Menjadi Ibu Dari Anak Adikku

Menjadi Ibu Dari Anak Adikku
Bab 30 Keraguan Sang Kakak


__ADS_3

Seorang pria muda berpakaian formal lagi duduk di meja kerja miliknya. Dengan raut wajah yang terlihat khawatir ia membaca dokumen dokumen yang berserakan di atas mejanya.


"Dimana kau adikku? Sudah sebulan kau menghilang" Air mata pria itu tiba tiba jatuh di atas kertas yang sedang ia baca.


"Maafkan kak" ia mengusap airmata yang menetes.


CEKLEK!


Suara pintu terbuka, seorang Ksatria pria masuk ke ruangannya. Lalu ia berlutut di hadapan pria muda itu.


"Salam Tuan Muda Orion, saya ingin menyampaikan laporan tentang pencarian nona Gizella" ujar ksatria itu.


"Baik, berdirilah" singkatnya pelan.


Ksatria itu berdiri "Tuan muda... Para ksatria sudah sekuat tenaga untuk mencari nona di wilayah yang pimpin Tuan Count Wilson. Tapi sepertinya nona memang tidak ada di wilayah ini" jawab ksatria.


"Cepatlah kerahkan seluruh ksatria untuk mencari Gizella di seluruh kekaisaran Enchancia" titah Orion.


"Tapi... Tuan Orion kita kekurangan pasukan untuk mencari nona di seluruh wilayah kekaisaran Enchancia. Pasukan milik Tuan Count masih kurang. Kalau boleh saya menyarankan lebih baik Tuan Orion menggunakan pasukan divisi dua milik kekaisaran untuk membantu" ujar ksatria.


"Kau benar, lagi pula aku adalah ketua pasukan divisi dua milik kekaisaran. Pasti Kaisar dan Pangeran Mahkota memberikan izin" ucap Orion serius.


"Baik, kalau gitu saya pergi dulu" Ksatria itu menunduk hormat pada Orion lalu pergi.


Sementara Orion beranjak berdiri dari duduknya. Ia mengambil jubah bangsawannya yang tengah di gantung lalu memakainya.


TAK!


TAK!


Orion yang rapi mengenai jubah bangsawannya ia hendak pergi menemui Pangeran Mahkota Clement di istana.


CEKLEK!


Orion membuka pintu, dia berjalan terburu-buru menuju kereta kuda milik keluarganya. Di tengah jalan langkah terhenti saat ada panggilan yang memanggil namanya.


"Orion?" Panggilan dari Diana yang melihat Orion berpakaian rapi.


Orion menoleh kearah ibunya. Ibunya langsung berjalan cepat kearah Orion.


"Kamu mau kemana memakai jubah bangsawan itu?" Tanya Diana penasaran.


"Ibu, aku akan pergi menemui Pangeran Mahkota Clement" Jawab Orion datar.


"Apakah Pangeran Mahkota mengundangmu? Kalau gitu bawalah Charlotte bersamamu ya!" Pinta Diana.


"IBU! Charlotte itu memiliki penyakit jantung tidak baik untuknya berpergian jauh!" Omel Orion dengan tampang kesal.

__ADS_1


"Tapi Charlotte pasti akan sangat senang jika bertemu dengan Pangeran Clement, karena dia sangat menyukainya" Diana memegang bahu Orion dengan tersenyum lebar.


Orion langsung mundur kebelakang, dia menatap ibunya dengan wajah tidak percaya. " Apa apaan ibu ini! Di saat seperti ini ibu malah lebih memikirkan Charlotte! Ingat Bu, Gizella sudah menghilang selama sebulan"


Diana memejamkan matanya, ia tidak bisa menahan dirinya. " Dia itu pembuat masalah, biarlah dia menghilang dan tidak usah kembali lagi ke dalam keluarga kita"


"Bisa bisanya ibu bicara seperti itu pada anak sendiri!" Orion yang kesal mencoba meninggalkan ibunya. Tapi ia di cegah.


"Orion tidak usah mencarinya lagi! Gizella sudah sangat keterlaluan dia berani mencuri bross milik keluarga kita dan dia menggunakan untuk berfoya foya! Kasihan ayahmu yang harus membayar tagihannya " bentak Diana.


Seketika Orion mematung terdiam mendengar kata kata dari ibunya itu. Ia tidak percaya kalau Gizella akan berani melakukan hal itu. Bross itu adalah warisan turun-temurun dari keluarga Travium yang akan di wariskan oleh penerus berikutnya. Bahkan Orion saja yang sebagai penerus keluarga itu belum pernah menggunakan bross itu.


