Menjadi Ibu Dari Anak Adikku

Menjadi Ibu Dari Anak Adikku
Bab 43


__ADS_3

Di kediaman keluarga Travium


Hoek... Hoek... Hoek...


Seorang gadis tengah memuntahkan isi perutnya saat sedang menyantap sarapan pagi bersama keluarganya. Seluruh ayah dan ibunya sangat panik melihat putri kesayangannya itu terus saja memuntahkan isi perutnya.


Ibunya membawakan teh hangat manis lalu membantunya kembali duduk di kursinya. Tubuhnya terasa sangat lemah, tenang sudah terkuras habis.


"Charlotte ibu sudah memanggil Oliver kesini dia akan memeriksa mu" ujar Diana sang ibu.


Setelah menunggu beberapa menit akhir Oliver datang dan Charlotte langsung di bawa ke kamarnya. Diana sang ibu membantunya untuk membaringkan tubuhnya yang sangat lemah itu.


"Saya akan memeriksa nona Charlotte" ujar Oliver dokter pribadinya.


Oliver memeriksa denyut nadi dan detak jantung Charlotte ia merasa ada keanehan pada tubuh Charlotte. Ia merasa kalau Charlotte itu sedang hamil tapi dengan keraguan Oliver memeriksa ulang tapi hasilnya tetap sama saja.


"Bagaimana keadaan anak saya Oliver?" Tanya Wilson sang ayah dengan wajah khawatir.


"Sebelumnya saya mau minta maaf terlebih dahulu untuk pertanyaan yang akan saya ajukan ini. Apakah nona Charlotte berhubungan dengan seorang pria belakangan ini?" Tanya Oliver.


"Memangnya apa yang terjadi apa putriku?" Tanya Diana sang ibu.


"Nona Charlotte sedang hamil"


Airmata Diana menetes dengan bibir gemetar menumpahkan tangisan kecewa serta ketakutan yang menusuk jiwanya saat mendengar putri kesayangannya itu hamil.


"Tidak, itu tidak mungkin" Diana bersimpuh dengan jeritan memohon yang berulang ulang.


"Kau pasti salah Oliver! Putriku tidak mungkin hamil" teriak Wilson.


"Saya juga sangat terkejut. Tapi saya sudah memeriksa nona Charlotte berkali kali dan hasilnya pun sama" Jelas Oliver tak percaya.

__ADS_1


Wilson memejamkan matanya ia teringat kejadian beberapa minggu lagi saat abis pulang dari acara pesta ulangtahun pangeran Clement, bahwa putrinya Charlotte mengatakan kalau ia habis bermalam dengan pangeran Clement. Apa jangan jangan Charlotte hamil anak pangeran Clement?


Hoek... Hoek... Hoek...


Charlotte merasa mual mual lagi, ia langsung memutarkan sarapan yang tadi ia makan. Seluruh keluarga pun langsung di buat panik lagi.


"Hoek!" Charlotte menutup mulutnya dengan tangan."ibu sakit sekali perutku" lirihnya.


"Oliver kenapa mual nya tidak berhenti juga?" Tanya Diana histeris.


"Itu wajar mengingat nona Charlotte sedang hamil muda" Jawab Oliver.


"Oliver sebaik kamu tidak membicarakan ini kepada orang luar ya! Saya tidak ingin masalah ini sampai ada yang tau" titah Wilson.


Oliver pun mengangguk mengiyakan perkataan Count Wilson. Dia pun langsung pergi setelah memberikan beberapa obat untuk ibu hamil kepada nona Charlotte.


Charlotte yang terbaring lemas di ranjangnya pun berkata."ayah ini pasti anaknya pangeran Clement!" Ucapannya percaya diri.


"Jika itu memang anaknya. Hancurlah keluarga kita!" Ucap Wilson.


"Itu tidak mungkin! Pangeran Clement akan segera menikahi Lady Priscilla, bagaimana jika mereka membunuh Charlotte?"Jawab Wilson.


"Itu tidak mungkin! Putri kita sedang mengandung anak dia"Ujar Diana.


Wilson terdiam tak bisa menjawab perkataan istri, ia berpikir dengan keras mencari jalan keluar untuk masalah ini.


