
Seminggu telah berlalu, ini ada saat yang mencengangkan bagi kedua belah pihak kekaisaran karena akan di ada rapat besar.
Rezef sedang bersiap siap mengenakan pakaian kaisarnya begitu juga Pangeran Clement berserta Duke Felix yang akan ikut serta dalam rapat bersejarah itu.
Suasana di ruang rapat begitu tega, karena kali ini akan membahas tentang perdamaian antara kedua kekaisaran yang sudah lama bermusuhan. Rezef dan para petinggi kekaisaran Suci duduk di sebelah kanan Sementara Pangeran Clement, Duke Felix berserta para petinggi Kekaisaran Enchancia duduk di sebelah kiri. Mereka semua saling menatap sinis meskipun Paus Rezef dan pangeran Clement berteman baik tapi kali ini ia terlihat seperti seorang musuh.
"Temanku, Rezef kali ini aku yang akan menggantikan ayahku Yang Mulia Kaisar Philip untuk memimpin rapat ini" Ujar Pangeran Clement membungkuk hormat.
"Tidak masalah! Asal masalah ini cepat selesai" Jawab Rezef.
Semua orang yang hadir disana sudah menyiapkan beberapa pokok masalah yang akan di bahas dalam rapat ini.
"Yang Mulia Paus Rezef, saya selaku penerus kekaisaran ini akan mengajukan perdamaian antar negara agar tercipta sebuah kehidupan yang damai tanpa ada permusuhan" Ujar Pangeran Clement dengan tegas.
"Saya sangat senang jika kedua negara kita berdamai tidak bermusuhan lagi. Tapi saya di kejutkan sekali ada kumpulan monster dari wilayah Utara yang menyerang saya dan kekasih saya saat pergi keluar istana" Ujar Rezef.
"Bagaimana keadaan Gizella saat itu?" Tanya Pangeran Clement yang membuat seluruh orang yang ada di sana bengong.
"Pangeran Clement kendalikan dirimu! Jangan buat malu keluarga kekaisaran!" Titah Felix menatap tajam.
"Sepertinya Pangeran Clement sangat mengkhawatirkan kekasih saya." Celetuk Rezef.
Pangeran mengigitnya bagian bawah bibir, ia tertunduk tak bisa berkata apa-apa. Orang orang yang hadir di rapat itu bertanya tanya mungkinkah pangeran Clement menyukai kekasihnya Paus Rezef? Kudengar mereka dulu sangat dekat.
Dengan cepat Felix langsung mengambil alih suasana agar tidak menyebar rumor buruk tentang keluarga kekaisaran.
"Seperti yang kita ketahui, kekasihnya Paus Rezef adalah bangsawan dari kekaisaran Enchancia. Itu sebabnya pangeran Clement sangat khawatir pada rakyat sendiri. Karena dia begitu mencintai rakyat di kekaisaran Enchancia." Ujar Felix penuh dengan penekanan.
__ADS_1
"Benarkah itu Pangeran Clement?" Ucap Rezef yang sedari tadi memperhatikan tingkah Pangeran Clement. Namun, ucapannya tidak digubris sama sekali.
"Pangeran Clement?" Felix menyentuh bahu Pangeran Clement, berusaha menyadarkan adiknya yang tengah larut dalam pikirannya.
Tersentak, Pangeran Clement menyenggol dokumen yang ada di hadapannya. Alhasil dokumen tersebut berserakan jatuh di bawah meja. Segera Felix memerintah pelayan untuk mengambil dokumen yang berserakan itu.
"Clement sebaik kau fokus dengan rapat ini! Jangan buat malu!" Felix berbisik pada Pangeran Clement mengintimidasi.
Pangeran Clement hanya mengangguk kepalanya, ia sangat takut pada kakaknya itu.
"Temanku Clement? Andai baik baik saja?" Tanya Rezef sedikit khawatir dengan perubahan suasana hati Pangeran Clement.
Pangeran Clement tersenyum. " Saya baik baik saja, hanya sedikit pusing saja" ujar Pangeran Clement menekan pelipisnya yang pening.
Rezef menatap wajah Pangeran Clement dengan intens perubahan kelakuan sahabatnya itu secara mendadak beberapa Minggu ini. Seperti menyimpan dendam padanya.
"Lebih baik kita lanjutkan rapat penting ini" titah Felix.
"Saya ingin bertanya kepada Duke Felix mengenai monster tersebut kenapa bisa ada di wilayah kekaisaran Suci? Padahal sangat mustahil untuk monster tersebut sampai di kekaisaran ku? Apakah ini tanda sebuah pemberontakan darimu?" Tanya Rezef.
"Maafkan saya Paus Rezef. Saya juga sangat terkejut mendengar hal itu. Saya juga tidak berniat untuk menodai perjanjian perdamaian dengan kejadian tersebut" Jawab Felix.
"Tapi saat itu nyawa saya dalam bahaya. Itu sebabnya saya akan pertimbangkan lagi tentang perdamaian kedua negara ini. Jika kau bisa menyelesaikan kasus monster tersebut aku akan menandatangani perjanjian damai itu." Ujar Rezef penuh penekanan.
Tiba tiba Rezef beranjak berdiri. Dari kursinya tapi tiba tiba ada suara celetukan terdengar dari Pangeran Clement.
"Rezef! Aku menentang hubunganmu dengan Gizella sebagai Calon kaisar di masa depan. Karena kalian berbeda negara, jadi saya menentangnya." Titah Pangeran dengan sinis.
__ADS_1
"Itu sangat lucu sekali Pangeran Clement?" Tanya Rezef menyeringai.
PLAK!
Felix memukul Pangeran Clement karena tingkahnya yang sangat memalukan itu. Bisa bisanya dia berkata seperti itu di rapat penting ini.
"Kakak? Apa apaan ini kau menamparku" Pangeran Clement memegang pipinya kanan yang memerah.
"Jangan ucapanmu itu! Karena itu bisa menggangu perdamaian antara negara!" Teriak Felix penuh emosi.
"Lancang sekali kau Felix! Akulah calon kaisar di masa depan nanti bukannya kau! Turuti saja semua perintahku! Ingat kakak kau itu sudah di buang oleh ayah" ujar Pangeran Clement sontak membuat seluruh orang yang ada di ruangan sangat kaget.
"Clement, ingatlah tahta itu sebenarnya adalah milik Felix" ujar Rezef.
"Berisik! Jangan ikut campur kau hanya orang luar" titah pangeran Clement.
Dengan wajah marah pangeran Clement langsung beranjak berdiri dari kursinya. Dia menyambar jubahnya lalu sempat menoleh lalu berkata.
"Rezef aku akan tetap menentang hubunganmu dan untukmu Felix jangan ikut campur lagi urusan Kekaisaran dan pergilah urus wilayahmu!" Pangeran Clement langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Dengan perasaan marah campur aduk Felix berusaha untuk mengendalikan dirinya, ia takut kutukannya akan kambuh.
"Yang Mulia Paus Rezef, Sungguh saya sangat minta maaf atas perbuatan pangeran Clement tadi" Felix menundukkan kepalanya memohon.
"Saya mengerti situasi di keluarga anda"
"Saya berjanji akan mencari dalang di balik penyerangan monster di wilayah kekaisaran suci" ujar Felix.
__ADS_1
Akhirnya rapat pun di selesaikan dengan suasana yang sangat kacau.