Menjadi Ibu Dari Anak Adikku

Menjadi Ibu Dari Anak Adikku
Bab 26 Serangan Mendadak


__ADS_3

Didalam kereta kuda Gizella terus mengoceh tanpa henti di depan Rezef. Meskipun Rezef tidak menanggapinya ia tetap tak hentinya mengoceh. Tapi sebenarnya Rezef sangat menikmati tingkah lucu Gizella yang selalu terus terang tanpa takut memandangnya.


DUGHH!


Gizella dan Rezef nyaris terjatuh jika saja tak sigap menyeimbangkan dirinya.


Rezef membuka tirai dan bertanya kesal pada kusir kuda"kenapa berhenti mendadak? Ceroboh sekali!" Omelnya.


"Maaf Yang Mulia, ada sekelompok monster yang menhadang jalan kita" ujar kusir kuda itu.


"Sepertinya monster tersebut berasal dari wilayah Utara" ujar seorang ksatria yang tiba tiba nyambung sambil naik kuda beriringan dengan kereta kuda yabg di tumpangi oleh Rezef.


Rezef mendecih pelan.


Kenapa bisa ada monster wilayah Utara disini?


Sialan! Dasar penghianat Duke Felix!!


"Uuh, ada monster menhadang kereta kita?" Ujar Gizella, dengan tatapan ngeri.


Rezef mengusap puncak kepala Gizella dengan lembut. " Jangan khawatir, aku akan melindungimu" sahutnya penuh senyuman, berusaha menenangkan Gizella.


Kenapa manusia bajingan ini, tiba tiba bersikap baik padaku? Ada yang ga beres ini? Salah makan kah dia?


Gizella terkekeh geli melihat tingkah laku Rezef "Kenapa kau tiba tiba bersikap baik padaku? Jangan bilang kau diam diam menyukaiku ya?"


Rezef yang tiba tiba langsung memeluk Gizella dengan gemas. Disusul dengan helaan nafas panjang, ia merasa berat meninggalkan Gizella sendirian"aku keluar dulu, karena aku harus melindungi calon ibu dari 100 anakku. Aku akan berusaha menyelesaikannya secepat mungkin"


"Hentikanlah! Aku bosan mendengar ocehanmu itu!" Gizella melepaskan pelukannya dari Rezef.


"Ingat hati hati, jangan sampai mati"


Rezef menangkup wajah Gizella khawatir sambil mengancamnya " jangan tinggalkan kereta ini jika tubuhmu tidak ingin tercabik cabik oleh monster" suara dingin dan mengintimidasinya mengubah suasana seketika.


"Aku mengerti" sahut Gizella patuh, supaya rezef bisa fokus melawan monster tersebut.


"Aku meninggalkan pedang suci ini untukmu, jika terjadi sesuatu segera melawan" ujar Rezef.


Gizella melambaikan tangannya, melepaskan kepergian Rezef menumpas para monster itu. Ia berharap Rezef baik baik saja karena ia tau jelas kemampuan Rezef saat menolongnya saat itu.


Ia adalah seorang tiran yang kejam, pasti akan sangat mudah baginya melawan para monster tersebut.


Ah, aku bisa santai di dalam kereta kuda ini..


Namun bagi bagaimana jika Rezef terluka saat melawan para monster tersebut?


"Tunggu? Kenapa aku jadi mencemaskan pria itu" cetus Gizella kala tersadar.


"Pria kejam sepertinya tidak pantas ku cemaskan karena dia pasti mampu melindungi dirinya sendiri. Lebih baik aku mencemaskan diriku sendiri yang lemah ini. Bisa saja aku di terkam oleh monster itu" Gumannya ngeri.

__ADS_1


Ia bergidik sendiri memikirkan kemungkinan terburuk itu. Kemudian mengintip keadaan di luar kereta supaya siap siaga.


Pemandangan para manusia yang melawan para monster, mereka saling membunuh satu sama lain. Menghadirikan rasa ngeri tak terkira dalam diri Gizella.


Gizella ketakutan dan ngeri melihat para ksatria yang tewas di makan oleh para monster tersebut tanpa belas kasih mencabik cabik tubuh ksatria. Andai ia punya kekuatan, ia pasti akan melindungi nyawa semua orang. Ia pasti akan menciptakan negri yang damai tanpa ada pertumpahan darah.


Ah! Seketika Gizella teringat dengan sihir pemanggilan, ia kan memiliki kekuatan memanggil makhluk suci dan Spirit. Tapi kenapa aku bisa lupa seperti itu ya? Baiklah aku akan menolongmu Rezef tunggu aku.


BRUG!


Angan angan Gizella hancur seketika kala saat kereta kuda milik terbalik akibat di serang oleh monster. Dengan refleks Gizella langsung keluar dari kereta dan membawa pedang suci yang di tinggalkan oleh Rezef untuknya.


"Arghhh"


Teriakkan seorang ksatria yang di serang oleh monster. Gizella yang tersungkur di tanah langsung berdiri menyodorkan pedangnya gemetar ketakutan.


Sekujur tubuh Gizella merinding melihat monster yang ada di depannya menyantap lahap tubuh ksatria yang tergeletak.


Gizella merasa bersalah pada ksatria itu karena mengorbankan diri menjadi santapan monster untuk melindungi Gizella. Pada tanpa pengorbanan dirinya pun, Gizella tidak akan terluka. Karena ia di lindungi oleh Lucius dan Luminas.


