Menjadi Ibu Dari Anak Adikku

Menjadi Ibu Dari Anak Adikku
Bab 35


__ADS_3

Rezef tengah berdiri menunggu Gizella di tempat latihan para kesatria. Ia mulai terlihat bosan karena Gizella tak kunjung juga datang.


"REZEF" teriak Gizella berlari dengan nafas terengah-engah.


"Lama sekali" decak Rezef kesal.


"Maaf aku terlalu menikmati makanan tadi" jawab Gizella.


"Ayo berlatih pedang." Ajak Rezef langsung membuka matanya, menaikan pandangannya dengan wajah berbinar.


"Benarkah? Tapi aku tidak bisa menggunakan pedang" Jawab Gizella.


Rezef mendekatkan wajahnya ke arah Gizella lalu menyipitkan matanya.


"Bukankah kau sangat hebat menggunakan pedang saat melawan monster waktu itu?" Tanyanya tak percaya.


Gizella teringat akan aksi yang sangat keren saat melawan monster pada waktu itu.


"Hehehe.. itu semua berkat Luminas Raja Spirit yang masuk kedalam pedang suci. Aku hanya mengikuti gerakannya saja" ujar Gizella di iringi tawa kecil.


"Dasar payah" Rezef menyentil kening Gizella.


"Aduh sakit" Gizella mengusap usap keningnya.


Anjir kesambet apa sih nih orang??


Tiba tiba sifatnya kaya gini??


Rezef melemparkan pedang suci yang pernah di cabut oleh Gizella kearah.


PRANG


"Cepat akan pedangmu! Aku akan melatihmu dengan kejam" Rezef menyeringai.


Ini orang punya kepribadian ganda kali ya?


Gizella masih ingat dengan tingkah Rezef semalam saat bersama dengannya.


Pikiranku jadi mesum begini...


Kemudian Gizella menempelkan tangannya pada dahi Rezef. Namun suhu tubuhnya baik baik saja.


"Apakah kau memiliki kepribadian ganda Rezef? Atau kau sering merasuki setan?" Selidiki Gizella, menunjuk wajah Rezef.


"Jangan bicara omong kosong! Cepat ambil pedangmu" titahnya.


"Rezef aku sangat penasaran denganmu. Ada rumor yang mengatakan dulu kau sangat tergila gila pada lady Priscilla putri dari Duke Calen. Benarkah itu?" Tanya Gizella. Sontak membuat Rezef kaget.


"Tidak itu hanya sebuah rumor, tapi ada seseorang yang telah mengisi seluruh hatiku." Rezef menautkan pandangnya pada Gizella sembari melanjutkan " seseorang yang selalu berisik dan berulah di dalam pikiranku"

__ADS_1


Tidak tidak jangan katakan kalau itu adalah aku?


Gizella menutup mulutnya, tertawa kencang " Hahahaha.. siapa orang itu? Apakah aku?" Dengan wajah pedenya Gizella menyebut namanya.


Rezef membalasnya dengan tersenyum miring, dan berkata tegas menggoda " kau sudah tau jawabannya. Cepatlah aku tidak punya waktu banyak untuk mengajarimu!"


Gizella memutarkan bola matanya" kau bisa menyuruh orang lain untuk mengajari aku"


"Aku tidak akan mengizinkan orang lain di sisimu" Rezef berkata dingin tapi perhatian.


"Ya kita baru saja berkencan beberapa hari, tapi lama lama hidupku banyak yang mengatur" gerutu Gizella.


"Sepertinya aku harus segera menemui orang tuamu secepatnya." Ujar Rezef.


"Itu akan sangat luar bisa"


____________


Rezef mengajak Gizella ke pinggiran hutan dekat kekaisaran, tempat di mana para ksatria unggulan berlatih pedang.


"Ayo ayunkan pedangmu 1000 kali" titah Rezef.


"KEJAM SEKALI!"


"Karena hari ini aku adalah gurumu" Jawab Rezef.


Setelah latihan selama beberapa jam. Akhirnya Gizella menyerah tubuhnya sangat kelelahan.


