Menjadi Ibu Dari Anak Adikku

Menjadi Ibu Dari Anak Adikku
Bab 44


__ADS_3

Keesokan harinya Wilson bersiap siap pergi menuju ke istana untuk menemui kaisar Philip. Dia melangkah kakinya menuju kereta kuda yang akan ia guna menuju istana.


"Suamiku kau harus bisa membujuk kaisar Philip" pinta Diana mengantarkan suaminya menuju kereta kuda.


"Aku tidak yakin ini akan berhasil" jawab Wilson tak percaya diri.


"Jika kaisar Philip menolaknya, ancam saja kalau kita akan menyebar rumor kalau putri kita sedang mengandung anak dari Pangeran Clement" ujar Diana.


"Kau benar istriku! Aku akan ikuti saran darimu" ujar Wilson.


"Ayah?" Panggil Charlotte melirih.


"Maafkan ayah ya putriku" Wilson menghampiri Charlotte lalu memeluknya dengan erat."ayah janji akan membuat pangeran Clement bertangungjawab atas perbuatannya" Wilson melepaskan pelukannya.


"Aku percaya pada ayah" ujar Charlotte tersenyum bahagia.


Wilson mengusap lembut rambut putrinya, tersenyum lalu segera naik ke dalam kereta kuda dan ia menyuruh kusir untuk segera memacu kudanya.


Di sepanjang jalan menuju istana Wilson terus memikirkan bagaimana ia akan menyampaikan masalah ini kepada kaisar Philip. Apakah dia akan menerima putrinya untuk menjadi menantunya.


Setelah beberapa menit akhirnya Wilson sampai ke istana. Dia langsung menelusuri lorong istana untuk pergi ke ruangan kaisar Philip.


Di dalam ruangan kerjanya kaisar Philip sedang menikmati secangkir teh dan makanan manis.


"Sangat tenang dan damai sekali" ujar kaisar Philip sambil menyeruput secangkir teh.


Tak.


Tak.


Seorang pengawal tiba tiba masuk ke ruangan kaisar untuk menyampaikan sebuah pesan.

__ADS_1


"Yang Mulia Kaisar, Count Wilson ingin bertemu dengan Yang Mulia" ujar pengawal bersimpuh hormat pada kaisar.


"Kenapa Wilson ingin bertemu denganku?" Gumam Kaisar berpikir."Suruh dia masuk"


"Baik Yang Mulia Kaisar" Jawab pengawal itu lalu bangun berdiri.


Pengawal pun pergi untuk menyampaikan pesannya pada Count Wilson yang sudah menunggu di luar pintu.


CEKLEK!


Count Wilson memasuki ruangan Kaisar Philip ia langsung membungkukkan badannya memberikan hormat pada kaisar Philip.


"Salam Yang Mulia Kaisar Philip matahari dari kekaisaran Enchancia" ujar Wilson.


"Ada keperluan apa kau sampai menemuiku?" Tanya kaisar Philip.


Wilson menghela nafas berat." Saya ingin meminta pertanggung jawaban dari Pangeran Clement?" Ucap Wilson dengan wajah khawatir.


"Apa maksud dari perkataanmu itu?" Tanya kaisar Philip yang bingung dengan kata kata Wilson.


"APA?!" Teriak kaisar Philip kaget. Ia langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri Wilson."Jaga ucapanmu itu! Putraku tidak akan melakukannya hal seperti itu!" Bantahnya


"Itu benar Yang Mulia. Putri saya sedang hamil anak dari pangeran Clement" Jawab Wilson kekeh tak mau kalah.


Kaisar Philip sangat marah mendengar ucapan itu. Ia langsung mengambil pedangnya dan menyodorkan di leher Wilson.


"Ucapanmu itu adalah penghinaan terhadap Keluarga kekaisaran" ancam kaisar Philip.


"Yang Mulia tolong ampunilah saya" Wilson langsung bersimpuh di bawah kaki Kaisar Philip." Tapi Yang Mulia itu adalah kenyataan, jika tidak percaya anda bisa melakukan tes DNA mengunakan sihir" ujar Wilson.


"Itu hanya akal akal kalian saja! Kau ingin merusak rencana pernikahan putraku kan?" Pekik kaisar Philip mengores sedikit leher Wilson menggunakan pedangnya.

__ADS_1


"Tidak Yang Mulia! Tolong percaya padaku. Apa kau akan rela jika keturunan mu sendiri menjadi anak haram nanti" teriak Wilson.


"Baiklah aku lakukan tes DNA itu!" Kaisar Philip menarik kembali pedang." Tapi jika anak itu bukan anak Clement! Maka aku akan memenggal selalu anggota keluargamu!" Ancam kaisar.


"Terimakasih Yang Mulia kaisar atas kemurahan hati anda"


"Aku peringatkan padamu Wilson jangan sampai rumor ini menyebar! Jika sampai menyebar kau yang harus bertanggung jawab" ancaman kaisar Philip mengintimidasi.


"Saya berjanji tidak akan menyebar berita ini" jawab Wilson keringat dingin.


"Pergilah kau dari hadapanku sebelum aku berubah pikiran" usir kaisar Philip.


Wilson pun segera pergi keluar dari ruangan kaisar Philip. Sementara kaisar Philip memegangi kepalanya ia merasa pusing bagaimana bisa putra melakukan hal itu padahal sebentar lagi dia akan segera menikah.


Kaisar Philip pun pergi menemui Selir kesayangan Irene ibu dari pangeran Clement. Ia hendak meminta pendapat pada selirnya itu.


"Yang Mulia kaisar ada apa anda datang ke kamar saya?" Tanya selir Irene.


Kaisar Philip pun langsung duduk di sofa dan ikuti oleh selir Irene yang duduk di sampingnya.


"Irene, putra kita?" Ucap kaisar Philip tak sanggup melanjutkan.


"Kenapa dengan Clement Yang Mulia?" Tanya Selir Irene semakin penasaran.


"Clement telah membuat putri bungsu Count Wilson hamil" ujar kaisar Philip.


"Apa? Itu tidak mungkin pasti perempuan penyakitan itu berbohong. Dia sengaja mengatakan itu karena dia ingin menjadi seorang permaisuri" ujar selir Irene dengan wajah yang emosi.


"Iya aku juga berpikir seperti dan meminta untuk melakukan tes DNA besok di istana. Tapi bagaimana jika itu benar anak dari Clement? Haruskah kita membatalkan pernikahan Clement dengan Priscilla? Dan menyuruh Clement menikahi putri bungsu Count Wilson?" Tanya kaisar Philip cemas.


"Tidak pernikahan Clement tidak boleh batal! Begini saja jika benar itu memang anak Clement suruh aja putri bungsu Count Wilson itu menikah dengan Felix. Dia pasti akan sangat senang bisa menjadi seorang Duchess" saran selir Irene.

__ADS_1


"Kau benar Irene, aku tak rela jika menjadi putri bungsu Count Wilson yang penyakitan itu menjadi seorang permaisuri." Jawab kaisar Philip.


Akhirnya kaisar memutuskan untuk meminta Felix menikahi putri bungsu dari Count Wilson.


__ADS_2