"Sialan! Kenapa aku selalu tertimpa bahaya terus sih saat keluar dari kediaman" Gumannya yang teringat semua bahaya yang menimpahnya tiap kali melakukan perjalanan.


Apa mungkin dirinya ditakdirkan untuk mati lebih cepat?


"Dulu, aku hampir mati di alun alun kota bersama dengan Oliver si bajingan itu"


"Terus hampir mati di terkam oleh serigala di hutan"


Nasib nasib kenapa takdirku jelek sekali?


Selama ini Gizella, hidup dengan baik ia selalu jadi anak penurut dan mengalah pada adiknya. Dia selalu menyayangi semua keluarganya meskipun ia tak pernah di anggap dan di perdulikan oleh ayah dan ibunya.


Lantas, kenapa dirinya memiliki nasib yang sangat buruk? Apa salahnya hingga ia harus di takdirkan untuk mati? Apa hanya karena keinginan kecilnya itu untuk di sayangi oleh ayah dan ibunya?


Gizella mengigit jarinya." Setelah di pikir pun, aku akan mati 2 tahun lagi. Tapi tidak untuk sekarang, aku belum berkencan dengan seorang pria tampan! Daftar list keinginanku belum terpenuhi "


"UHUK, lari, Nona!" Teriak seorang ksatria mengagetkan Gizella. Beriringan dengan itu, seekor monster mencoba menyerang Gizella. Dengan refleks Gizella langsung memanggil teman teman nya untuk membantunya.


"LUCIUS, LUMINAS, ARCHON, HALSAT" Teriak Gizella mengelegar di sertai dengan sebuah cahaya yang tiba tiba muncul di tempat itu.


Wujud seekor burung Phoenix raksasa, seorang peri air, serigala raksasa berbulu putih dan seorang pria tampan muncul seketika. Membuat Rezef dan para ksatria merasa takjub.


"Teman teman bantu aku" pinta Gizella pada mahluk suci dan Spirit nya.


"Kontraktor gunakanlah pedang suci milik Saintess Amelia itu" ujar Luminas yang melihat Gizella membawa pedang suci di tanahnya.


"Tapi aku tidak bisa mengayunkan pedang"


"Aku akan masuk kedalam pedang itu, kau hanya perlu mengikutinya." Luminas yang tiba tiba menghilang langsung masuk kedalam pedang itu dan seketika pedang suci itu langsung bersinar terang.

__ADS_1


"Kontraktor, monster itu adalah wujud dari iblis tingkat tinggi. Kelemahannya ada pada lehernya, jadi kita harus menebas lehernya. Jika tidak maka mereka akan terus membelah diri dan memperbanyak diri" ujar Lucius menjelaskan.


"Baik aku mengerti!" Gizella langsung menaiki HALSAT sambil membawa pedang suci dan di iringi oleh sprit air ARCHON.


Sementara Lucius terbang diatasnya." Lucius! Lindungi ksatria yang terluka" titah Gizella.


"Baik" Lucius langsung menyemburkan api pada monster yang menyeramkan ksatria.


BYUR!


Dengan kekuatan suci milik Lucius, Para monster pun langsung hangus terbakar.


Sementara Gizella yang menunggangi HALSAT pergi ke arah Rezef yang sedang di kepung beberapa monster.


SRTTT!


Monster itu, menyerang bahu Rezef. Ia terluka cukup parah, namun ia masih berusaha untuk bertarung melawan kumpulan para monster.


Belum sempat menolong Rezef. Monster tersebut sudah menusuk rezef dengan kuku tajamnya.


JLEB!


Gizella berteriak.


Pupil matanya bergetar kala melihat Rezef yang tertusuk perutnya dan muntah darah. Sungguh pemandangan yang mengerikan dan menakutkan.


"REZEF!" Teriak Gizella.


Rezef yang terluka parah langsung jatuh tersungkur di tanah. Dengan menahan pendarahan di perutnya. Gizella langsung berlari kearah monster tersebut dengan menunggangi HALSAT. Ia menyodorkan pedangnya ke arah monster tersebut lalu menebas lehernya.


****!


Darah monster menciprat ke tubuh Gizella. Rezef yang kala tersungkur di tanah sambil memegang perutnya langsung takjub melihat aksi heroik Gizella.


Setelah menebas leher monster itu, Gizella langsung turun dari HALSAT dan berlarian ke arah Rezef yang hampir di kepung oleh monster karena bau darah yang keluar dari perut mengundang para monster itu untuk mendekat kearahnya.


CIAH!


Gizella loncat, pedang langsung menebas leher para monster yang mengepung Rezef.


PLASH!


Kepala monster tersebut lepas dari tubuhnya. Dan banyak darah monster yang bercucuran.


"Archon, gunakan kekuatan air mu untuk menghentikan pendarahan pada Rezef" titah Gizella sambil mengayun-ayunkan pedang pada monster.


"Baik kontraktor" archon si spirit air langsung membalut luka rezef dengan air yang keluar dari tubuhnya. Sontak Rezef sangat tercengang melihat itu, karena ini pertama kalinya dalam hidupnya ia melihat makhluk suci dan Spirit.


"HALSAT lawan para monster itu! Aku harus melindungi Rezef dulu" Gizella langsung berlari kearah Rezef dan memangku kepalanya Rezef di pahanya.

__ADS_1


Kumohon lah bertahan!


__ADS_2