
Capek, lelah
Itulah kata yang cocok untuk menggambarkan keadaan Gizella kali ini. Kaki dan tangan padahal masih sangat susah digerakkan. Namun, Rezef tetap menyuruh Gizella untuk melakukan pekerjaan.
Tugas pertama Gizella hari ini adalah membersihkan kuil suci milik keluarga kekaisaran. Yan tempatnya begitu sangat luas dan megah. Tapi, dia harus pasrah mengerjakannya, takut Rezef yang jahat itu akan menyiksanya.
Saat melakukan pekerjaan Gizella teringat kejadian tadi malam di kamar Rezef.
Kenapa aku bisa tidur seranjang dengan Rezef? Pasti akan muncul rumor yang aneh..
"Sudahlah tidak usah di pikirkan. Mendingan aku cepat cepat membersihkan kuil ini" guman Gizella mulai masuk ke dalam kuil.
"Oke mari kita bersihkan lantainya terlebih dahulu" ucap Gizella dengan tangan membawa sapu dan kain pel. Berjalan masuk ke kuil dan langsung menyapu seluruh lantai yang ada di sana.
"Oh iya lebih baik sekali saja aku mencari tau tentang Saintess Amelia di sini" Ucap Gizella yang langsung mengepel lantai.
Saat ada pelayan yang melewatinya, Gizella langsung tersenyum lebar menyapanya. Karena, ia tidak suka di anggap lemah oleh orang orang.
"Semangat nona Gizella, calon permaisuri kekaisaran suci!" Teriak pelayan muda yang melihatnya, Gizella balas tersenyum dan mengancungkan jempolnya tapi ia sedikit agak bingung dengan kata kata pelayan itu.
"Apa maksudmu menjadi calon permaisuri?"tanya balik Gizella.
"Semua orang sudah tau kalau nona menghabiskan malam bersama Yang Mulia" jawab pelayan itu penuh semangat.
"APA?"
"Akhirnya ada seorang wanita yang bisa menaklukkan hati Yang Mulia" pelayan itu mengelus dadanya merasa bersyukur.
"Tunggu sepertinya kalian semua salah paham" bantah Gizella.
"Yasudah semangat ya nona, saya pergi dulu" pelayan itu langsung berjalan meninggalkan Gizella sendiri di kuil.
Setelah hampir dua jam, akhirnya Gizella selesai membersihkan seluruh lantai di kuil itu. Lalu ia lanjut membersihkan altar menggunakan kain basah.
Gizella melihat sebuah pedang tertancap di bawah sebuah patung yang berbentuk seorang wanita yang sedang berdoa.
Gizella menglap pedang yang tertancap itu dengan kain basah "aku harus membersihkan pedang ini juga"
"Eh.. eh.. kok copot"
Pedang itu tiba tiba tercabut saat Gizella menglap gagangnya.
Aduh gimana ini? Matilah aku jika ketahuan oleh Rezef...
Ya Tuhan takdir macam apa yang kau berikan padaku?
Dengan wajah panik Gizella mencoba memasang kembali pedang tersebut. Namun usahanya sia sia.
Sial!
"Wah, kakak sangat hebat bisa mencabut pedang suci itu" ucap seorang gadis kecil pada Gizella.
"Eh, siapa kamu?" Heboh Gizella, langsung menyimpan pedang itu kebelakang tubuhnya.
Di depannya, berdiri seorang gadis kecil berambut emas bermata ungu yang menatapnya kagum dengan senyuman berbinar binar. Membuat Gizella langsung meleleh karena wajahnya yang begitu imut, seperti seorang malaikat yang jatuh dari langit.
"Kakak, luar biasa. Aku harus beritahu kakakku tentang hal ini" ucap gadis kecil itu penuh semangat.
"Jangan beritahu siapa pun tentang ini" Gizella menahan gadis kecil itu.
__ADS_1
"Ngomong ngomong siapa namamu? Aku baru melihatmu di sini?" Tanya Gizella, memandang wajah imut gadis kecil itu.
"Perkenalkan, namaku adalah Hanna adik dari Yang Mulia Paus Rezef" Gizella membalas mengangguk- angguk kepalanya.
Ternyata Rezef punya adik
Tapi kenapa adiknya sangat imut sekali berbeda dengannya yang sangat kejam
Hanna menatapnya dengan wajah meneliti " lalu siapa nama kakak?"
"Ah aku? Aku Gizella, gadis yang tersesat di kekaisaran ini" jawab Gizella.
"Gizella? Berarti kakak adalah calon kakak iparku" ujar Hanna tersenyum lebar.
"Tidak! Sepertinya Hanna salah paham. Aku tidak akan menikah dengan kakakmu" jawab Gizella.
"Kenapa? Padahal aku mendengar orang orang bilang kalau kakak sudah menghabiskan malam bersama " tanya Hanna dengan wajah polosnya.
"Karena kakakmu sangat jahat"
"Tidak! Kakak sangat mencintai kakak Gizella"
Ya ampun bagaimana bisa seorang anak kecil berpikiran seperti itu?
Gizella kini menampilkan wajah pura pura sedih, dia menatap kearah Hanna" kakakmu menawan ku sini, dia tidak membiarkanku untuk bertemu dengan keluargaku. Dia sangat jahat padahal aku sangat merindukan keluargaku"
"Tidak apa apa karena sekarang kita akan menjadi keluarga " timpal Hanna.
