
Pagi harinya di ruangan istirahat kekaisaran Pangeran Clement bangun dari tidur, tangannya langsung memegang kepalanya karena terasa sangat pusing akibat mabuk.
"Kepalaku pusing sekali" Pangeran Clement memijat sendiri kepalanya.
Tanpa sadar ia meraba tubuhnya sendiri karena merasa sangat pegal. Namun ia sangat terkejut mengetahui dirinya tanpa busana sehelai pun.
"Kenapa aku seperti ini!" Kaget Pangeran Clement meronta.
PUK!
Tangannya Pangeran Clement memegang sesuatu kenyal kenyal dari balik selimut. Sontak Pangeran Clement sangat terkejut ia langsung membuka selimut tersebut dan menemukan seorang gadis tanpa busana sehelai pun tidur di sampingnya.
"SIAPA KAU?" Teriak Pangeran Clement.
"Hoam.. pangeran sudah bangun?" Tanya gadis itu. Membuka matanya lalu duduk di samping Pangeran Clement.
"Charlotte?"
"Ouh senangnya Pangeran mengingat namaku" ujar Charlotte tersenyum.
"Lancang sekali kau berbuat ini padaku!" Teriak Pangeran Clement dengan wajah marah.
"Sepertinya Pangeran sudah lupa apa yang terjadi semalam? Pangeran sendirian lah yang meminta aku melakukan ini" Jawab Charlotte menyeringai licik.
Sepertinya aku mabuk berat semalam tanpa sadar aku melakukan hal itu pada Charlotte karena menganggapnya sebagai Gizella... Dasar bodoh! Bisa bisanya aku berbuat kesalahan seperti ini! Seluruh keluargaku pasti akan marah. Bagaimana dengan pernikahanku dengan Priscilla?--- batin Clement.
"Lady anggap saja tidak terjadi apa apa pada kita dan lupakanlah semuanya" ujar Clement mengambil jubahnya lalu memakainya. Dia langsung bangkit berdiri.
"Apa maksudnya? Melupakan malam panas kita?" Tanya Charlotte.
"Iya lupakanlah! Aku akan memberikan uang kompensasi padamu! Anggaplah semua tidak terjadi dan jalanin kehidupan kita masing masing" titah Pangeran Clement dengan tegas.
"TIDAK! AKU TIDAK MAU!"
__ADS_1
Pangeran Clement mendekati Charlotte yang tengah duduk itu, lalu mencengkram dagu gadis itu kuat. "Pergilah aku mengampuni kesalahanmu itu karena kau itu adiknya Gizella temanku! Jika tidak aku pasti sudah membunuhmu!"
Charlotte menepis tangan Pangeran Clement dari dagunya. "Pangeran kau harus menikahi ku! Setelah apa yang kau lakukan padaku! Bertanggung jawablah atas perbuatanmu!"
"Kau pikir kau pantas menjadi permaisuri?" Pangeran Clement menatap tajam lalu mengambil pisau kecil yang ada di laci dan langsung diarahkan menodong leher Charlotte sekaligus mencengkram bahu gadis itu dan memaksanya untuk berdiri. "Jika kau berani menyebarkan rumor buruk tentangku! Dan merusak pernikahanku dengan Priscilla, aku akan menghancurkan keluargamu!"
Pangeran Clement terkekeh bengis seraya menguatkan cengkeramannya pada bahu Charlotte sampai gadis itu mulai meringis kesakitan. "Cepatlah pergi dari hadapanku!"
"Kumohon Pangeran jadikanlah saya selir anda saja" Isak tangis Charlotte.
"Jangan harap! Kau akan menjadi anggota keluarga kekaisaran!" Teriak Pangeran Clement melempar pisau tersebut lalu tangannya dengan cepat mencengkram leher Charlotte dalam sebuah cekikan.
"Akhh.. ukhh..." Charlotte tercekik. Wajahnya memerah keseluruhan dan kedua tangannya menggenggam pergelangan tangan Pangeran Clement yang sedang mencekiknya berupaya untuk membebaskan diri tetapi gagal malah cekikan yang ia dapatkan semakin kuat.
