
Pagi ini, Gizella berniat pergi ke kuil suci untuk mencari tau tentang Saintess Amelia. Ia hendak menyapa teman, yaitu Diana yang ada di kediaman Rezef.
Tapi langkahnya terhenti karena melihat Rezef sedang berbicara dengan ajudannya dengan serius di dekat taman kuil suci.
Rezef yang melihat Gizella, langsung meninggalkan ajudannya dan berjalan mengejarnya."mau kemana kau?"
Gizella berbalik badan, mengangkat dagunya tinggi tinggi."aku ingin pergi ke kuil suci"
"Aku akan menemanimu" ujar Rezef lalu menghampiri Gizella dengan wajar datang.
"Tidak mau, aku bisa sendiri"
"Tidak ada penolakan" ucap Rezef.
"Aih.. sudahlah" Gizella hendak berjalan meninggalkannya.
"Kau lupa sepertinya! Kita ini sedang menjalani hubungankan." Geram Rezef menatap Gizella yang mulai melangkah meninggalkannya.
Gizella membalik badannya, lalu menatap balik ke arah Rezef "astaga aku lupa. Kalau kita ini adalah sepasang kekasih he.. he...."
Rezef mendengus kesal." Bisa bisa kau melupakan kekasihmu yang tampan ini" Rezef menujukan pesona wajah.
Gizella membuat love dengan kedua tangannya lalu menunjukkan pada Rezef.
"I LOVE YOU"
Rezef hanya terdiam melihatnya. Lalu bibirnya berkedut tidak jelas." Kalau ngomong yang jelas"
"Artinya Aku mencintaimu"
Rezef tertawa gemas setelah mengetahui arti dari kata kata yang keluar dari mulut Gizella. Karena ini pertama kalinya ia mendengar ucapan seperti itu.
"Ayo coba ulangi lagi ucapanmu tadi!" Godanya sedangkan Gizella terdiam membisu. Enggan mengungkapkan untuk kedua kalinya.
"Ayo cepat kita kan mau ke kuil suci" Gizella buru buru berjalan cepat wajahnya seketika memerah.
Sesampainya mereka berdua di kuil suci, Rezef langsung memperlihatkan sebuah monumen patung berbentuk Saintess Amelia yang berada di depan altar.
"Dia adalah Saintess Amelia dan juga permaisuri kekaisaran suci pada zaman itu" Rezef menunjuk patung besar itu.
"Wuahh" kagum Gizella dengan mata melotot."apakah ada lukisan Saintess Amelia? Aku ingin melihatnya"
Rezef mengajak Gizella menuju suatu ruangan.
"Ini adalah kamar saintess" Rezef membuka pintu ruangan itu dan di dalamnya terdapat sebuah kamar tidur.
"Apakah ini barang barang milik Saintess?" Tanya Gizella.
"Benar"
Rezef membuka sebuah tirai yang menutupi dinding"Dan ini adalah lukisan wajah dari Saintess Amelia"
__ADS_1
Gizella menatap lukisan wajah Saintess Amelia yang terlihat berbeda dari dirinya.
"Ku pikir aku akan sama dengannya. Tapi, kenapa sangat perbeda? Saintess memiliki rambut perak dan mata emas sedangkan aku bermata merah Ruby" ujar Gizella bingung.
"Mungkin ini bisa membantumu" Rezef memberi sebuah buku tentang kekuatan suci pada Gizella.
"Wuah... Terimakasih semoga ini bisa membantuku" Gizella mengambil buku itu.
"Ada satu kebenaran yang harus kau ketahui"
"Apa itu?"
"Saintess Amelia pernah melakukan dosa besar. Ia mengkhianati kaisar suaminya itu dia melakukan perselingkuhan dengan seorang penyihir agung yang berada di kekaisaran Enchancia dan memiliki seorang anak" ujar Rezef menjelaskan.
"Lalu apa yang terjadi padanya?" Tanya Gizella semakin penasaran.
"Tentu saja kaisar merasa patah hati saat itu. Tapi ia tidak ingin berpisah dengan Saintess karena kaisar dan saintess memiliki seorang putra. Tapi saintess malah kabur bersama kekasihnya itu dan meninggal kaisar dan anaknya" jawab Rezef.
"Sungguh mengerikan sekali"
"Karena hal itulah kekaisaran suci bermusuhan dengan kekaisaran Enchancia sampai sekarang. Aku juga sudah berusaha untuk menciptakan kedamaian, tapi selalu saja gagal. Kau bisa lihat sendiri kan monster Utara yang menyerang kita waktu itu?" Ucap Rezef.
