MENUNGGU

MENUNGGU
KELAINAN


__ADS_3

Sebuah Rolls-Royse siap membawa Kelandru dan Rea untuk pergi ke bandara, sebuah armada besi pribadi milik perusahaan keluarga sudah siap disana, mereka akan melakulan penerbangan kesebuah kota kecil lalu transit menggunakan ke sebuah pulau yang menjadi destinasi bulan madu mereka yang di buat keluarga Kelandru.


"Lalu aku gimana? Nggak mungkin kan pergi bersama kau dan Rea, kakak-kakakmu akan mencurigai kita."


"Gunakan penerbangan lain, ini mungkin butuh sedikit perjuangan demi bulan madu kau dan aku Sania." Kelandru mengusap pipi Sania. Dia akan membuat Sania ikut dan yang pasti Sania akan bersusah payah sampai sana sebab rute ke pulau itu hanya ada 1 kali 1 hari. Nikmatila...


"Kenapa kita tidak bertukar baju saja Sania? Tidak akan ada yang tahu yang pergi bukan aku kan?" usul Rea.


"Kau terlalu banyak menonton sinetron tidak masuk akal gadis kurang gizi, lalu kau fikir semudah itu mengelabui orang-orang Hilantadiga?"


"Mas Keland, Mba Rea...silahkan masuk."


"Ya."


"Hemm baiklah aku berangkat besok pagi berarti, berikan aku ciuman." Sania menarik tubuh Rea untuk menutupi, sekilat mungkin ia mencium bibir Kelan.


"Cctv Sania!" Kelan mengelak.


"Baiklah hati-hati."


Rea menggerutu masuk kedalam mobil, "Menyusahkan, kebahagiaanku terenggut!" Ia meletakkan tasnya ditengah agar Kelan duduk menjauh.


"I love you ..." Sania melambaikan tangan kepada mobil yang membawa Rea dan Kelandru pergi.


"Aku juga." Kelan segera menutup jendelanya.


Rea merasa ingin muntah, benar-benar sebucin itukah pria ini kepada Sania. Aha! Rea mendapatkan sebuah ide tiba-tiba.


"Tidak bisakah kau mengajak Sagara sepupumu?"


"Kau fikir yang menikah dia atau aku?"


"Pernikahan apa? Ini semua kepalsuan kau dan Sania sampai waktunya tiba kita akan berakhir. Kau dan kekasihmu akan berbulan madu. Jadi jika ada Sagara aku ada temannya."

__ADS_1


Tok


Kelan mengetuk dahi Rea, membuat Rea terperangah,"Sakit sialan!"


"Kau ingin membuat semua runyam dengan membawa Sagara lalu dia tahu pernikahan palsu ini?"


"Arghh menyebalkan! Akan berapa lama aku terjerat ini? Pastikan tidak lebih dari 2 bulan. Aku ingin di usiaku ke 23 berfikir tentang masa depan. Jika Sagara tidak bisa menerimaku aku akan kembali ke Semarang dan menjalani hidupku seperti biasa."


"Kau baru 23 tahun? Aku fikir 32..."


Rea mengusap wajahnya,"Aku terlihat tua?"


"Bagus jika kau sadar, hemm...kenapa kau menyukai Sagara. Apa kelebihannya?"


Rea tertawa, "Kau ingin tahu? Aku menyukai dia karena dia bukan kau. Hahah... Hemm sorry bercanda, aku juga tidak tahu. Aku menyukai dia sejak pertama melihatnya di perpus kampus dia seniorku. Dia ahh perfect!"


"Jika kau ingin bersama dia menurutlah denganku. Aku akan menceraikanmu saat urusanku selesai." Kelan mengalihkan wajahnya.


"Bukan."


"Lalu--"


Pertanyaan Rea terpotong mereka sudah tiba di sebuah landasan udara, mobil mereka berhenti tepat di bawah armada besi pribadi itu. Pintu mobil dibuka lalu keduanya dipersilahkan naik untuk melakukan penerbangan dimalam hari itu.


"Jika kau butuh kantung plastik mintalah pada cabin crew jangan muntah disembarang tempat."


Bisik Kelan saat mereka naik ke tangga.


Demi apa Rea tadi memang berfikir seperti itu, bagaimana jika dia muntah. Ah tidak dia akan menahannya.


Jangan bikin malu Rea.


"Kau fikir aku sekampungan apa?"

__ADS_1


Langkah Rea berhenti, ia terpatri melihat kemegahan armada besi milik keluarga Hilantadiga ini. Sungguh dia tidak pernah berfikir akan berada ditempat ini menjadi menantu dari keluarga konglomerat.


Dalam hidupnya Rea tidak pernah muluk-muluk, hanya bisa punya pasangan yang bisa menerima dia apa adanya juga kedua orang tuanya lalu mereka bisa memperjuangkan apapun itu bersama-sama dari bawah.


"Duduk. Ini bukan busway atau sebuah kereta."


Rea memajukan bibirnya segera duduk di cabin yang terdiri dari susunan sofa dan langsung terhidang anggur juga beberapa minuman lainnya disana.


"Berapa jam perjalanannya?"


"19jam." Jawab Kelan mulai memainkan tablet miliknya.


"Apa! Serius?"


"Menurutmu?"


"Aku lebih mempercayai pencarian google-ku dari pada bibir sialanmu." Rea mulai melakukan pencarian disana memasukan kota tujuannya.


...***...


Beberapa belas menit kemudian Rea menyandarkan dirinya disofa, beberapa hari ini begitu melelahkan. Tubuhnya terasa begitu remuk sebab banyaknya acara yang dia harus jalani perihal pernikahan.


Dengkuran pun mengudara disana, Kelan yang sedang membawa sebuah portal berita di ipad miliknya tertawa.


"Dia hibernasi lagi."


Kelan tertawa lalu kemudian mengambil susunan surat kabar dimeja lalu mendekat pada Rea, dan menutupi tubuh gadis itu beserta wajahnya.


"Maaf mas saya fikir mau diangkat kedepan agar tidurnya nyaman."


Ssst.


"Istri saya punya sedikit kelainan, dia suka berselimut koran. Pergilah biarkan dia beristirahat."

__ADS_1


__ADS_2