"Bukankah Gizella sangat keterlaluan, dia pasti sekarang lagi senang dengan banyak pria. Ibu sangat menyesal telah melahirkan putri sepertinya! Dia adalah aib di keluarga kita, pembuat onar" Isak tangis Diana di hadapan putra Orion.


Sekarang Orion telah berubah pikiran, dia sangat ikhlas jika adiknya tidak ditemukan. Tapi dia juga harus menemukan adiknya untuk mengambil kembali bross warisan milik keluarganya dan segera menghukum adiknya atas pencurian bross itu.


"Ibu kita harus tetap mencari Gizella untuk menghukumnya atas perbuatan yang dia lakukan" ujar Orion dengan wajah marah.


"Iya Putraku"


"Ibu aku akan pergi ke istana untuk meminta bantuan pada Pangeran Clement untuk menemukan Gizella"


Gizella aku akan mencarimu sampai ketemu ! Dan kau harus membayar semua kejahatan yang telah kau lakukan!-- batin Orion.


Orion mengepalkan tangannya kuat, sedetik itu juga. Dia langsung pergi meninggalkan ibunya dengan perasaan campur aduk.


Sialan!


Dengan langkah cepat Orion mengambil kuda ia tidak jadi menggunakan kereta kuda. Tujuannya agar lebih cepat sampai menuju istana yang berada di ibukota kota. Otaknya berpikir keras Kenapa bisa bisa Gizella mencuri bross milik warisan keluarganya dan sekarang malah menghilang.


"Kakak aku takut petir bisakah aku tidur bersamamu malam ini?"


"Kau ini sudah besar jangan seperti anak kecil"


"Maaf"


"Kakak aku juga ingin berlatih dansa denganmu"


"Gizella kau tidak lihat! Aku sedang berlatih dansa dengan Charlotte. Pergilah berlatih dengan pengawal"


"Baiklah"


"Nih manisan pesananmu Charlotte"


"Punya Gizella mana kak?


"Oh iya kakak lupa, maaf ya Gizella"

__ADS_1


"Iya tidak apa-apa"


Kenangan itu tiba tiba muncul dalam pikiran Orion yang membuatnya memacu kecepatan kuda yang ia naiki itu. Dia sudah sangat keterlaluan selama ini karena sudah mengabaikan adik pertamanya. Adik yang pertama kali memanggilnya kakak.


Kini ia merasa frustrasi apa yang harus ia lakukan? Di sisi dia juga merasa kecewa pada dirinya sendiri yang telah mengabaikan adik tapi dia juga merasa marah karena adiknya telah mencuri warisan berharga.


____________


Saat sampai di istana Orion langsung pergi menuju ruangan pangeran Clement untuk berbicara dengannya.


Para pengawal istana langsung memadu Orion untuk memadu ia masuk kedalam ruangan pangeran Clement.


CEKLEK!


Pintu terbuka terlihat pangeran sedang duduk, menulis sebuah dokumen dokumen kekaisaran.


"Salam Yang Mulia Pangeran, Ketua pasukan Divisi dia ingin bertemu dengan Yang Mulia " ujar pengawal penjaga.


"Suruh dia masuk"


"Baik Yang Mulia"


Orion pun masuk dan menunduk hormat pada Pangeran Mahkota Clement.


"Saya memberikan salam pada Yang Mulia Pangeran Mahkota Clement Matahari Kecil dari Kekaisaran Enchancia "


"Anda perlu apa kau menemuiku?" Tanya pangeran yang masih menulis dokumen.


"Yang Mulia saya ingin meminjam Pasuka Divisi 2 untuk mencari Adik saya" ujar Orion.


Pangeran Clement sontak kaget mendengar ucapan itu. Terlintas dipikirannya antara Gizella dan Charlotte.


"Adikmu yang mana?"


"Gizella menghilang sudah sebulan Yang Mulia, saya ingin mencarinya di seluruh wilayah kekaisaran Enchancia" pinta Orion.


Gizella menghilang bagaimana bisa? Pantas aja dia tidak pernah membalas surat dariku -- batin pangeran Clement khawatir.


"Kerahkan seluruh pasukan kekaisaran untuk mencari adikmu itu" titah pangeran Clement.


"APA?" Kaget Orion. "Tapi saya berniat untuk meminjam Pasukan Divisi dua saja"


"Gizella adalah temanku, maka aku harus membantu mencarinya juga"


"Terimakasih Yang Mulia"


Orion keluar dan langsung mengatur pasukannya untuk mencari Gizella di seluruh kekaisaran Enchancia. Sementara Pangeran Clement larut dalam pikirannya memikirkan Gizella.

__ADS_1


__ADS_2