"Tapi aku di cambuk oleh dia, lihat kaki dan tangan ku biru biru begini. Itu karena kakakmu jahat, aku tidak mau disini, aku selalu di siksa olehnya dan jang--"
"Hm, benarkah?" Sontak Hanna dan Gizella menoleh kebelakang lalu melotot bersama.
Gizella membuang wajahnya kesamping.
"Astaga, apa kabar kakak?" Hanna bersiap untuk memeluk kakaknya.
"Hanna kenapa kau ada disini?" Rezef memeluk adiknya dengan hangat.
"Oh iya kakak, calon kakak iparku sangat hebat dia berhasil mencabut pedang suci" ujar Hanna sambil melepas pelukannya.
"Apa?" Kaget Rezef.
"Kakak aku kembali dulu ya. Habiskanlah waktu kalian bersama" Hanna pergi meninggalkan Gizella dan Rezef.
Gizella menoleh kearah Rezef yang sedang menatapnya dingin.
"Yang Mulia Tolong maaf saya, sungguh saya tidak sengaja mencabut pedang itu saat sedang membersihkannya" Gizella memohon ampun sambil menundukkan kepalanya.
"Ikut aku! Bawa pedang itu bersamamu" titah Rezef. Gizella berjalan mengikutinya dengan wajah takut sambil membawa pedang itu.
Apakah dia akan langsung membunuhku dengan pedang ini? Memangnya dia tidak berprikemanusiaan! Jelmaan iblis, aku ku buat kau menyesal jika berani menyentuh tubuhku!
______
Di kediaman Count Wilson seluruh keluarga sedang makan malam bersama. Mereka berbincang bincang dengan santai tanpa mengetahui keadaan yang menimpa putrinya Gizella.
"Ayah, ibu dimana Gizella? Kenapa dia tidak pernah ikut makan bersama? Sudah lima hari aku tidak melihatnya" tanya Orion kakaknya Gizella.
"Adikmu itu sedang dihukum" jawab Wilson sambil memotong steak yang di piring.
__ADS_1
"Memangnya apa yang ia lakukan?" Tanya Orion lagi.
"Gizella berusaha mencelakai adikmu Charlotte" jawab Wilson lagi.
"Dia memang pantas dihukum" sahut Diana yang ikut nimbrung.
"Ini sudah keterlaluan! Sudah lima hari Gizella dikurung dikamar. Aku akan membawanya ikut makan malam bersama " omel Orion. Tiba tiba merasa kesal pada kedua orang tuanya.
Orion hendak bangkit dari tempat duduknya untuk mengajak Gizella makan malam bersama tapi Charlotte menghalanginya.
"Kakak jahat! Kakak tidak sayang aku lagi " rengekan Charlotte.
"Aku menyayangi kalian berdua sebagai adikku"
"Orion kembalilah ketempat mu! Biarkan pelayan yang memanggil Gizella " titah Wilson.
Wilson menyuruh seorang pelayan untuk memanggil Gizella. Tapi pelayan itu melihat kamarnya yang kosong.
"Maaf Tuan Count, nona Gizella tidak ada didalam kamarnya" ujar pelayan itu.
"Apa berani sekali dia kabur dari mansion" ujar Wilson dengan wajah marah.
"Apa Gizella kabur?" Ujar Orion tak percaya.
"Bisa bisanya dia kabur" ujar Diana.
"Sudah nanti juga kembali sendiri" ujar Wilson dengan santai.
"Betul suami ku Gizella kan tidak pernah keluar dari mansion pasti dia akan segera kembali " jawab Diana.
Tiba tiba Marie pelayan setia Gizella datang ke ruang makan ia menjelaskan tentang Gizella pada Wilson.
"Maafkan saya Tuan Count, nona Gizella tidak kabur tapi nona Gizella menghilang sudah 5 hari yang lalu" ucap Marie sambil menundukkan kepalanya.
"Bagaimana mungkin dia bisa menghilang? Dia kan lagi dikurung di dalam kamarnya?" Tanya Wilson pada Marie.
" Sebenarnya nona meminta saya untuk menemaninya pergi ke ibu kota secara diam diam tapi tiba tiba saya kehilangan nona saat mau kembali ke mansion" ujar Marie tersedu sedu.
"Berani sekali kau menyelinap keluar dari sini"
PLAK!
Wilson menampar pipinya pelayan itu.
"Ampunilah saya tuan" Marie yang menangis.
"Kenapa kau baru beritahu kami kalau Gizella sudah menghilang selama lima hari?"Teriak Orion pada Marie.
"Maafkan saya Tuan muda, saya sudah memberitahu Tuan Count dan Nyonya Countess waktu itu"
Mendengar perkataan itu Wilson dan Diana teringat beberapa kali Marie mengatakan bahwa Gizella menghilang tapi mereka berdua berpikir itu hanya gurauan ada saja.
"Kita harus mencari Gizella" ucap Orion yang panik.
"Nanti juga kembali sendiri ke sini, lagi pula Gizella punya tubuh yang sehat pasti dia akan baik baik saja" ucap Diana yang nampak tak perduli.
"Ibu kenapa kau tega berkata seperti itu" Orion mengepalkan tangannya kuat, sedetik itu juga dia langsung pergi meninggalkan meja makan dengan perasaan campur aduk.
Di sisi lain sebenarnya Orion sangat menyayangi Gizella namun ayah dan ibunya menyuruhnya untuk lebih perhatian kepada Charlotte karena penyakitnya.
__ADS_1
Sialan!