
Dengan cepat Gizella melangkah kakinya ke kamar Rezef. Lalu dua pengawal yang menjaga di depan membukakan pintu untuknya. Gizella merasa ini sangat berlebihan, mengingat dia pernah mendobrak pintu kamar Rezef. Astaga, bahkan sampai engselnya pun rusak.
Gizella melangkahkan kakinya pelan kearah ranjang, yang dimana Rezef sedang berbaring pulas. Wajahnya terlihat sangat tampan walaupun sedang tertidur.
Kekasihku benar benar sangat tampan...
Gizella yang memandangi wajah pria itu.
Tut
Tut
Gizella menunjuk nunjuk pipi chubby Rezef dengan tangannya.
"Kesayanganku, bangun!"
"Hei, aku kesini untuk melihat wajah tampanmu"
Gizella yang terus berbisik di telinga Rezef.
"Coba ulangi sekali lagi" suara serak Rezef, yang mulai sadar.
"Tidak mau"
Rezef membuka matanya menatap lembut ke arah Gizella, yang di balas Gizella dengan cengiran lebar.
"Kau pasti sangat merindukan diriku, hingga tengah malam begini kau datang ke kamarku" ujar Rezef menggoda Gizella.
Gizella menggeleng." Kepedean tingkat dewa, dasar"
Rezef tiba tiba menyilangkan kedua tangannya di leher Gizella. Wajahnya mendekat sampai Gizella tidak bisa merasakan nafasnya, Rezef dengan ringan mencium bibirnya yang tertutup rapat beberapa kali dan kemudian, dengan lembut mengisap bibir bawahnya. Gizella menutup matanya lalu Rezef menarik dirinya sejenak.
Gizella berniat untuk memberontak tapi tubuhnya menerimanya dengan baik, seakan akan ia menginginkannya.
"Buka bibirmu"
Sial aku tidak bisa menolaknya! Aku menginginkannya..
Rezef memerintah dengan suara lembut. Wajah gadis itu, merona memerah saat dia ragu ragu, tetapi pada akhirnya dia membiarkan bibirnya terurai.
Mata Rezef tampak tertawa sesaat. Segera bibir pria itu melahap ganas bibir mungil Gizella.
"Ah....."
__ADS_1
Lidahnya dengan lembut masuk kedalam mulut Gizella. Rezef diam diam bermain di sekitar pipi chubby gadis itu. Mereka berdua merasa kenikmatan yang tersentak saat lidahnya saling bertemu.
Saat bibir mereka membuka kecil Rezef berbicara" bibirmu sangat manis sayang"
"Aku habis makan dessert tadi"
Rezef mengubah posisinya dan mengunci bibirnya sekali lagi. Lidahnya mereka bergulat saat air liur mereka tercampur. Ia fokus menjelajahi bagian dalam mulut Gizella melalui ciuman. Dengan lihainya Rezef memelintir dan mengisap lalu melepaskannya.
Cup.
Cup.
"Ahhhhhkkk...."
Sebuah suara desah keluar dari mulut gadis itu. Mereka berdua melanjutkan ciuman lembut berangsur angsur memanas. Lidah lembutnya tiba tiba menekan dengan kuat didalam mulut Gizella dan ketikan Rezef mulai meraba bagian dada Gizella, tanpa sadar Gizella dengan kuat meremas seprai di kasur itu.
Rezef terus membuat Gizella terengah-engah sampai ia mencapai batas. Tapi Rezef sangat menikmati dirinya ketika bibirnya menempel pada kulit gadis kecilnya itu.
Rezef kembali memeluk Gizella, bibir mencium bagian leher dan mengigitnya. Rasa sakit membuat Gizella sedikit mengeluarkan suara kenikmatan. Rezef terus menjelajahi bagian leher Gizella hingga membuat tanda tangan merah di kulitnya.
Tidak tertahankan lagi Rezef mulai menelusuri area bagian sensitif milik Gizella.
"Ah.."
"HEI, AKU BELUM SIAP UNTUK MELAKUKAN HAL YANG LEBIH!" Teriak Gizella mengelegar. Dia memberontak dari pelukannya Rezef lalu menjauhinya segera.
"KAU HARUS MENIKAHI KU DULU!"
"Tenang saja Gizella akan menjadi permaisuriku selama dua tahun" ejek Rezef tertawa menggoda Gizella.
"Maksudmu kau akan menikah lagi gitu" dengus kesal Gizella.
"Kau kan cuma bertahan sampai dua tahun lagi" Jawab Rezef dengan wajah datar.
"Kau benar aku akan mati dua tahun lagi dan arwahku akan mengentayangi mu!" Ujar Gizella menyeringai seram.
Rezef tertawa gemas melihat gadis yang ia cintai itu terlihat sangat marah terlihat seperti anak ayam.
"Rezef dengar aku! Aku ingin berbicara penting dengan mu" ujar Gizella serius.
"Tidak mau"
"KAU!"
__ADS_1
"Perbaiki dulu dressmu itu" Rezef menuju dress yang di pakai Gizella.
"Inikan akibat ulahmu! Dress tidurku jadi berantakan" decaknya kesal.
"Tapi kau menikmatinya kan?"
"TIDAK! Cepat dengarkan aku!"
"Cium bibirku lagi"
"Kau mau aku mencium bibir jahanammu lagi?"Rezef berdiri lalu melingkarkan tangannya ke pinggang Gizella. Lalu mengangguk.
"Kalau tidak mau, aku tidak akan mendengar perkataanmu" Ujar Rezef, Gizella mendengus.
"CK, tundukan wajahmu. Mana bisa aku menciummu kalau kau terlalu tinggi !" Titah Gizella, Rezef pun menurutinya menundukkan wajahnya.
"Tutup juga matamu, karena ini sangat spesial." Gizella tersenyum, Rezef pun menurut kembali.
Seketika itu, senyuman Gizella berubah menjadi menyeringai kejam. Tangannya pun langsung terangkat tinggi tinggi lalu...
PLAK!
Wajah Rezef di beri ciuman tangan melayang dari Gizella. Rezef pun membuka matanya, rahangnya seketika mengeras marah.
"Apa yang kau lakukan?"
"Itu adalah ciuman manis dariku" balas Gizella. Tersenyum lebar menatap wajah Rezef yang baru saja dirinya tampar.
"Aku harus memberikan dirimu hukuman" Rezef mengangkat tubuh Gizella cepat, keatas ranjang.
"Aku harus menyelesaikan permainan yang tertunda tadi!" Lanjutnya, Gizella menatap dengan was was.
"TIDAK MAU" pekik Gizella keras.
"TOLONG AKU AKAN DIPERKOSA!" Teriak Gizella mengelegar. Namun Rezef malah mengabaikannya.
"PRIA BAJINGAN"
"DASAR MESUM"
Para pengawal yang sedang berjaga di depan kamar Rezef hanya tertawa mendengar teriakkan dari dalam kamar.
"Sepertinya di istana ini akan terdengar suara anak kecil lagi"
__ADS_1