Menjadi Ibu Dari Anak Adikku

Menjadi Ibu Dari Anak Adikku
Bab 38


__ADS_3

Setelah alunan musik berhenti para tamu undangan berhenti berdansa begitu juga keluarga kekaisaran.


“aku sangat senang Rezef, bisa berdansa denganmu” ujar Gizella tersenyum manis.


“aku juga, lihatlah sepertinya sekarang kau menjadi bintang utama di pesta ini” Rezef menyuruh Gizella melihat orang orang yang menatapnya.


“kau tau Rezef? Mereka sedang menatap kekasihku yang sangat tampan ini” Gizella bisik menggoda pada Rezef.


Rezef berbaling menoleh kearah Gizella menbuat wajah mereka sangat dekat “mereka juga sedang menatap kekasihku yang sangat cantik ini”


Wajah Gizella langung memerah seketika mendengar perkataan dari Rezef. Kali ini Rezef benar benar sudah menjinakkan hatinya Gizella.


“Gizella!” panggil Orion dengan nada tinggi.


“kakak?”


Orion segera menghampiri Gizella yang tengah bersama Rezef saat itu.


“salam Yang Mulia Paus Rezef, saya meminta izin untuk berbicara pada adik saya” Orion menundukkan tubuhnya menunjukkan rasa hormat.


“saya tidak mengizinkan Anda berbicara dengan kekasih saya!” titah Rezef menatap sinis.


Hal itu membuat Orion kesal tapi ia harus menahannya karena Rezef adalah seorang kaisar. Dia tidak bisa membantah perintah seorang kaisar apalagi dia juga kaisar dari negara suci.


“tidak apa apa Rezef, aku juga ingin berbicara dengan keluargaku” Gizella tersenyum berusaha menyakinkan Rezef.


“tapi jika mereka melukaimu lagi. Aku akan mengadakan perang terhadap Keluarga Count Wilson” ancam rezef menyeringai seram.


Orion menelan ludah dengan berat mendengar ancaman langsung dari paus Rezef. Begitu istimewa kah adiknya Gizella sampai sampai dia rela mengadakan perang.


“tenang saja Yang Mulia aku tidak akan menyakiti adikku sendiri” Jawab orion.


Rezef sebenarnya sangat berat hati meninggalkan Gizella sendirian menghadapi keluarganya. Tapi dia juga harus bertemu dengan kaisar philip dan duke felix untuk membahas tentang penyerangan monster utara yang tiba tiba muncul di kekaisaran suci.

__ADS_1


“Jaga dirimu, aku akan menemui kaisar dulu ya” Rezef pergi meninggalkan Gizella.


Lalu Orion mengajak Gizella untuk bertemu ayah dan ibunya yang sudah menunggunya di ruang istirahat.


“gizella ayah dan ibu ingin bicara denganmu” ujar wilson.


“gizella bisa bisa kau mencuri bross warisan keluarga Travium!” teriak Diana marah lalu mengangkat tangannya mau menampar gizella.


“ibu hentikan!’ Orion menepis tanga ibunya yang hendak menampar Gizella.


“ibu harus berikan pelajaran pada anak sialan seperti dia” ancam diana.


“hentikan kalian semua apakah kalian ingin mempermalukan ku di pesta ini” ujar wilson berusaha tenang.


“ibu aku akui aku salah. Tapi aku juga ingin kalian perduli padaku” lirih Gizella.


Lagi lagi diana tak dapat menahan emosinya di hendak memukul gizella lagi. Kali ini orion benar benar harus menahan ibunya.


Ibu langsung diam mematung takmbisa berkata apa apa. Lalu gizella menatap ibunya dengan tatapan tak percaya sampai segitunya ibunya membenci hingga ingin berkali kali memukulnya.


“ibu pasti sangat membenciku ya?” tanya gizella.


“kaya nya kalau ibu di suruh membunuh salah satu anak ibu, aku rasa tanpa berpikir panjang ibu pasti akan membunuhku” ucap gizella.


“kamu ini ngomong apa sih gizella?!” tegur wilson yang sedari tadi diam.


Mereka hanya berbicara berempat saja karna charlotte sedang pergi berbincang bincang dengan para lady di pesta ulang tahun Clement.


