji pada dirinya sendiri dia tidak akan membiarkan Gizella di sakiti oleh orang lain.


Rezef menunduk kepalanya. Menyembunyikan wajahnya di tangan mungil Gizella yang terasa dingin dan lembut.


"Gizella Allison Travium"panggilnya pelan. Matanya terpejam kala merasakan debaran jantungnya yang menggila di dalam sana akibat terlampau sedih dan khawatir.


Sudah berjam jam menunggu Gizella siuman. Tapi tak kunjung juga Gizella terbangun, seolah nyaman berada di bawah alam sadarnya.


Rezef takut Gizella terlampau nyaman. Berakhir meninggalkannya sendirian di dunia ini.


"Jangan lupa kau harus membayar hutangmu sebagai pelayanku! Aku merindukan semua tingkah menyebalkanmu, aku rindukan ocehanmu, ejekanmu. Aku sangat merindukan semua hal tentangmu. Ku harap aku bisa mendengarkan ocehanmu walaupun ini sangat memalukan bagiku" bisiknya melirih.


Sampai sekarang, Rezef memang masih gengsi dan bersikap pura pura kejam terhadap Gizella dengan kata kata pedasnya. Karena Rezef memilih mengungkapkan perasaannya secara nyata melalui tindakannya.


"Kau tidak boleh meninggalkanku, Gizella. Kau harus berada di sisiku dan menjadi permaisuriku nanti " tegas Rezef kemudian mencubit pipi Gizella pelan "mengertikan Gizella" tekannya lagi.


"Iya, iya. Kalau gitu kita harus berkencan dulu kan? Jadi bisakah kau berhenti mencubit pipiku!"


"Sakit tau"


Rezef melonjak kaget mendengar suara lirih dari Gizella. Bahkan jantungnya berhenti berdetak sesaat akibat terlampau terkejut. Senyuman manis pun terukir diwajahnya kala melihat mata Gizella terbuka dan menatapnya lurus.


Rezef refleks memeluk Gizella seraya mengecup kening Gizella "akhirnya kau bangun, Gizella. Aku sangat mengkhawatirkan dirimu" ungkapnya penuh kelegaan.


"Oho, Rezef berani kau mencium wajahku" ujar Gizella.

__ADS_1


"Bukankah kau bilang mulai saat kita berkencan?" Tanya Rezef dengan lugu.


"Apakah, semenjak aku menyelamatkan nyawamu. Kau mulai suka padaku?" Tanya Gizella pede.


"Sudah istirahat saja! Jangan banyak ngoceh terus" ujar Rezef.


"Maaf. Sudah membuatmu khawatir Rezef " ringis Gizella pelan.


"Kau tidak perlu meminta maaf padaku. Ini semua adalah kesalahanku karena tidak bisa melindungimu. Kemampuan bertarungku masih sangat payah" Rezef menyalahkan dirinya sendiri hingga mendapatkan sentilan di keningnya.


"Iya, kau sangat payah sekali! Kau harus belajar dariku!" Omel Gizella.


"Rezef sudah berapa lama aku tertidur?" Tanya Gizella yang berusaha bangkit untuk duduk.


"Kau berbaring saja" titah Rezef membaringkan tubuh Gizella kembali. " Kau sudah tertidur selama dua Minggu"


"Pantas aku lapar sekali"


KRUYUKKK!


Sebuah suara terdengar dari perut Gizella.


"Kau dengar Rezef, suara perutku itu? Bisa aku makan" pintanya dengan wajah melas.


Rezef yang peka langsung memerintah para pelayan untuk membawakan makanan untuk Gizella. Lalu ia membantu Gizella duduk dengan hati hati. Tatapannya menjadi sangat khawatir ketikan mendengar Gizella meringis.


"Rasa tubuhku sangat panas sekali" lirih Gizella sambil memegang bagian dadanya.


"Peganglah tangaku!" Rezef langsung mengengam tangan Gizella.


"Woah.. ajaib, tubuhku langsung terasa sejuk" Gizella terlihat senang karena hawa panas dalam tubuhnya langsung berubah menjadi sejuk setelah memegang tangan Rezef.


"Ya, karena kekuatan magisku bisa meredakan rasa panas di dalam tubuhmu" ujar Rezef yang makin erat menggenggam tangan Gizella.


"Terimakasih. Senangnya bisa di perdulikan seperti ini. Jarang jarang aku bisa merasakan merasakan seperti ini" gerutu Gizella dengan wajah tersenyum.

__ADS_1


"Aku akan selalu memperdulikanmu"


__ADS_2