
Pecah sudah tangisan gizella, gadis itu meremas gaunnya menahan sesak di dada, sudah lama gizella ingin menyampaikan semua emosinya kepada ayah, ibu dan kakaknya namun rasa takut selalu menghampirinya setiap dia ingin meluapkan segalanya, namun hari ini mungkin hatinya sudah tidak tahan lagi menahan sesak seorang diri, setelah bertahun tahun gizella menahannya.
Rasanya sangat tidak nyaman di abaikan di kediaman sendiri, merasa orang luar di kediaman sendiri, gizella selalu merasa menjadi orang asing padahal dia berada di antara keluarnya. Gizella merasa tidak ada untuknya di kediaman travium, lalu untuk apa dia di lahirkan di keluarga itu yang sama sekali tidak menganggapnya.
“apa kesalahan aku? Sampai kalian semua membenciku? Aku selalu menuruti keingina kalian semua!” gizella bertanya dengan wajah yang sudah di penuhi air mata. Tidak jauh berbeda dari ibunya yang ikutan nangis kencang.
Nafas gizella terengah engah “kenapa Cuma aku yang di perlakukan seperti ini?!”
“aku juga putri kalian, kenapa ayah sama ibu bersikap berbeda padaku?”
“kalian semua jahat hiks.. hiks...”
Orion mendekati gizella, kakaknya itu memegang lengan gizella “gizella sudah!”
Seakan belum puas menyalurkan segala emosinya gizella berpindah pada sang kakak “kak tahu ga? Aku juga sangat iri pada charlotte yang selalu di manja sama kakak”
“kapan aku bisa merasakan kasih saya dari kakah? Kakak bahkan ga pernah punya waktu untuk ku...” lirih gizella.
“HAAAAAAAAA KENAPA CUMA AKU DISINI YANG BERBEDA!!! HIKS... HIKS..KENAPA CUMA AKU YANG TERLUKA DISINI!!! KENAPA CUMA AKU YANG NGGAK BAHAGIA...AKU JUGA INGIN DI SAYANG SAMA KALIAN SEMUA, APA SUSAH MEWUJUDKAN PERMINTAAN KECILKU..”jerit gizella, gadis itu mengacak acak rambutnya sendiri.
“ayah juga kenapa selalu menyalahkan ku setiap charlotte kambuh, padahal aku tidak pernah melukai charlotte!”
“aku pernah dengar saat anak perempuan terluka maka pelukan ayah adalah hal yang paling menenangkan, tapi kenapa ayah tidak pernah memelukku??”
__ADS_1
Gizella sangat membutuhkan figur ayah dalam hidupnya, namun gizella harus menerima kenyataan bahwa setiap langkah kakinya menuju dewasa tidak ada figur ayah yang menemainya.
“ayah tahu kamu lagi lelah, istirahatlah dan pulang ke mansion kita! Nanti kita obrolin masalah ini nanti lagi. Ayah ngerti pasti kamu tertekan berada jauh dari keluarga” ujar wilson.
“ayah ga akan ngerti! Satu lagi kenapa kalian semua tidak ada yang berusaha mencariku?? Sudah dua bulan aku menghilang tapi kalian...”
“gizella kami sudah mencarimu di seluruh kekaisaran Enchancia bahkan pangeran clement membantu kamu. Tapi kami tidak pernah menyangka jika kamu berada di kekaisaran suci” bantah orion.
“lalu kenapa pas kalian bertemu denganku, yang di tanyakan yang pertama adalah bross warisan keluarga kita? Bukan keadaan anaknya!!” teriak gizella.
‘itu...”
Mereka semua hanya bisa diam, tak menjawab perkataan dari gizella.
Gizella langsung keluar dari ruangan itu dengan keadaan wajah yang sangat berantakan akibat isak tangisnya.
Lalu ia memukul dirinya sendiri merasa bodoh dengan ucapannya tadi seharusnya ia tidak mengucapkan itu, seharusnya gizella diam seperti biasanya, seharusnya ia tidak menangis seperti orang bodoh di hadapan ayah, ibu, dan kakaknya untuk saja tidak ada charlotte.
“bodoh... bodoh... bodoh.. kenapa aku ngelakuin tindakan bodoh kaya tadi sih tolol banget sudah”
“seharusnya aku diam saja, seperti dulu”
“aku itu ga berharga seperti charlotte itu”
__ADS_1
Di sisi lain rezef terus mondar mandir mencari keberadaan gizella, ia mencoba naik ke lantai dua untuk memeriksa beberapa ruangan istirahat para tamu namun tak kunjung juga menemukan gizella. Lalu ia menelusuri lorong lorong dan dia melihat gizella dengan keadaan yang berantakan.
“gizella?” panggilnya.
Gizella menoleh kemudian Rezef langsung memeluknya erat ia mengusap lembut rambutnya “siapa yang sudah buat kamu nangis gini?”
Gizella tak menjawab, gadis itu hanya menangis dalam pelukan rezef.
“aku akan membunuh mereka yang telah menyakitimu” ucap rezef seolah olah tahu kalau itu perbuatan keluarganya gizella.
“ jangan rezef! Aku baik baik saja. Aku hanya habis meluapkan semua emosiku yang selama ini aku pendam” lirih gizella.
Rezef melepaskan pelukannya lalu menggenggam kedua tangan gizella, menatap gadis itu penuh dengan cinta yang selalu di berikan rezef.
“gizella aku akan selalu melindungi dirimu” rezef menghapus air mata gizella.
“rezef aku ingin pulang ke istana kekaisaran suci”
Tangan rezef bergerak mengelus pipi gizella “ayo nanti kita pulang ke istana kita. Tapi kita harus berada di sini dulu selama satu minggu. Ini perintah kaisar, dia juga sudah menyiapkan istana khusus untuk kita tinggali”
Gizella dan rezef pun pergi lebih awal dari pesta dansa menuju istana tempat ia menginap nanti.
“aku ga bisa bayangi jika hidupku tanpa rezef di sisiku”
__ADS_1
Rezef begitu menyayangi gizella, cinta laki laki itu lebih besar untuk gizella dari pada dirinya sendiri.