Leher mungilnya seakan ingin dipatahkan oleh pria itu. Charlotte mulai meneteskan airmata karena kesakitan dan sulit mengatur pernafasan.
Pangeran Clement memandang tanpa belas kasihan mengingat penderitaan yang di alami Gizella gadis yang dia cintai itu di sebabkan oleh adiknya. Andai saja Keluarganya tidak pilih kasih, pasti Gizella tidak akan bertemu dengan Rezef dan akan memilihnya.
Matanya menatap dingin, bibirnya berkedut tak bisa untuk menahan senyumnya lebih lama dari pada ini. Dan ketika melihat Charlotte nyaris kehilangan kesadaran barulah ia menarik gadis itu dan menghempas tubuhnya ke langit.
Pangeran Clement lalu pergi meninggalkan Charlotte yang tersungkur di lantai tanpa busana. Lalu gadis itu segera memakai pakaiannya dan pergi pulang ke kediamannya di Mansion milik keluarga Travium. Sesampainya di mansion seluruh keluarga langsung menemui putri tercintanya yang menghilang semalaman saat pesta ulangtahun pangeran Clement.
"Putri sayang" Diana langsung memeluk erat Charlotte.
"Ayah pikir kau di culik" ujar Wilson terlihat merasa lega.
"Charlotte, kakak sangat khawatir padamu. Takut terjadi sesuatu" ujar Orion.
"Aku baik baik saja Bu" Charlotte melepaskan pelukannya.
"Putriku kau kemana saja semalam?" Tanya Diana khawatir.
"Ibu aku telah menghabiskan malam bersama Pangeran Clement." Jawab Charlotte.
__ADS_1
Seluruh keluarga sangat terkejut mendengar hal itu. Karena setau mereka Pangeran Clement akan menikahi Lady Priscilla dari Keluarga Duke Calen pengusaha daerah Selatan.
PLAK!
Sebuah tamparan dari ayahnya mendarat di pipi kanan Charlotte.
"DASAR ANAK BODOH!" Teriak Wilson.
"Kau tau jika kaisar Philip dan selir Irene mengetahui hal ini atau mungkin Duke Calen mengetahui hal ini. Habislah keluarga kita! Pikirkanlah nasib kakakmu nanti sebagai seorang penerus keluarga ini!" Ujar Wilson sangat marah.
"Suamiku apa apa kau ini! Menampar putri kita seperti itu" bentak Diana.
"Kau terlalu memanjakan Charlotte, sehingga dia membuat keluarga kita malu"
"Tidak ayah! Percayalah padaku aku akan menikah dengan pangeran Clement." Kekeh Charlotte.
"Kau itu benar benar tolol! Kau pikir kaisar akan setuju jika kau menikahi anaknya dan menjadi permaisuri! Sedang kau sendiri itu sakit sakitan. Dan satu lagi Duke Calen keluarga yang terkenal akan angkatan militernya penghasil senjata terbaik mereka pasti akan membunuh kita semua karena telah menghina anak mereka." Ujar Wilson.
"Hentikan! Charlotte sudah berkerja keras, dia berusaha untuk menaikkan derajat keluarga kita. Aku yakin putri kita akan menjadi seorang permaisuri dia sangat cantik pria mana yang bisa menolaknya" bela Diana.
"Istriku kau terlalu buta akan cintamu itu! Sekarang lebih baik kita anggap saja ini tidak pernah terjadi " ujar Wilson.
"Yang di katakan ayah benar Bu, jika rumor ini menyebar pasti Keluarga kita akan kena masalah. Dan bagaimana nasibku sebagai penerus selanjutnya?" Ujar Orion.
"TIDAK AKU INGIN MENIKAH DENGAN PANGERAN CLEMENT " teriak Charlotte.
"Tenang sayang, ibu akan wujudkan keinginanmu itu" ujar Diana.
"Suamiku, Orion aku akan menuntut kepada kaisar tentang perbuatannya pada putri kita" kekeh Diana.
"DIANA!"
"Orion cepat bawa ibu dan adikmu masuk kamar!" Titah Wilson
__ADS_1
"Baik ayah"