
Pelayan datang membawakan banyak makanan lezat untuk Gizella. Dan menyiapkan meja kecil lalu meletakkannya di atas ranjang kasur tempat Gizella duduk.
Gizella makan sambil menyandar ke ranjangnya. " Eumm... Enak " Gizella menyuap soup dengan sendok.
"Aku benar benar sangat lapar" ujar sambil berusaha memotong daging panggang yang ada di atas piringnya.
Rezef yang peka langsung mengambil alihnya dan memotongkan daging panggang tersebut.
"Cepat buka mulutmu!" Titah Rezef, menyodorkan sendok yang sudah terisi potongan daging.
"Aku bukan anak kecil! Aku bisa sendiri!" Gizella berniat mengambil sendok tersebut tapi Rezef mencegahnya.
"Tidak! Aku akan menyuapimu"
Dengan senyuman, Gizella membuka mulutnya dan menerima suapan dari Rezef.
"Makanan di sini sangat lezat. Tidak seperti di mansionku makanannya seperti orang sakit hambar, tidak ada rasa" umpat yang keluar dari mulut Gizella.
"Kenapa makanan di mansionmu seperti makanan orang sakit" tanya Rezef penasaran seraya menyuapi lagi Gizella.
"Adikku menderita penyakit kelainan jantung, itu sebabnya sebagai keluarga harus makan makanan yang sama kalau tidak nanti adikku itu akan marah" ujar Gizella.
Rezef hanya diam mendengar Gizella. Dia tau jika ia terus bertanya, maka itu hanya mengingatkan Gizella pada lukanya.
Setelah Gizella selesai makan, Rezef memerintah pelayan untuk membereskan meja makannya lagi. Lalu menarik selimut dan menyelimuti tubuh Gizella hingga leher. Ia juga ikut tidur di samping Gizella.
"Kau akan tidur di sini juga?" Tanya Gizella was was karena Rezef tidur bersamanya.
"Bukankah ini kedua kalinya kita tidur bersama? Kenapa kau setakut itu?" Ujar Rezef santai.
"Tapi..."
"Aku tidak akan berbuat macam macam sebelumnya kita menikah. Percayalah padaku, aku hanya ingin meredakan rasa sakit pada tubuhmu mengunakan kekuatan milikku" Rezef kembali mengengam tangan Gizella sambil berbaring di sebelahnya.
"Rezef maaf aku, aku tidak bisa menikah denganmu" ujar Gizella sedikit sedih mengingat dirinya.
Rezef menatap wajah Gizella " kenapa? Apa karena aku kurang tampan?"
"Tidak kau sangat tampan sekali! Kau adalah tipeku" seru Gizella semangat.
"Lalu? Apakah ada pria lain di hatimu? Pasti pangeran Clement ya"
"TIDAK!"
"Aku dan Pangeran Clement hanya berteman" geram Gizella. Mencubit pinggang Rezef gemas. Di sambut oleh tawa Rezef.
"Karena aku hanya bertahan hidup selama dua tahun" ujar Gizella yang serius.
__ADS_1
Rezef mendongak kaget. Wajah seketika menjadi sangat serius "apa maksudmu Gizella?"
"Jantungku akan meledak dalam waktu dua tahun lagi. Karena kekuatan berlebih yang aku miliki itulah yang di katakan oleh Raja Spirit Luminas dab Raja mahkluk suci Lucius"
"Itulah sebabnya aku sering merasa panas dalam tubuhku ini. Maaf aku Rezef tidak bisa terus bersamamu" mata Gizella mulai berkaca-kaca.
"Pasti ada caranya untuk menyelamatkan nyawamu"
"Lucius dan Luminas pernah bilang untuk mencoba mencari tahu tentang Saintess Amelia mungkin aku bisa menemukan jawaban dari ledakan dalam tubuhku ini" jawab Gizella.
Rezef tidak percaya, gadis yang ada di hadapannya itu. Harus mengalami penderitaan yang menyakitkan. Ia bertekad akan mencari cara untuk menyelematkan nyawa Gizella.
"Kalau gitu tidurlah! Masih malam ini. Kita bicarakan besok saja" bisik Rezef mengusap rambut Gizella lembut.
"Rezef kau adalah pria yang sangat baik, aku sangat beruntung bisa bersamamu di sini" Gizella tersenyum.
"Tentu saja, aku memang pria yang baik" kekeh Rezef menyombongkan diri.
"Iya tapi pria yang baik kedua bagiku" ejek Gizella.
"Siapa yang pertama?" Tanya Rezef dengan raut wajah penasaran.
"Pangeran Clement"
"Hah?! Apa katamu ? Coba ulangi sekali lagi?"
