
Selamatkan aku.
Selamatkan aku.
Selamatkan aku.
Gizella terus memohon pada Tuhan agar menyelamatkan hidupnya. Dia tidak tau apa yang akan di lakukan oleh Rezef kali ini kepadanya karena sudah mencabut pedang suci.
"Sekarang aku akan menghukummu! Cepat kipasi aku" ucap rezef yang sekarang lagi duduk di meja kerjanya.
Gizella disuruh mengipasinya di ruang kerja selama 3 jam lebih. Bahkan Rezef tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
"Ekhem.. Ekhem.., ngomong ngomong kapan ini selesai ?" Gizella nengok kepalanya kedepan Rezef. Namun Rezef malah asik dengan lembaran kertas yang didepannya.
Gizella berdecak, mulai menambah kecepatan tangannya dalam mengipasi Rezef.
WLES!
WLES!
WLES!
PUK!
Dengan sengaja Gizella mengenai pipi kanannya, membuat Rezef marah dan balik menatapnya tajam.
"KAU" desis Rezef.
"Kenapa? Ini sudah 3 jam lebih ! Tanganku pegal, aku juga lapar. Lagi pula aku sudah minta maaf kan karena telah sembarang mencabut pedang suci itu" kesal Gizella
Rezef meletakkan pena nya di meja
"Merepotkan! Kau ini sedang dihukum"
"Apa merepotkan? Hei apa susahnya tinggal di tancapkan kembali pedang itu! Dan liat di sana ada jendela, tinggal kau buka dan angin masuk" Gizella memegang kepalanya pusing.
"Suka suka aku lah, aku ini majikan mu sekarang " balas Rezef enteng.
"Hohoi! Ingat hanya satu tahun aku menjadi pelayanmu Yang Mulia Paus Rezef yang maha agung matahari dari kekaisaran suci "Gizella tak mau kalah.
"Aku ingat hanya setahun kau menjadi pelayan ku. Tapi ini baru 5 hari masih 360 hari kau menjadi pelayanku!" Ucap Rezef.
"Iya 360 hari lagi di neraka" guman Gizella, namun masih bisa di dengar oleh Rezef, dia menatap Gizella sengit, tentu saja di balas Gizella dengan wajah acuh.
"Lebih baik kau siapkan pakaian untuk aku pergi keluar karena aku pergi berbelanja di butik" titah Rezef.
"Berikan aku makanan dulu, tidak kah kau dengar dari tadi perut ku bunyi " pinta Gizella kesal.
"Pergilah ke dapur! Aku tidak tahan mendengar ocehanmu!" Perintah Rezef, kembali membuka lembaran kertas di depannya. Gizella yang terlampau sebal dan lapar langsung berdiri dari kursi dan berniat keluar.
"Semoga kita tidak bertemu lagi!" Gizella mengibaskan rambut perak nya yang panjang kebelakang, lalu keluar dari ruangan dengan langkah cepat.
"Perempuan aneh"
_________
Di dapur Gizella melihat salah seorang pelayan yang tadi sempat juga menyapanya di kuil. Perempuan itu masih tampak muda dan juga cantik. Gizella menjadi penasaran, untuk mengetahui siapa namanya.
"DOR"
__ADS_1
"AKHHH"
PRANG!
Baki yang sedang ada di tangan pelayan itu terjatuh. Gizella langsung merasa bersalah, dia berjongkok ikut mengambilnya, dan menyerahkan pada pelayan itu.
"Astaga, maafkan aku apa kau baik baik saja?" Panik Gizella, karena takut pelayan yang ada di depannya itu serangan jantung.
"Tidak apa Tuan Putri, saya hanya kaget" jawab pelayan itu sambil menaruh baki di atas meja.
"Hei jangan panggil aku Tuan Putri, aku juga pelayan di sini sekarang. Panggil aku Gizella saja" Gizella tersenyum lebar.
"Itu tidak sopan, anda adalah calon permaisuri dari Yang Mulia Paus Rezef " pelayan itu menunduk tidak berani menatap Gizella.
Gizella malah terkekeh geli" itu semua hanya salah paham, aku tidak mungkin menjadi permaisurinya Rezef. Mulai sekarang panggil aku Gizella dan kita berteman "
"Tapi Tuan Putri sudah menghabiskan malam bersama Yang Mulia Rezef dan bukankah Tuan Putri tadi menghabiskan waktu bersama Yang Mulia Rezef di ruangan kerjanya?" Ujar pelayan itu.
"Sudah ku bilang itu adalah rumor, itu semua tidaklah benar" kekeh Gizella.
" Ngomong ngomong siapa namamu?"
Pelayan itu nampak ragu untuk menjawab, lalu akhirnya menghela nafas" namaku Diana, senang berkenalan denganmu Tuan Putri"
Gizella tersenyum lebar" namamu sama dengan nama ibu ku"
"Maafkan saya, saya tidak bermaksud seperti itu" ucap Diana menunduk.
"Tidak apa apa nama ibuku memang pasaran" jawab Gizella santai, lalu menatap kearah meja namun tidak ada makanan sama sekali "apa kau bisa masak Diana?"
"Tentu saja itu tugas saya" jawab Diana.
"Baiklah aku akan buatkan makanan paling spesial di kekaisaran ini untukmu " ujar Diana dengan semangat.
"Aku juga akan membantumu, ayo kita buat bersama sama" ajak Gizella mengayunkan tangannya tidak sabar.
