
Gizella dan Rezef telah sampai ke salon milik madam Maria. Mereka berdua langsung di sambut hangat oleh Madan Maria dan para pegawainya.
"Salam Yang Mulia Paus Rezef" seru Madam Maria membungkukkan badannya dengan hormat, di ikuti para pegawainya.
"Madam, saya ingin melihat pakaian yang saya pesan" ucap Rezef pada madam Maria.
"Saya akan menunjukkannya pada anda" madam Maria langsung pergi mengambil pakaian yang telah di pesan oleh Rezef.
Di sisi lain Gizella terkagum kagum melihat salon Madam Maria yang sangat mewah dan terdapat banyak gaun bagus yang di pajang di sana. Gizella menginginkannya, mengingat dirinya yang tidak pernah di ajak berbelanja oleh keluarganya.
"Wuah... Ini bagus sekali" kagum Gizella pada gaun berwarna putih dengan hiasan batu Ruby di sekelilingnya.
"Pasti sangat cocok denganku, tapi harganya sangat mahal" Gizella memegang gaun itu dengan yang tak mampu untuk membelinya.
Gizella diam sejenak, ia teringat bross yang menggambarkan lambang milik keluarganya. Kemudian ia merogoh rogoh saku miliknya untuk mencari bross nya itu.
Dan tada... Ketemu! Ia memegang bross itu dengan bangga dan tersenyum puas. Karena dengan bross itu dia dapat berbelanja sepuasnya tanpa khawatir dengan pembayaran.
"Pelayan tolong bungkus gaun yang ini ya" pinta Gizella pada salah satu pelayan yang ada di sana.
"Baik nona"
"Tunggu" langkah kaki Gizella terhenti saat melihat gaun berwarna pink putih" yang ini juga sangat bagus, aku mau bungkus juga" titahnya menunjuk gaun tersebut.
Pelayan tersebut langsung mengambil gaun yang di tunjuk oleh Gizella.
"Yang itu juga gaun berwarna biru muda"
Gizella menengok kesana kesini mencari madam Maria untuk membayar gaun yang akan ia belinya. Pada saat itu juga madam Maria baru saja keluar dari ruangan sebelah sambil membawa sebuah setelan pakaian untuk ksatria wanita.
"Madam" panggil Gizella, madam Maria langsung menoleh melihat Gizella yang sedang berjalan kearahnya di ikuti oleh pelayan yang membawa beberapa gaun.
"Madam, aku ingin membeli gaun ini" Gizella menunjukkan bross milik keluarganya itu pada madam Maria.
"Maaf nona, apa sebaiknya pembayaran nya masuk ke dalam tagihan Yang Mulia Paus Rezef " ucap Madam Maria yang berpikir kalau gadis yang ada di depannya itu adalah kekasihnya paus Rezef.
"Tidak saya ingin membayarnya sendiri!" Kekeh Gizella.
Rezef tersenyum tipis, melihat tingkah laku Gizella. Bisa bisanya dia selama ini berbohong tentang keluarganya yang hanya seorang bangsawan miskin. Kali ini Rezef tidak akan tinggal diam.
Rezef berjalan kearah Gizella, pandangannya tertuju sinis pada Gizella seakan akan ia mau di terkam sebagai mangsanya.
Apa dia marah? Karena aku membeli beberapa gaun di sini?
Rezef menyentuh dagu Gizella"bukankah kau bilang, kau berasal dari keluarga bangsawan yang miskin? Lalu ini apa?" Rezef mengambil bross yang berada di tangan Gizella.
__ADS_1
Gizella menepis tangan Rezef dari dagunya." Aku ini hanya anak dari seorang Count, bangsawan biasa di kekaisaran Enchancia"
"Kembali padaku!" Gizella berusaha meraih bross itu dari tangan Rezef. Tapi karena Rezef terlalu tinggi, sangat susah untuk mengambilnya kembali.
"Hanya anak seorang Count biasa yang memiliki tambang batu berlian dan emas" ujar Rezef dingin dan mengintimidasi.
"Kalau gitu biarkan aku pulang ke keluarga ku! Lalu mintalah pada ayahku yang kaya raya itu itu balas budi karena kau telah menyelamatkan nyawaku. Terserah kau mau minta apa, mintalah padanya"
"Aku ingin kau sendiri lah yang membayar hutangmu itu"
"Mintalah pada ayahku, aku ini hanya anaknya yang miskin..." Rezef hanya diam berdiri, sambil menatap bross milik Gizella itu.