Wilson dan Diana merasa begitu kecewa, marah dan juga sedih dengan apa yang menimpah putri kesayangannya mereka. Orangtua mana yang tidak merasakan seperti itu jika putri kesayangannya yang ia rawat dan di jaga sampai tumbuh besar, yang selalu di turuti keinginannya tapi di rusak oleh lelaki yang tidak akan bertanggung jawab atas perbuatannya.


"Suamiku kita tidak punya pilihan lagi" ujar Diana.


Charlotte menangis dengan kepala menunduk." Ayah ibu, aku ingin menikah dengan Pangeran Clement" Isak tangisnya.

__ADS_1


"Iya kamu pasti akan menikah dengan pangeran Clement." Diana mengusap airmata Charlotte.


Wilson yang tak tahan melihat kesedihan putri kesayangannya itu. Tak tau apa yang harus ia lakukan, dia sangat bingung apakah harus meminta pertanggung jawaban pangeran Clement? Tapi itu mengancam keselamatan keluarganya.


"Ayah maafin Charlotte ya.. hiks.. hikss. Aku janji jika nanti aku menjadi seorang permaisuri aku akan membahagiakan kalian semua" tangis Charlotte yang tiba tiba bersimpuh di kaki Wilson.


Wilson dan Diana menangis tersedu sedu sendari tadi. Putri kesayangannya yang selalu dia manja berbuat hal menjijikan seperti itu lebih parahnya lagi sudah ada hasil dari perbuatannya.


"Putriku kenapa kau harus menjadi seorang pelacur untuk memenuhi keinginanmu sebagai seorang permaisuri?" Ucap Wilson dengan nada yang penuh sakit hati.


"Suamiku yang kau katakan itu tidak pantas! Putri kita sedang mengandung anak dari pangeran Clement, penerus kekaisaran Enchancia. Jangan ucapanmu itu!" Ucap Diana tak terima putri kesayangannya di hina.


"Charlotte sayang, tenang saja ibu sendiri yang akan pergi ke istana dan meminta pertanggung jawaban pangeran Clement dan kamu akan menjadi permaisuri kekaisaran ini" ujar Diana sembari menghampiri Charlotte yang bersimpuh di depan kaki Wilson.


"Hiks.. aku percaya pada ibu"


Diana langsung memeluk erat putrinya. Ia tidak bersalah karena telah mengandung anak pangeran Clement. Jadi Diana tidak bisa marah pada Charlotte.


"Aku hanya menuruti kemauan pangeran Clement saja"


PLAK!


"Suamiku!!" Teriak Diana sembari menjaga tubuh Charlotte agar tidak jatuh.


Sakit yang di rasakan Charlotte sangat sakit di pipinya. Tapi tak sebanding apa yang telah ia perbuat pada keluarganya. Ayahnya yang sangat menyayangi dan selalu memanjakannya dan yang selalu mengutamakan dirinya di bandingkan saudaranya yang lain tega menamparnya. Tapi Charlotte pantas menerima karena telah mempermalukan keluarganya.


"Apa kamu tidak bisa menolak permintaan pangeran Clement saat itu hah?! Kamu tau kan pangeran Clement itu akan menikah dengan Priscilla anak dari Duke Calen penguasa daerah Selatan. Punya otak tuh di pakai, kamu itu sudah dewasa bukan anak kecil lagi"


"Tapi mungkin ini adalah salah ayah yang terlalu memanjakan kamu. Ini adalah kesalahanku karena tidak mendidikmu dengan benar " ucap Wilson menyalahkan dirinya sendiri.


"Hiks... Ayah. Pasti pangeran akan menikahi aku! Karena aku telah mengandung anaknya! Dia pasti akan menjadi aku permaisuri" ucap Charlotte dalam Isak tangisnya.

__ADS_1


Diana memeluk putrinya lagi dengan erat sambil menangis." Ibu akan membujuk ayahmu agar mau ke istana dan menemui kaisar Philip. Mereka pasti tidak ingin membiarkan keturunannya menjadi anak haram" ujar Diana sembari melepaskan pelukannya dan menghapus air mata putrinya.


Charlotte kemudian mengangguk dan percaya pada perkataan ibunya.


__ADS_2