Diana terkekeh geli, mereka mulai membuat makanan khas kekaisaran suci, yang terkenal kelezatannya dan kemewahannya karena kekaisaran suci adalah negara yang sangat kaya. Kalau di kekaisaran Enchancia adalah chicken cordon maka di kekaisaran suci adalah steak tenderloin caviar.
Steak tenderloin caviar adalah salah satu jenis steak dengan daging sapi premium yang di siram saus di tambah dengan caviar. Yang dipanggang dengan tingkah kematangan yang pas sehingga bumbunya meresap sampai kedalam dan rasanya sangat lezat.
"Bolehkah aku mencicipinya sekarang" tanya Gizella yang tidak sabaran.
"Tentu cicip lah ini sangat enak" jawab Diana, Gizella tersenyum lalu ia duduk sambil menyantap steak buatan Diana dengan lahap.
Dia memotongnya perlahan lalu melahapnya "emhh.. rasanya sangat lezat, daging empuk, bumbunya juga terasa"
"Itu karena ada bumbu khusus didalamnya, rasanya itu membuat orang ingin terus menyantapnya " ujar Diana, Gizella hanya mengangguk mengiyakan.
Gizella memandang kearah luar jendela dapur, lalu menepuk kepalanya.
"Astaga Rezef"
"Kenapa Tuan Putri?" Tanya Diana penasaran.
"Rezef menyuruhku untuk mempersiapkan pakaiannya. Diana terimakasih, tapi aku harus segera pergi " pamit Gizella buru buru , mulai lari keluar dari dapur.
"Baiklah, selamat bersenang-senang Tuan Putri " teriak Diana tertawa kecil yang melihat Gizella berlari cepat.
"SUDAH KUBILANG ITU HANYA RUMOR!" Teriak Gizella, kembali menyusuri lorong panjang yang tadi ia lewati.
__ADS_1
"Semoga aja belum terlambat" guman Gizella, dan sekarang dia telah sampai di depan pintu kamar Rezef.
_________
Dikamar Rezef ia sedang membuka pakaian atasnya untuk berganti dengan pakaian lain.
"Akhirnya setelah sekian lama pedang suci itu telah memilih pemiliknya sendiri" guman Rezef.
KLEK!
Tiba tiba Gizella masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"AKHHH!" Gizella Langsung membalikkan badannya kebelakang.
Tepat saat dia membuka pintu, matanya di suguhkan pemandangan indah Rezef yang telanjang dada. Membuat dada bidangnya langsung terpampang jelas di depan Gizella. Gadis itu pun menjadi sangat malu.
Bisa bisanya badan abs nya terlihat sangat keren! Akhhhh aku bisa gila! Tapi ini aku ingin melihatnya lagi! Dia adalah tipeku
"Bisakan ketuk pintu dulu"ucap Rezef datar, di belakang Gizella.
Gizella memejamkan matanya, dia ingin kabur dari hadapan rezef saat itu juga. Tapi sayangnya tidak bisa dan matanya sudah tidak suci lagi.
Maafkan aku calon suamiku..
"Kau membuatku jadi gugup, makanya jangan perintahkan aku menjadi pelayanmu!" Balas Gizella ngegas yang masih berada membelakangi Rezef.
"Hm, jangan lupa kau berhutang nyawa padaku!" Jawab Rezef dingin, menyelesaikan kancing bajunya terakhir, lalu melangkah kakinya kearah Gizella.
"Dan terakhir kau sangat bawel" ejek Rezef di samping Gizella, yang langsung menatapnya.
"Apa katamu? Aku bawel?" Tanya Gizella dengan wajah kesal.
"Hentikan semua ocehanmu itu!" Jawab Rezef menunjuk Gizella dengan telunjuknya.
"Memang benar apa yang di ceritakan, kau itu tidak pernah menjaga perasaan orang lain, kau juga tidak bisa menghargai usaha ku yang lari jauh jauh langsung ke sini hanya untuk melayani mu, pokoknya kau itu laki laki yang tak berperasaan!"ucap Gizella menggebu gebu, berniat berlari keluar dari kamar Rezef.
Namun, tangannya di tahan oleh Rezef kuat, Gizella memberontak " hei lepaskan aku!"
Rezef menyeringai Gizella yang melihatnya pun seketika langsung ngeri dan takut. Apa kata kata yang tadi bisa membuatnya mati sekarang? Dan dia tidak perlu menunggu 2 tahun lagi?
"Kau memang benar, aku pria yang tak berperasaan. Jadi jangan main main dengan ku. Atau---" Rezef menarik tubuh Gizella dalam dekapannya
Gizella merasa debaran jantungnya yang berdetak lebih kencang. Kini ia meras was was.
"Akan kutebas lehermu menggunakan pedang yang telah kau cabut itu dan mayatmu akan ku pajang di jendela itu" bisik Rezef tepat di daun telinga Gizella. Dan suara itu terus mengalun bagaikan terompet maut untuknya.
"TIDAK BISA!" Teriak Gizella.
"Kau kan Yang Mulia Paus Yang Maha Agung, tidak mungkin bisa melakukan kejahatannya seperti itu tanpa alasan" bantah Gizella dengan alasan.
"Aku bisa saja menyuruh seseorang untuk melakukannya tanpa mengotori tanganku" jawab Rezef mengintimidasi.
GLEK!
Gizella menelan ludahnya, mendongak kepalanya menatap Rezef merinding. Bahkan wajahnya sudah pucat.
Tidak tidak , aku tidak ingin mati! Aku harus menikmati hidupku dulu..
Apakah aku harus terus menuruti keinginan pria sialan ini?
__ADS_1