"Sudah berjam jam aku mengajarimu dan kau belum bisa bisa" Rezef berdiri di samping Gizella.


Gizella hanya diam, tetap mengayunkan pedangnya. Ya walaupun dari tadi dia tidak dapat menebas sebatang kayu pun.


"Tapi aku sudah berusaha!" Balas Gizella tak kalah keras mengayunkan pedang ke kayu.


HUSH


"Ah.. lebih baik aku memanggil Luminas untuk membantuku" rengek Gizella.


Rezef menggeram kesal " kau harus bisa menggunakan kekuatanmu sendiri!"


Rezef langsung berdiri di belakang Gizella, mengengam tangan Gizella yang sedang memegang pedang lalu mengayunkan pedangnya dengan benar. Gizella langsung mendongak, matanya melotot.


"Apa ini? Sentuh sentuh orang sembarangan" kesal Gizella.


"Kau lupa berapa banyak semalam aku menyentuhmu" bisik Rezef menggoda Gizella.


Seketika wajah Gizella langsung memerah setelah ia ingat kejadian semalam.


"Rezef jangan ingat ingat itu kembali!" Decak Gizella.

__ADS_1


"Diam, kau tidak akan bisa kalau banyak tingkah!" Gizella mendengus. Menghela nafas kasar, mulai mengikuti instruksi dari Rezef.


"Fokuskan matamu pada lawan, keluarkan semua tenagamu dan tebaslah lawan sekuat tenagamu.."


HUSH


PLASH


"Akkhhh aku berhasil " Sorak Gizella berhasil menebas kayu tersebut. Rezef ikut menari ujung bibirnya tersenyum tipis.


"Minggir aku mau coba sendiri" usir Gizella sedikit sombong. Rezef pun mundur melipat kedua tangannya ke depan dada hanya memperhatikan.


Gizella memfokuskan tenaga, lalu bersiap untuk menebas kayu tersebut.


CIAH..


Namun tiba-tiba pedang Gizella mengeluarkan api.


"Ahh api" Gizella dengan refleks melempar pedangnya itu.


"Sudahku bilang jangan menggunakan kekuatan sihirmu terlebih lagi pada pedang suci karena dia akan mengeluarkan kekuatan yang sangat besar" Rezef memegang bahu Gizella.


Gizella menunduk kepalanya dan berkata." Maafkan aku! Aku akan lebih berusaha lagi"


"Tidak apa apa. Aku akan mengajarimu ilmu pedang dengan menggunakan sihir" Rezef tersenyum.


Mereka berdua pun kembali ke istana setelah lelah berlatih seharian.


"kak Gizella kau dari mana saja? aku mencarimu, aku ingin bermain bersama kakak" teriak Hanna keras, saat Gizella dan Rezef sampai ke istana.


"kalian jahat!"


"kalian tidak mengajakku pergi juga" gerutu kesal Hanna yang melihat Gizella dan Rezef habis keluar dari istana.


"maafkan aku ya Hanna. aku dan Rezef hanya berlatih pedang di pinggiran hutan" Gizella mengusap rambut Hanna dengan lembut.


"tapi aku ingin menghabiskan waktu dengan kak Gizella" lirih Hanna.


"baiklah sekarang aku sudah di sini. ayo kita bermain" ajak Gizella yang membuat Hanna seketika tersenyum kesenangan.


"iya ayo" Hanna langsung mengandeng tangan Gizella.


"Hanna jangan seperti anak kecil! Gizella sangat lelah karena habis latihan berpedang. biarkan dia istirahat" titah Rezef.


"tidak apa apa Rezef, aku juga sangat senang saat bersama Hanna" ujar Gizella tersenyum.


"ayo Hanna"


Hanna memandang wajah kakaknya dengan mengejek " tapi aku lebih di sayang sama kak Gizella. Wle.." setelah mengucapkan itu, Hanna menyusul ke arah Gizella dengan cengiran lebar.

__ADS_1


"KAK GIZELLA! KAKAK KU CEMBURU, PADAKU"


Gizella hanya tertawa melihat tingkah lucu kedua saudara itu.


__ADS_2