
Di malam harinya Gizella tampak gelisah mencari cara untuk kabur dari kediaman Rezef. Nampak dirinya sedang menengok kearah jendela.
"Aku akan loncat lewat jendela" Gizella menengok kearah bawah jendela.
"Astaga tinggi banget" Gizella melangkah mundur.
Gizella berjalan bolak balik sambil berpikir keras secara tiba tiba sebuah ide muncul di kepalanya. Ia baru ingat akan Luminas dan Lucius.
"Luminas, Lucius aku butuh bantuan kalian" ujar Gizella.
Seketika sebuah cahaya memenuhi kamar itu dan muncullah mereka berdua dalam terangnya cahaya tersebut.
"Luminas, Lucius bantu aku keluar dari sini!" Pinta Gizella.
"Kontraktor kan punya kekuatan sihir yang hebat, masa ga bisa keluar dari sini sendiri sih?" Gerutu Luminas.
"Guna saja sihir transportasi " Jawab Lucius santai.
"Bagaimana caranya?" Tanya lagi Gizella.
"Bayangkan saja lokasi yang mau kontraktor tuju dan fokuskan sihir lalu selesai " jawab Lucius.
"Kontraktor kita memang payah" Luminas mengejek Gizella.
"Berani sekali kau mengejek ku Luminas " Gizella melempar bantal ke arah Luminas.
Luminas yang terkena lemparan tersebut menjadi panik lalu memegang wajah"astaga wajah tampanku"
"Kontraktor mumpung kau ada di kekaisaran suci sebaiknya kontraktor mencari tau tentang Saintess Amelia mungkin itu bisa menjadi jawaban dari penyakit yang diderita oleh kontraktor " ujar Lucius dengan serius.
"Kau benar, mungkin saja aku bisa mencegah ledakan dalam diriku"
***
Gizella berdiri memejamkan mata dan memfokuskan pikiran, membayangkan kamarnya di kediamannya. Sebuah cahaya mengitari tubuh mugilnya lalu ia membaca mantra sihir.
PLASH!
Tubuhnya menghilang sekejap dari kamar itu. Perlahan ia membuka matanya, mengamati sekitar. Wajah menyeritkan aneh, ia yakin bahwa ia membayangkan kamar di kediamannya tapi kenapa ia berada di dalam kamar yang berbeda.
Sial ini bukan kamarku!
Gizella menoleh ke sana sini mengamati ruang yang asing itu. Ruangan itu nampak sangat gelap sehingga Gizella sangat kesusahan untuk keluar dari kamar itu. Tanpa sadar ia tersandung menabrak sebuah ranjang tidur.
BRUK!
Dengan refleks Gizella langsung menarik selimut yang kebetulan ada di dekatnya untuk menahan dirinya terjatuh.
Ah sial, kenapa aku bisa ada di kamar dia!
Gizella melotot kaget sambil memegang selimut. Ia melihat Rezef yang tertidur pulas di ranjang tersebut.
Aku harus keluar dari sini..
Gizella buru buru meletakkan kembali selimut tersebut dan berjalan perlahan lahan ke arah pintu. Sesekali ia menengok kearah Rezef yang sedang tertidur pulas itu untuk memastikan dirinya benar benar aman.
Tapi kalau di liat liat Rezef lumayan tampan juga ya..
Ahh, dia masuk kedalam kriteria ku..
Gizella kembali melanjutkan langkahnya. Tapi sialnya Gizella menabrak sebuah meja yang membuat guci yang berada di atasnya menjadi goyang.
__ADS_1
Sebuah badan yang kokoh tiba tiba berdiri dibelakang Gizella yang sedang memegang guci yang hampir jatuh itu.
"SIAPA KAU?!"
Suara yang penuh dengan intimidasi terdengar membuat Gizella menoleh perlahan ke arah belakang. Tepat di hadapannya sebuah pedang sudah tertuju pada dirinya.
Matilah aku!
Bye Gizella Alison...
Dengan pasrah Gizella merelakan dirinya mati di tangan Rezef.
"Tunggu, kau" Rezef hendak menebas leher Gizella dalam kamarnya yang gelap itu. Tapi memfokuskan dirinya menatap wajah Gizella.
"Kenapa kau berada di sini?" Tanya Rezef sambil menurunkan pedang.
Gizella menghela nafas lega. tubuh menjadi lemas seketika yang membuat dirinya tersungkur di lantai.
"Cepat jawab pertanyaanku!"
Rezef mengeram kesal melihat Gizella mengabaikan perintahnya. Ia pun menyuruh Gizella untuk tidak pergi dari kamarnya.
"Kumohon lepaskan aku, aku tidak bermaksud ada dikamarmu" rengekan Gizella.
"Cepat berdiri!" Tegur Rezef, akibat di abaikan oleh Gizella.
Dengan cepat Gizella langsung berdiri dan menunduk malu pada Rezef.
"Sepertinya kau mengunakan sihir, untuk kabur dari sini tapi gagal" Sahut Rezef dingin.
"Sudah ku bilang biarkan aku pulang " teriak Gizella.
"Mungkin akan ada rumor yang menyebar bahwa kau menghabiskan malam bersamaku"
"TIDAK! BIARKAN AKU PERGI!"
