
Reana menaiki punggung Kelandru, menempelkan wajahnya pada tengkuk leher lelaki itu sepanjang keluar dari bandara, barang-barangnya alhasil sang mama dan kedua kakaknya yang membawa di belakang sana.
"Jangan berani-beraninya pergi tanpa mengajakku." ucap manja Reana kepada Keland.
Kelandru berpegang pada b*kong Rea tersenyum sangat manis, ia begitu menghangat. "Kita berbulan madu lagi?"
"Kau akan kerja, kita bisa berbulan madu tanpa harus pergi-pergi jauh bukan?"
"Kita akan tinggal dirumah lain."
"Kenapa tidak di appartemen atau rumah mama?"
Kelandru menggelengkan kepalanya, "Aku ingin hanya kita berdua penghuni utama rumah walau ada beberapa pembantu. Kau tidak boleh lagi bekerja, tetap dirumah menungguku pulang, mengurusiku, melayaniku hanya aku."
Reana tersenyum, "Hanya kau?"
"Ya... Reana cuma punya Kelandru." Sesungguhnya ia juga masih amat mencemburui Sagara dan Reana, sebab itu dia memilih tinggal berdua saja.
Reana turun dari punggung Kelandru sembari menunggu mobil menghampiri mereka, seakan tidak pernah puas Kelandru kembali memeluk Reana dari belakang, menempelkan wajahnya pundak Rea.
Fenita dan kedua kakak Kelandru mengulum senyum, berbisik di kejauhan jadi penonton drama gratis. Fenita begitu bahagia bahkan ingin menangis melihat putra nakalnya akhirnya melabuhkan hati pada gadis yang tepat dan di terima di keluarga mereka.
Reana dan Kelandru kemudian naik ke mobil lain setelah mama dan kedua kakaknya lebih dulu naik ke mobil milik Miranda.
Setibanya di rumah Sagara menyambut ibu dan kedua kakak sepupunya yang tiba, "Keland jadi berangkat, Ma? Bagaimana dengan Rea, dia tidak ada dirumah, saat semua pergi Reana pun ikut menghilang." Sagara tampak panik disana.
"Biarkan dia menghilang yang penting tahu arah tujuannya."
"Saya serius ma." Sagara merasa ibunya sedang bercanda.
"Mama serius Aga, Reana menghilang mengejar Keland di ke airport menghalangi suaminya pergi."
Kekhawatiran Sagara seketika menghilang, dia padahal mencari-cari dimana Reana tadi, tidak ia sangka Reana ternyata menemui Kelandru. Ia sedikit mencelus dan malu mengkhawatirkan orang yang ternyata pergi mengejar pemiliknya.
Fenita meninggalkan Sagara yang bengong, begitupun Miranda dan Marinka, ketiganya tampak bahagia sekali entah apa yang baru saja terjadi.
__ADS_1
Tidak lama mobil yang di naiki Kelandru dan Reana tiba. Sagara yang masih di ambang pintu melihat keluar, sebuah mobil yang menurunkan seseorang ternyata itu adalah Reana dan Kelandru.
"Aku mau di gendong." Rengek Rea.
"Pasti tanpa kau minta," Kelandru segera mengangkat tubuh Reana dan berjalan masuk kedalam.
Melihat kedua tiba, Sagara pun pergi dari sana, ia melangkah cepat tidak ingin terlihat oleh keduanya. Tawaan Kelandru dan Reana terdengar jelas di telinganya sepertinya mereka sudah berbaikan dan Kelandru berhasil meyakinkan hati Reana yang tidak menginginkan pernikahan itu.
...***...
Di tempat lain Sania masih begitu murka, ia membongkar semua barang-barangnya di kamar, semua barang-barang pemberian Kelandru.
"Kau tidak mungkin mencintai dia, tidak! Kau tidak mungkin akan lupa bagaimana dulu kita saling mencintai, Kelandru kau hanya milikku."
Sania begitu ingin menghancurkan hubungan Reana dan Kelandru ia mencari cara, terus mencari cara, sampai dia ingat dengan Sagara, Sania pun langsung mencari ponselnya segera menghubungi sepupu dari Kelandru itu.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, Sagara langsung mengangkatnya. "Hallo?"
"Sagara, bantu aku! Bantu aku, aku tahu kau menyukai Reana, bantu aku untuk mendapatkan hati Kelandru kembali. Aku tidak bisa seperti ini aku membutuhkan Keland."
"Membutuhkannya kenapa kau berselingkuh?"
"Sudah berlalu dan aku tidak ada waktu untuk itu, maafkan aku Sania."
Panggilan pun di matikan Sagara sepihak membuat Sania menjadi semakin murka.
"Sagara bereengsekk! Kau munafik dan naive!" Sania melemparkan semua barang-barangnya disana ia tidak tahu lagi harus berbuat apa.
Kelandru membawa Reana ke kamar mereka lalu menjatuhkan diri mereka di ranjang, keduanya berbaling sebelahan menatapi langit-langit kamar, entah apa yang terjadi keduanya tertawa. tanpa sebab.
Reana lalu memiringkan tubuhnya menghadap Kelandru, menatapi wajah tampan lelaki itu. "Kita akan tidur?"
Kelandru tersenyum lalu memiringkan tubuhnya menghadap Reana, "Harusnya?"
"Entahlah, ini sudah malam dan memang harusnya tidur bukan?"
__ADS_1
Kelandru menarik Reana semakin mendekat padanya, "Sebaiknya mandi dulu."
"Ayo." Ajak Reana polos.
"Langsung mandi?"
"Lalu apa?"
Kelandru menyeringai, "Ah tidak ada ayo kita mandi."
"Kita? Kau dan aku, kan aku malu Kelandru." Reana memeluk dirinya sendiri.
Kelandru tersenyum geli, ia usapi lembut pipi Reana, "Malu dengan suami sendiri, apa yang membuatmu malu?"
"Kau nanti melihatnya?"
"Lihat? Bagian mana yang belum aku lihat?"
"Kelandru!" Reana langsung membolakan matanya seraya menyentil hidung Keland, "Kau genit sekali."
"Hanya dengan istriku, tidak dengan yang lain." Kecup Kelandru wajah Istrinya itu semakin merapatkan jarak mereka.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Note : Lama x thor! Tamatin aja.
guys maaf sekali, maaf 🙏 yang enggak mau lanjut baca gpp ya, bisa baca cerita yang lain. Di NT bagus2 kok karya kakak2 author lain. Jadi karya ini,hanya karya seorang remahan yg di buat waktu senggang karena rindu NT aja. Maaf ya 🙏