"Kalau gitu kau harus membayar hutangmu dua kali lipat " ancam Rezef berbisik tepat di depan telinga Gizella dan menempatkan wajahnya di depan wajah gadis itu.
"APA? DUA KALI LIPAT?"
"Yang pertama kau berhutang nyawa padaku, yang kedua kau telah mencabut pedang suci"
"Aku sudah minta maaf akan hal itu"
"Kau tau lady Gizella ramalan tentang seseorang yang mencabut pedang suci itu?" Tanya Rezef menyeringai.
"Apa memangnya? Apa aku akan mati?" Tanyanya yang semakin penasaran.
"Kau gila ya? Kucing kali, melahirkan anak sampai 100"
"Kau harus bertanggung jawab dan melahirkan 100 anak untukku! Atau---"
"Atau apa?"
"Menjadi ksatria suci?"
"Baiklah aku memilih untuk menjadi seorang ksatria suci"
Meskipun kau adalah tipeku? Tapi aku tidak sanggup..
"Pakailah ini" Rezef mengambil baju yang ada di tangannya madam Maria lalu melemparnya pada Gizella." Mulai besok aku akan melatihmu!"
"Baik" ujar Gizella menghela napas.
"Jika tidak bisa menjadi seorang ksatria, kau harus melahirkan 100 anak untukku " ancamannya lagi.
"Berhentilah mengatakan hal itu! Apakah kau sangat ingin mempunyai anak dari ku Yang Mulia Paus Rezef?" Tanya Gizella.
Madam Maria dan para pelayan hanya tersenyum melihat tingkah laku mereka kedua"mereka berdua adalah pasangan yang sangat romantis " guman madam Maria tanpa sadar.
__ADS_1
"Madam tolong masukkan tagihan gaun yang di pilih Gizella kedalam tagihanku" pinta rezef.
"Baik Yang Mulia"
"Tidak, aku bisa bayar sendiri!" Gizella menjerit kesal.
"Tidak akan" singkatnya.
Menjelang sore hari cuaca berubah menjadi mendung dan berangin. Rezef meminta prajuritnya untuk menyiapkan kereta kuda untuk kembali ke istana. Setelah kereta kuda itu datang Rezef menjulurkan tangannya untuk membantu Gizella naik.
"Oho! Sejak kapan kau bersikap baik padaku?" Tanya Gizella mengejek.
"Aku harus baik tentunya, karena kau akan melahirkan 100 keturunan untukku" ejek balik Rezef.
"Hentikan! Ocehan mu itu" Gizella langsung naik sendiri kedalam kereta kuda tangan bantuan dari Rezef.
Rezef menggelengkan kepalanya pelan, dipikirannya sekarang ia sangat suka sekali meledek Gizella dengan kebohongannya tentang pedang suci. Sebenarnya itu hanya akal akalan Rezef saja agar Gizella tidak kembali ke keluarganya.
"Rezef ayo cepat" ujar Gizella yang sudah ada di dalam kereta kuda.
Rezef pun segera naik ke dalam kereta kuda miliknya. Ia duduk berhadapan hadapan dengan Gizella.
Di perjalanan pulang Rezef hanya diam saja menatap kearah jendela. Sementara Gizella merasa sangat bosan ia mencoba untuk mengajak Rezef mengobrol.
"REZEF?" Panggil Gizella berusaha mengajaknya berbicara.
Rezef dengan malas hanya diam mendengar namanya di panggil.
"Kau itu adalah manusia teraneh yang pernah ku temui" lanjut Gizella merasa bosan, Rezef hanya diam.
"Kau aneh, kau terkadang terlihat sangat menyeramkan, terus kau juga sangat menggoda, kadang kau juga sangat baik" ocehan Gizella.
"Hei! Jawablah, sepertinya aku sedang berbicara pada patung!" Decak Gizella kesal yang melihat Rezef tanpa reaksi apapun.
"Ayolah tersenyum! Kau tak asik sekali"ejek Gizella.
"Tidak!" Rezef memalingkan wajahnya.
Gizella yang sudah sangat sebal langsung menarik kedua pipinya Rezef dengan tiba tiba. Hal itu membuat Rezef menatapnya tajam.
"Senyum tuh kaya gini" kekeh Gizella, lalu menurunkan kembali tangannya dari wajah Rezef sambil memperagakan senyuman termanis. Membuat Rezef menyeritkan dahinya.
"Nah kan kau sangat tampan jika tersenyum"
Tiba tiba saat Gizella sibuk mengejek Rezef kereta kuda miliknya berhenti mendadak terdengar suara raungan dari luar Kereta.
__ADS_1