Menjadi Ibu Dari Anak Adikku

Menjadi Ibu Dari Anak Adikku
Bab 36


__ADS_3

“Pesta dansa ulang tahun pangeran clement...?” Gizella undangan yang diberikan oleh Rezef kepadanya.


“Kita akan datang bersama” ujar Rezef yang duduk di hadapan Gizella.


Gizella menutup kertas undangan tersebut lalu menatap Rezef “menurutmu bagaimana? Jika orangtuaku tahu kalau kita datang bersama ke pesta ulang tahunnya Clement? Dan terlebih lagi para tamu undangan pasti akan sangat terkejut melihat aku denganmu?”


“bukankah itu akan menjadi kejutan yang sangat besar” Rezef tersenyum puas.”aku sangat penasaran reaksi kedua orangtuamu saat nanti aku melamarmu Gizella”


“tentu saja mereka akan sangat kaget melihat anaknya yang selama ini di abaikan dan sekarang memiliki seorang kekasih yang sangat hebat sepertimu” ujar Gizella bangga.


“kalau begitu kau harus tampil cantik dan menjadi bintang utama di pesta itu”


“tentu saja”


“ini adalah waktu yang tepat untukmu membalaskan dendam. Ingatlah aku selalu ada untukmu Gizella” ucap Rezef.


_________


Pesta dansa ulang tahun pangeran Clement. Gizella menyiapkan dirinya untuk menghadiri acara tersebut. Ia mendatangi kamar pakaian yang sudah di siapkan oleh Rezef, lalu sudah berjejer rapih gaun gaun mewah yang khusus di siapkan oleh Rezef untuk di pakai ke acara pesta ulang tahun pangeran Clement.


“astaga ini terlalu berlebihan sekali” kagum Gizella mengingat dirinya hanya memiliki gaun sederhana saat tingga di kediaman orangtua nya.


Gizella sangat bingung memilih gaun yang akan ia kenakan, karena semuanya terlihat sangat mewah sekali. Lalu gizella tertarik dengan gaun berwarna biru muda yang tidak mengembang dan bagian pahanya terbuka. Walau Gizella agak cangung melihat pahanya sendiri apabila ia mengambil langkah untuk berjalan tapi disisi lain ia merasa ini pengalaman baru dalam hidupnya. Ia ingin tampil lebih elegan, menawan dan tidak ingin di pandang rendah oleh keluargannya dan bangsawan di kekaisaran Echancia.


Gizella pun langsung meminta bantuan para pelayan untuk memakai gaun tersebut.


“nona sangat cocok sekali menggenakan gaun tersebut.”puji pelayan wanita tersebut mengagumin kecantikan Gizella.


“terima kasih”


“Yang Mulia Rezef pasti sangat senang”


Setelah selesai memakai gaun dan merias diri Gizella langsung menemui Rezef di aula istana. Gizella langsung turun dari tanga dan memandangi Rezef yang menggunakan pakaian formal kaisar dan jubah kebangsaannya. Dia tampak sangat tampan dengan rambut peraknya yang berkilau serta mata emasnya yang tampak bersinar.


“kau sangat cantik sekali Gizella” Rezef menghampirinya dan mencium tangannya. Rezef mengagumi kecantikan dan keindahan postur tubuh Gizella.

__ADS_1


“bagaimana menurutmu penampilanku ini? Agak aneh ya?” Gizella mengigit bibirnya sendiri seraya memutarkan tubuhnya di depan Rezef.


“sempurna. Ini dia calon masa depan permaisuri kekaisaran suci” Rezef dengan bangga mengatakan itu, tatapannya kepada Gizella penuh dengan cinta dan sayang. Rasa senang tergambar jelas di mata rezef saat melihat senyuman Gizella.


“Gizella kamu harus pakai sarung tangan ya” titah Rezef.


“kenapa memangnya?” tanya gizella bingung.


“aku tidak ingin calon permaisuri masa depanku tangannya kotor karena orang orang dari kekaisaran Enchancia.” Titah Rezef.


“baiklah aku akan memakai sarung tangan”


___________


Di kekaisaran echancia pesta dansa untuk ulang tahun pangeran clement sedang diadakan dengan sangat meriah. Pangeran Clement tampak sangat tampan menggunakan pakain formalnya sebagai pangeran mahkota dan jubah kebangsaan kekaisaran Enchancia. Dia duduk di atas kursi penerus tahta dan di temani oleh ayahnya kaisar philip dan ibu tirinya permaisuri ariana.


