
Gizella memangku kepalanya Rezef di pelukannya, ia berusaha menekan pendarahan yang mengalir dari perutnya.
"Rezef bertahanlah"
Dengan tatapan ngeri, tangan Gizella di penuhi oleh darah"Archon? Gimana apakah pendarahannya bisa di hentikan?" Tanyanya panik.
"Kontraktor sepertinya ini sangat sulit" ucap Archon.
Gizella terkekeh pelan "Kenapa kau diam saja saja, Rezef? Berbicaralah! Berbicaralah seperti biasa kau memakiku" titah Gizella yang matanya mulai berkaca kaca.
Rasa sakit terus menggerogoti tubuh Rezef akibat serangan dari monster. Pendarahannya pun sangat susah di hentikan karena luka yang amat dalam akibat tusukan dari kuku monster.
"Dengarkan aku para ksatria! Itu adalah iblis berwujud monster! Kelemahannya ada pada lehernya, kalian harus menebas agar monster itu mati" teriak Gizella mengelegar, para ksatria pun mengikuti saran dari Gizella dan mereka juga di bantu oleh Lucius dan halsat.
Gizella mengengam tangan Rezef dengan kuat. Tak sanggup melihatnya Rezef menahan rasa sakit, ia ingin menjerit karena tak bisa melakukan apa apa untuk menghilangkan penderitaan yang pria itu rasakan.
"Rezef kumohon jangan mati, kau sudah berjanjikan tidak akan mati" isaknya dalam tangisan.
"Aku masih banyak pertanyaan! Yang ingin ku tanyakan padamu. Tapi jika aku tidak selamat, kau harus menjaga Hanna" lirih Rezef, kesadarannya perlahan mulai menghilang. Tubuhnya tak kuat lagi menahan rasa sakit sedang Gizella yang melihat terus berteriak sambil menangis.
"Aku tidak akan membiarkan ini terjadi!" Gizella memegang bagian yang terluka di tubuh Rezef dengan kedua tangannya.
Apakah aku bisa menyelamatkannya?
Dengan keraguan dalam dirinya, Gizella memejamkan matanya lalu ia mengalirkan energi suci ke bagian luka di perut Rezef.
"Kumohon"
Sebuah cahaya yang sangat terang muncul di bagian perut Rezef yang terluka. Seketika cahaya yang di pancarkan langsung menyembuhkan luka tersebut, tanpa membekas di tubuhnya.
"Kau harus hidup Rezef" kesadaran Gizella mulai menghilang akibat kekuatan suci yang terlalu banyak ia gunakan itu.
Gizella tubuhnya tumbang ke tanah. Tubuhnya menjadi sangat lemah hingga membuat para makhluk suci dan Spirit yang ia panggil tiba tiba menghilang sekejap. Untung saja semuanya monster sudah di kalahkan.
Gizella sungguh tidak menyangka ia akan mengunakan kekuatan suci yang selama ini ia sembunyikan untuk menyelamatkan nyawa Rezef.
Bukankah aku sangat jahat? Aku lebih memilih menyembuhkan orang lain di bandingkan adikku sendiri.
Andai saja Keluarga ku menyayangiku juga, aku pasti tidak akan menyembunyikan kekuatan suciku..
__ADS_1
Itu kata kata yang muncul pada pikiran Gizella.
Beberapa detik kemudian ..
Rezef tersadar, ia bangkit dan duduk di tanah. Kemudian meraba raba tubuhnya sendiri, ia tersadar kalau lukanya sudah tidak ada lagi.
"Bagaimana bisa?" Guman bingung mengingat dirinya mengalami pendarahan yang hebat. Mungkin dia tidak akan selamatkan.
Rezef kumohon jangan mati, kau sudah berjanjikan tidak akan mati!!
Aku tidak akan membiarkan ini terjadi!
Kumohon
Kau harus hidup Rezef..