Gizella menoleh kearah sang ayah yang sedang menatapnya “aku Cuma bilang apa yang ada di dalam pikiranku saja, buktinya ibu selalu memukul dan menamparku setiap kali aku tidak menuruti keinginan kalian semua”


“ibu memukul dan menamparmu karena kau berbuat salah” bantah diana.


“tapi jika charlotte dan kak orion yang berbuat salah kenapa ibu tidak memukul atau menampar mereka? Artinya kalau ibu di suruh membunuh salah satu dari kita, ibu tanpa ragu pasti langsung membunuhku!” ujar gizella.

__ADS_1


“gizella, ibu mana mungkin ngelakuin itu, dia yang mengandungmu lalu melahirkan mana ada ibu yang tega membunuh anak kandungnya” sela orion saat melihat suasana sudah mulai menegang.


“oleh kerena itu aku rasa aku bukan anak kandung ayah dan ibu” ujar gizella dengan berani.


“GIZELLA!” teriak diana, wanita hendak menampar wajah gizella lagi. Namun kepikiran kata kata orion.


Gizella dengan berani menatap sang ibu yang sudah melotot dengan wajah memerah.


"apa? Ibu ingin memukulku lagi di depan semua orang disini? Itu berarti aku beneran bukan anak kandung ayah dan ibu? Kalian gak akan pilih kasih!”


“ibu dan ayah pernah gak sih ngerasa kalau kalian berdua itu pilih kasih! Kalian selalu lebih sayang pada charlotte! Kalian ga pernah adil” tanya gizella, suara gadis itu mulai bergetar, gizella akan selalu menangis jika berbicara masalah kasih sayang dengan kedua orangtuanya, dia akan menangis saat di bentak dan saat membentak.


“kalian semua sayang gak sih sama aku?”


“apa karena warna rambutku yang berbeda dari kalian? Tidak seperti charlotte dan kak orion?” lirih gizella.


Nafas ibunya memburu, wanita itu sepertinya sudah sangat marah.


“pikiran kamu salah gizella! Charlotte itu sedang sakit sedangkan kamu itu sehat. Wajar jika ayah dan ibu memberikan kasih sayang yang lebih pada adikmu!” diana menangis membuat gizella ikut menangis.


“charlotte itu sedang sakit, aku benci dengar kata kata itu! Ibu juga tidak apa apa tentang diriku kan?” isak tangis gizella mengingat dirinya akan meninggal dua tahun lagi akibat ledak mana di dalam tubuhnya.


“jika aku mati pun kalian pasti tidak akan merasa sedih bukan?”


“aku hanya ingin kalian bersikap adil tidak pilih kasih! Sangat sakit jika di abaikan dalam keluarga sendiri selama bertahun tahun merasa kesepian, ayah sama ibu selalu sibuk memanjakan dan memperhatikan charlotte sedangkan aku? Apa kalian pernah menanyakan keinginan aku? Bahkan kalian selalu memintaku mengalah terus”


“aku selalu mengalah demi charlotte, aku turutin keinginan kalian untuk tidak bersekolah di akademi demi charlotte, aku juga selalu memakai pakaian bekas charlotte, aku juga tidak pernah merasakan tidur bersama ayah dan ibu gak kaya charlotte dan kak orion, aku juga gak pernah di peluk sama kalian semua, ibu juga ga pernah ngerayain ulangtahunku. Ulangtahunku selalu kalian tunda dengan alasan charlotte yang sedang sakit” sambung gizella pilu.


“GIZELLA” diana semakin menangis kencang, orion menghampiri ibunya lalu memegang pundak ibunya sambil mengusap pelan.


“apa kalian pikir itu tidak menyakiti aku?” gizella marik nafa sesak.


Gizella menatap ibu dan ayahnya dengan sendu, dia memegangi dadanya “aku hanya ingin merasakan kasih sayang dari kalian, seperti kalian semua menyayangi charlotte! Apakah aku harus sakit dulu untuk mendapatkan kasih sayang dari kalian semua” lirih gizella, suara gadis itu mulai menghilang karena isak tangis.

__ADS_1


__ADS_2