Rezef tertawa gemas melihat tingkah lucu Gizella pertama kalinya. Rasanya ia ingin terus bersama dengannya.
Gizella membuka selimut yang menutupi wajahnya " aneh bisa bisanya aku menyukai pria kejam sepertimu itu. Apa karena kau adalah tipeku "
"Jadi aku ini adalah tipemu gitu"
"Iya"
"Ayolah coba bilang sekali lagi " godanya. Yang membuat Gizella salah tingkah.
Aneh tapi nyata, Gizella baru menyadari perasaannya terhadap Rezef setelah mengalami koma selama dua minggu.
Semua kenangan yang telah dilaluinya bersama Rezef berputar di pikiran Gizella saat koma. Mulai dari pertengkaran yang sering dilakukan, Sikap dinginnya Rezef, apalagi di saat Gizella terbaring koma ia suguhkan oleh sikap perhatiannya Rezef.
Didalam mimpinya Gizella berharap Rezef tidak seperti Oliver yang berubah sikap sikap jika sudah bertemu dengan Charlotte adiknya.
Mulai sekarang Gizella akan menwujudkan list keinginan terakhirnya yaitu berkencan dengan pria tampan. Tapi ia masih berharap bisa terus bersama Rezef, karena kali ini ia benar benar menyadari perasaannya.
Tunggu! Bagaimana jika Rezef memang menginginkan 100 anak dariku?
Keesokan harinya, Hanna datang ke kamar Gizella untuk menjenguknya.
__ADS_1
"Kakak ipar" Hanna berlarian lalu memeluk Gizella yang sedang duduk menyandar di ranjang tidur.
Tangisan Hanna pecah di dalam kamar Gizella. Seolah olah ia sangat takut kehilangan Gizella.
"Kakak aku sangat takut sekali jika kakak tertidur lebih lama lagi" Gizella mengusap lembut air matanya yang menetes di wajah Hanna.
"Kau berisik sekali Hanna" ujar Rezef yang berada di samping Gizella.
"Kakak Rezef, tidur bersama kak Gizella? Kalau aku juga ingin tidur bersama kalian?" Ujar Hanna bersemangat.
"Tidak boleh"
"Uuhh.. kakak jahat" gerutu kesal Hanna dengan wajah cemberutnya.
"Rezef jangan begitu, nanti malam kita tidur bersama ya" ujar Gizella tersenyum menghibur Hanna.
"Yeah, aku pergi dulu ya. Karena hari ini aku ada kelas etika" Hanna pergi keluar dari kamar.
"Jadi kau ingin tidur denganku lagi?" Godaan dari Rezef dengan wajah nakalnya.
"TIDAK! Aku hanya menghibur Hanna saja" bantah Gizella.
"Masa?"
"Sudahlah aku mau bersiap siap" Gizella bangkit dari ranjang tidur lalu ia berdiri.
"Gizella hari ini kita akan ke kuil suci untuk mencari tau tentang Saintess Amelia " ujar Rezef yang terbaring.
"Baiklah"
"Apakah kau sungguh tidak ingin menjadi seorang Saintess? Jika kau mau aku bisa menobatkanmu hari ini?" Tanya Rezef seraya bangkit dari tidurnya lalu berdiri juga.
"Maafkan aku, aku tidak bisa menjadi seorang Saintess." Jawab Gizella.
"Seorang Saintess sangatlah di nanti oleh semua rakyat yang ada di kekaisaran ini" ujar Rezef menjelaskan.
"Aku tidak bisa, mungkin aku ini satu satunya kakak yang paling jahat ya"
"Kenapa kau bicara seperti itu?"
"Jika aku menjadi Saintess pasti ayah dan ibu menyuruhku untuk menyembuhkan Charlotte adikku. Tapi aku tidak ingin hal itu terjadi. Karena jika Charlotte sehat hidupnya akan jauh lebih bahagia lagi. Dia yang sudah sangat di sayang oleh ayah dan ibu dan menjadi bunga kaisar, hidup akan sangat sempurna " jelas Gizella dengan sendu.
"Sedang aku tidak pernah merasakan kasih sayang dan akan mati. Sungguh menyedihkan, Rezef akan ayah dan ibu sedih jika aku mati? Sepertinya tidak bahka mereka tidak mencari diriku" ujarnya yang mulai menetes air matanya
Tanpa disadari Gizella menunjukkan rasa bencinya pada Charlotte yang amat mendalam pada Rezef.
Gizella membenci adik kandungnya sendiri.
__ADS_1
Dengan refleks Rezef langsung memeluk Gizella yang hampir tumpah air matanya itu. "Sudahlah lupakan masa lalumu! Kau bisa terus tinggal disini bersamaku" Rezef mengusap rambut Gizella berusaha menenangkannya.