MENUNGGU

MENUNGGU
Syndrome putri tidur.


__ADS_3

Ngh...


Rea menggeliatkan badannya, lalu mendorong sesuatu yang bermain dilehernya sembari menggerutu tidak jelas. "Ah...@!#*??


Sesuatu itu tidak mau berhenti terus mengecupi leher Rea tanpa ampun kini manaiki tubuh Rea dengan satu tangan Rea yang ia kunci, "Istriku sayang izinkan aku melakukannya, ini sudah di kamar kita bukan di toilet lagi."


Kelan sudah membuat banyak bekas kepemilikan di area leher Rea, ia melakukan karena geram saat sibuk mencarinya gadis ini malah sudah kembali kekeluarganya lalu mengambil hati ibu dan sang kakak dengan memfitnah dia.


"Tidak bangun?" Keland berkerut dahi, "Dia menikmatinya jangan-jangan." Ingin membuat kesal malah sang pemilik tubuh tidak merespon apapun.


Keland menggerak-gerakkan wajah Rea, kepala itu bergerak-gerak namun ia tetap tidak membuja mata.


"Kau mati apa tidur?"


Kelandru menyeringai lebar dia pun mendapatkan ide untuk membuat tubuh Rea polos tanpa sehelai benangpun, ya ini cara tepat membuat dia sangat panik dan tidak bisa berkutik.


Rea adalah gadis yang lumayan polos pasti dia cukup mudah dikelabui, dalam waktu yang cepat Kelan membukai satu persatu kancing piyama Rea, menurunkan celananya.


Sial


Keland menelan ludah, kesempurnaan yang tertutupi, Keland terpatri didepan tubuh Rea, akal jahat menyerang kepalanya. Itu istrimu kau bebas melakukannya. Menghamilinya adalah cara terbaik membalas Sania.


Namun Kelan berusaha menyadarkan dirinya, dia takut mengorbankan Rea, dia tidak mau melibatkan Rea. Ada hati yang semakin tidak tega membuat tubuh Rea tereskpos, Kelan kemudian menarik selimut dan menutupi tubuh Rea.


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


"Reaaa, Reaa sayang!"


Cklak.


Fenita kemudian masuk sebab handle pintu tidak dikunci, "Reaaa!" Bola mata Fenita membola saat melihat diranjang ada Keland disana.


"KELANDRU?"


Keland berakting lelah dan tertidur, lalu dia menggeliarkan tubuhnya,"Mama apa sih masuk kamar tanpa izin."


"Apa? Mama bertanya apa, suami yang merindukan istri apa lagi yang akan dilakukan, sssttt jangan berisik kasihan Rea. Mama masih mengira aku menyiksa dia? Rea hanya cemburu pada Sania yang tiba-tiba datang, aku tidak tahu apapun."


"BOHONG!!!"


Suara dengkuran Rea semakin keras, membuat Fenita melirik ke Rea yang tampak lelah sekali itu.


"Mama tidak percaya kamu hanya memanfaatkan Rea. Kelandru sudahlah lupakan Sania, dia bukan gadis yang baik, jalani pernikahanmu dengan baik."


"Aku sudah melakukannya ma."


"Mama tahu semuanya keland, kamu berbohong! Kau dan Sania masih tidur bersama di resort kan? Pergi dari kamar Rea, mama tidak tahu kenapa rasanya kecewa sekali sama kamu. Mau apa kamu ke kamar Rea, berpura-pura memperkosa dia agar mudah di tindas dan di ancam-ancam. Keluar sekarang kalau kamu nggak mau sama dia, mama jodohin dia sama Sagara atau orang lain yang lebih baik, sudah cukup dia jadi tumbal kamu dan Sania."

__ADS_1


"Mama--"


"Pergi Keland!"


"Mama penilaian mama terlalu buruk dengan anak mama sendiri."


"Dan kamu bahkan tidak pantas lagi diberi nilai, kamu begitu buruk, keluar dari sini atau satpam-satpam akan menarikmu. Jangan pernah kembali sebelum ada bukti kamu dan Sania berakhir."


Fenita menarik pintu lalu membukanya lebar segea mempersilakan Kelandru keluar dari kamar yang di tempati Rea itu.


***


Di saat sedang sangat frustrasi di usir dari rumah, Kelandru pergi ke sebuah lounge and bar milik temannya seorang advokat. Lelaki itu biasab Kelan jadikan tempat bercerita dan meminta pendapat.


Kelan baru saja menceritakan perihal masalah pernikahannya juga Sania yang selingkuh.


"Kelan Keland, dia berselingkuh tidak ada ampunan untuk itu, masih menjalin hubungan pacaran. Kau tinggal akhiri dia dan lemparkan bukti maka selesai apa susahnya, buat apa membuat gadis lain terjebak. Ah tapi aku rasa kau bukan sembarang menjebak gadis, pasti dia mempunyai sebuah daya tarik yang dahsyat sehingga kau tidak masalah menikahinya. "


"Aku tidak tahu, aku bisa melihat dia jelas hanya saat tidur Karena jika tidak kami akan berperang. Dan dia sangat suka tidur juga susah dibanguni, pertama kali di ranjang itu aku melihat wajahnya yang begitu pulas aku merasa dia langsung masuk di memori kepalaku, padahal dia tidak melakukan apapun apa lagi bersikap manis, dia hanya tidur."


"Syndrom cinta putri tidur mungkin menjadi daya tariknya."


"Omong kosong! Pertanyaanku apakah itu sebuah symptoms atau kelainan yang berbahaya, dia bahkan pernah tidur dari masih menjelang siang sampai malam dan membuatku sangat panik berfikir dia mati disana."


"Mungkin dia mengalami sebuah kelainan, aku tidak tahu pasti, aku hanya penasihatmu bukan doktermu."

__ADS_1


__ADS_2