Gizella tidak perduli pada perkataan Rezef ia pun berusaha untuk pergi melewati pintu kamar. Namun, Rezef mencegahnya ia mengendong tubuh Gizella dan membawanya ke ranjang tidurnya tanpa memperdulikan rontaan gadis didalam pelukannya.
"Kau mau apa? Ku mohon lepaskan aku" protes Gizella yang lagi lagi memikirkan hal negatif.
"Ingat Gizella kau masih berhutang budi padaku" ancam Rezef.
Meskipun wajahnya tampan, tapi aku tidak ingin hal itu terjadi...
Rezef meletakkan Gizella di atas ranjangnya dan menatap gadis itu intens.
"Jangan membantah lagi"
"TIDAK! JANGAN!" Gizella meronta-ronta.
"Diam dan tidurlah atau aku akan membuatmu tidur untuk selama lamanya."
"Tunggu ku pikir kau ingin.." ucap Gizella yang terputus karena Rezef menyela.
"Memang aku ingin apa? Atau sebaiknya ku tebas saja lehermu itu" Rezef yang kembali mengambil pedang lalu meletakkannya kembali di meja.
Ancaman Rezef membuat sekujur tubuh Gizella merinding. Berakhir menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya " Dasar psikopat!" Lirihnya dari dalam selimut.
Mungkin Rezef hanya sekedar mengancamnya saja, rapi siapa tau pria itu serius.
Jadi lebih baik, Gizella menurut saja daripada kehilangan nyawanya secara konyol.
__ADS_1
"Pilihan yang tepat, Lady Gizella"kekeh Rezef yang menyeramkan. Semakin membuat Gizella merinding.
"Dasar gila" umpat batin Gizella.
Rezef yang sedang duduk di kursi sambil menyilangkan kedua tangannya. Ia tertidur sambil duduk tapi suara rintihan terdengar dari mulut Gizella yang membuat Rezef terbangun seketika.
"Sakit sekali..." Rintih Gizella dengan mata terpejam.
Rezef yang mendengar itu langsung menghampiri Gizella yang sedang tertidur di ranjangnya itu. Ia melihat wajah Gizella yang penuh dengan keringat. Dengan refleks Rezef langsung menyentuh kening Gizella untuk memastikan suhu tubuh.
"Gawat, bagaimana mungkin bisa gadis sekecil ini mempunyai kekuatan yang begitu sangat besar" ujar Rezef yang masih memegang kening Gizella.
"Aliran mana dan kekuatan sucinya tak seimbang, jika dibiarkan akan terjadi ledakan pada jantungnya" guman Rezef yang terlihat khawatir.
"Tolong selamatkan aku.." lirih Gizella yang tiba tiba mengengam tangannya Rezef.
"Sejuk sekali"
Gizella merasa dirinya begitu panas namun seketika ia menjadi sejuk karena mengengam tangannya Rezef.
"Tidurlah lagi" bisik Rezef yang masih mengengam tangan Gizella.
Rezef memutuskan untuk tidur di sampingnya Gizella. Meski ia tidak bisa menetralkan kekuatan yang pada Gizella tapi setidaknya ia bisa meredakan rasa sakit yang Gizella rasakan dengan kekuatan yang ia miliki.
Rezef yang sedang berbaring di samping Gizella sambil mengengam tangannya. Ia tersenyum lebar menatap kearah Gizella.
"Kau adalah gadis yang istimewa, aku yakin kau adalah reinkarnasi dari Saintess"
_____
Pagi hari datang seperti biasa, kini 2 orang pelayan wanita sedang berada di depan kamar Rezef ia mengetuk beberapa pintu kamar itu namun tak ada jawaban dari dalam kamar.
Para pelayan itu pun langsung masuk sambil membawa air untuk cuci muka dan handuk.
"Maaf Yang Mulia Paus, kami masuk membawakan air cuci muka" ujar salah satu pelayan.
"Taruh saja di situ" ujar Rezef yang setengah sadar.
Kedua pelayan itu sangat terkejut melihat Rezef yang tidur bersama dengan seorang wanita disampingnya.
"Maafkan kami Yang Mulia, atas kelancaran kami" ujar pelayan itu serentak sambil sujud memohon ampun.
"Hoammmm... Eh kalian siapa?" Kaget Gizella saat melihat kedua pelayan tersebut memohon ampun.
"Tunggu aku dimana ini?" Tanya sambil melihat sekeliling kamar yang terlihat asing baginya.
"Sudah kalian semua bangun lah! Tolong layanin lady Gizella juga" titah Rezef pada kedua pelayan tersebut.
"Baik Yang Mulia " pelayan tersebut bangkit berdiri.
"Karena lady Gizella sudah berkerja keras semalaman " ujar Rezef dengan santainya.
"APA KAU SUDAH GILA YA" teriak Gizella yang langsung bangkit dari ranjangnya dan berdiri menjauh dari Rezef.
"Kenapa memangnya? Bukankah semalam kau sangat antusias" Tanya balik Rezef seraya bangkit dari ranjangnya lalu duduk.
"HENTIKAN! Omongan kosongmu itu"
"Pelayan cepat bantu lady Gizella untuk bersiap" titah Rezef.
"mari nona"
__ADS_1