"Iya aku tau monster itu berasal dari wilayah Utara yang di pimpin oleh Grand Duke Felix " jawab Gizella.
"Benar, itu tanda mereka mengajak untuk berperang"
"Aku penasaran apakah saintess dan penyihir agung hidup bahagia?"
"Tidak ada yang tau tentang itu, tapi saintess mengirimkan buku hariannya pada kaisar saat itu. Tapi kaisar tidak bisa membacanya karena itu adalah bahasa makhluk suci" Rezef kemudian membuka sebuah laci, disana ia melihat sebuah buku harian dan memberikannya pada Gizella.
"Astaga, Rezef kau itu sangat serius sekali" ujar Gizella tersenyum.
"Karena aku adalah seorang Paus suci"
"Bagaimana kalau kita makan bersama"
"Dasar tukang makan, memang istanaku ini restoran"
"Yasudah aku makan sendiri saja"
Gizella melangkahkan kakinya keluar dari kuil suci dan ikuti oleh Rezef dari belakang.
Saat di meja makan, Gizella merasa senang. Dia pun tersenyum lebar. Menutup mulutnya, karena makanan enak sudah terhidang di depannya.
Gizella menarik kursinya, duduk dengan wajah berbinar binar. Rezef pun ikut duduk di depannya.
"Rezef, cepat buka piringmu! Agar aku juga cepat makan." Omel Gizella.
"Hem" jawab Rezef singkat.
Gizella tersenyum, lalu menarik sebuah mangkuk berisi sup di depannya. mengambil sendok dan garpunya bersiap mencicipi.
__ADS_1
Dengan wajah berbinar binar Gizella menyuapi sup tersenyum kedalam mulutnya.
"Eumhh kenapa enak sekali" guman Gizella, memakannya kembali.
"Seharusnya kau membuka restoran di istana ini"
"Gizella, kau sangat hebat dalam bertarung bagaimana jika kau menjadi ksatria suci " ujar Rezef.
"Sebenarnya itu semua berkat Luminas, dia masuk kedalam pedang itu. Aku hanya bergerak sesuai arahnya saja he.. he" Gizella tertawa kecil.
"Hadeh, ku pikir kau benar benar hebat " ejek Rezef.
"Tapi aku sudah sangat keren kan? Satu lagi aku sudah menyelamatkan nyawamu jadi hutangku sudah lunas ya"
"Kau masih punya hutang padaku "
"Aku sudah melunasi ya" decak Gizella kesal.
"Kau telah mencuri hatiku" ujar datar tanpa ekspresi.
"Hahaha apakah kau mencoba menggodaku dengan wajah dinginmu itu" Gizella tertawa terbahak bahak melihat ekspresi Rezef.
"Tersenyumlah jika ingin merayuku" Gizella memperagakan sebuah senyuman pada Rezef.
"Baiklah akan ku coba"
"Sayang bagaimana rasa makanannya?" Rezef tersenyum manis kearah Gizella.
" Jangan mengata sayang! Aku geli mendengarnya" cibir Gizella.
"Tapi beberapa waktu yang lalu kau baru saja mengatakan kalau kau mencintaiku. Aku juga geli mendengarnya" balas Rezef.
"Kau memang pria psikopat, kejam, tak berperasaan " gerutu Gizella cemberut.
Rezef menutup mulutnya. Berusaha menahan tawa melihat Gizella merajuk marah padanya. Dia terlihat seperti anak kecil.
__________
Sementara pangeran Clement dan Orion berusaha mencari Gizella ke seluruh wilayah kekaisaran Enchancia. Namun hasil nihil mereka tidak menemukan Gizella.
"Apa yang harus aku lakukan? Aku harus segera menemukannya" ujar Orion yang mulia putus asa.
"Orion kita pasti menemukan Gizella" ujar Clement menyemangati Orion.
"Seperti adikku itu kabur bersama seorang pria" ujar Orion.
"Seorang pria?"
"Iya, dia kabur membawa bross warisan dari keluarga kami, dan mengirim tagihan tagihan belanja" jawab Orion dengan wajah kesal.
"Kau yakin Gizella yang melakukan itu?" Tanya Clement yang tak percaya.
__ADS_1
"Siapa lagi kalau buka dia. Jika nanti sudah ketemu dia akan di hukum"
"Pikiran lagi Orion, mungkin saja Gizella memiliki alasannya " pangeran Clement menepuk bahu Orion. Tersenyum.