“terima kasih para tamu undangan yang sudah hadir di acara pesta ulangtahun pangeran mahkota. Semoga kalian menikmati acaranya” ujar kaisar philip.


“selamat ulang tahun kepada Pangeran mahkota. Semoga kebahagian selalu meryertaimu. Satu hal yang perlu Anda ingat bahwa saya sebagai permaisuri kekaisaran ini sangat menyayangimu dan mencintaimu” ujar permaisuri Ariana.


Tak sanggup lagi menahan diri haru, Pangeran Clement pun segera menabrakan tubuhnya pada sang permaisuri. Ia memeluk permaisuri dengan begitu erat, dan hampir saja menumpahkan tangisnya di sana karena begitu senang akhirnya permaisuri menerimanya sebagai seorang anak yang mengingat dirinya adalah anak dari seorang selir.


Para tamu undangan bersorak sorak menyambut pesta di mulai. Mereka begitu sangat antusias dengan pesta tersebut, terutama para lady yang ingin berdansa dengan pangeran Clement.


“selamat ulang tahun pangeran mahkota Clement matahari kecil dari kekaisar Enchancia. Semoga pangeran akan menjadi seorang kaisar yang sangat bijaksana dan di berikan umur panjang” ujar Lady Priscilla membungkuk hormat pada pangeran clement.


“terima kasih banyak lady” Pangeran clement mencium tangan Lady Priscilla tanda sebuah penghormatan.


“lady Priscilla saya sangat senang Anda bisa hadir di acara ulang tahun putraku” ujar selir irene tertawa yang tiba tiba datang.


“salam yang mulia selir irene” priscilla membungkuk hormat pada selir irene.


“kau adalah anak yang sangkat baik. Aku akan sangat senang bilang mempunya menantu sepertimu” ujar selir irene dengan senyuman.


“Anda terlalu memuji saya” jawab priscilla merendah.

__ADS_1


“ngomong ngomong apakah lady priscilla sudah mempunyai partner dansa?” tanya Selir Irene.


“sepertinya saya akan berdansa dengan kakak saya” Jawabnya singkat.


“bagaimana Lady Priscilla berdansa dengan Pangeran mahkota saja” pinta selir Irene menengkok kearah Pangeran clement memberinya tanda.


Pangeran Clement pun menyadari tanda dari ibunya itu tapi sejujurnya dia hanya ingin berdansa dengan gadis yang ia cintai yaitu Gizella. Tapi karena tidak ingin menimpulkan masalah Pangeran clement pun mengiyakan permintaan ibunya itu.


“apakah Lady Priscilla bersedia untuk menjadi berdansa dengan saya” Pangeran Clement menjulurkan tangannya.


“saya merasa terhormat bisa berdansa dengan Yang Mulia Pangeran Clement” Priscilla menjabat tangan Clement.


Mereka berdua langsung pergi ke aula dansa. Sementara di sisi lain keluarga Count Wilson sedang sibuk membujuk Charlotte yang ngambek tidak bisa berdansa dengan pangeran Clement.


“aaaahhh ayah aku hanya ingin berdansa dengan pangeran Clement saja” rengekan charlotte.


“sayang tenanglah kamu pasti nanti akan berdansa dengan pangeran clement” bujuk Diana pada charlotte.


Wilson menatap putrinya itu lalu berkata.” Charlotte dengarlah pangeran Clement pasti tidak akan menolak untuk berdansa denganmu karena putriku ini sangat cantik''


Wilson tersenyum pada anaknya.


“benar Charlotte kita sangat cantik, tidak ada pria yang bisa menolaknya” sahut Diana.


‘benarkah ayah, ibu?” tanya Charlotte.


“tentu saja putriku kan paling cantik” jawab Diana lagi.


“charlotte bagaimana sambil menunggu pangeran clement selesai dansa. Maukah Anda berdansa dengan saya?” pinta Oliver sambil berlutut mencium tangan Charlotte.


“baiklah” jawab charlotte.


Oliver kembali berdiri.”saya sangat senang bisa berdansa dengan nona Charlotte” Oliver tersenyum memandang wajah charlotte.


Alunan musik pun mulai terdengar Pangeran Clement dan Lady Priscilla memulai pembuka pesta dansa di ikuti oleh para tamu undangan.

__ADS_1


__ADS_2