Ingatan ingatan tentang Gizella muncul di kepala Rezef.
"AKHHH" Rezef memegang kepalanya yang tiba tiba merasa sakit karena ingatan itu.
"Yang Mulia? Apakah kau baik baik saja?" Tanya seorang ksatria yang datang dengan tubuh penuh luka akibat pertarungan dengan monster.
"Dia ada di sebelah Yang Mulia"
Mendengar ucapan itu Rezef langsung menoleh ke arah sampingnya. Dia sana ia melihat Gizella tergeletak di tanah dengan wajah yang sangat puncat.
Dasar bodoh bisa bisa aku ga sadar, padahal dia ada di sampingku -- batin Rezef.
Rezef langsung memutarkan tubuhnya ke arah Gizella yang terkapar lemas di tanah.
"Gizella, bangunlah" panggil Rezef memangku tubuh Gizella di pelukannya.
"Rezef, kau masih hidup" lirihnya pelan, tangan Gizella menyentuh pipinya Rezef.
"Maafkan aku, aku gagal melindungimu. Gizella" Rezef menangis tanpa sadar seraya memeluk tubuh Gizella erat.
"Rezef" lirih Gizella sebelum kesadarannya menghilang sepenuhnya.
Bertahanlah, Gizella! Jangan meninggalkanku sendirian! Kaulah wanita yang ku tunggu selama ini...
__ADS_1
"Hei kalian apa yang yang terjadi saat aku terluka?" Tanya Rezef pada para ksatria nya.
"Yang Mulia, tiba tiba ada makhluk suci dan Spirit yang membantu kami bertarung. Lalu nona Gizella melawan para monster tersebut menggunakan pedang suci" ujar ksatria itu.
"Aku ingat ada sebuah cahaya muncul di tubuhku"
"Nona Gizellalah yang melakukan itu"
Rezef tersentak kaget" Gizella adalah seorang Saintess!"
"Dari awal memang ada kekuatan yang besar dalam tubuh mungil gadis ini" gumam melirik Gizella dalam pelukannya.
Alangkah terkejutnya semua ksatria melihat Rezef mengendong Gizella, menuju kuda yang akan mereka tunggangi. Soalnya Rezef terkenal anti wanita di kalangan sosial atas.
"Kita harus segera kembali"
"Baik Yang Mulia" Jawab ksatria serentak.
Rezef memacu kudanya dengan cepat sambil memeluk Gizella dengan erat dalam pelukannya.
"Bertahanlah"
Sesampainya di istana kekaisaran suci semua sangat panik, melihat Rezef mengendong Gizella. Takut terjadi apa apa pada calon permaisuri tercinta.
Para pelayan menganggap Gizella sebagai calon permaisuri karena rumor dari 2 orang pelayan yang melihat Gizella yang menghabiskan malam bersama dengan Yang Mulia Paus Rezef.
Rezef langsung memerintah para pelayan untuk memanggil utusan agung sedangkan Rezef membawa Gizella kedalam kamar khusus yang biasa di gunakan oleh Paus dan Permaisuri sebelumnya.
Hanya orang orang yang akan menjadi permaisuri kekaisaran suci yang bisa menggunakan kamar itu. Para pelayan sudah menggunakan kalau Gizella memang wanita yang sangat di cintai oleh Yang Mulia Paus Rezef tidak perduli dari kalangan bangsawan manapun.
Wuah sungguh kisah cinta yang luar biasa..
Mungkin ini adalah keadaan yang tak pernah di bayangkan oleh Gizella. Jika ia mengetahui dirinya di perlakukan istimewa oleh Rezef.
Rezef meletakkan tubuh Gizella secara perlahan di atas kasur. Beriringan dengan itu, utusan agung memasuki kamar tersebut.
"Cepat periksa Gizella!" Seru Rezef gusar, takut Gizella kenapa napa.
__ADS_1
"Baiklah Yang Mulia" tutur utusan agung.