MENUNGGU

MENUNGGU
Dia cantik bukan?


__ADS_3

"Kenapa kau yang bantu ha! Rea kemana dia? Aku mau dia." Keland mendorong wajah Sagara saat menuju kamar tamu.


"Rea belum sarapan, udah ayo jalan cepat!" ucap Fenita yang masih membantu membawa Kelandru.


"Dia istriku, hhahah kau jangan mengganggunya Sagara, dia cantik bukan?"


"Ya dia istrimu yang cantik semua orang tahu."


"Istri yang kau sia-siakan anak nakal! Kau ini sudah bukan remaja lagi, kenapa kau masih saja seperti ini, mabuk-mabukan, Keland kau itu tidak bisa banyak minum. Lihat kau sakit!"


"Reaaa! REAAAA!!" Kelandru terus meracau bahkan saat Fenita sudah menjatuhkannya ke ranjang.


"Jangan panggil-panggil dia, Ridwaaaan tolong ini bereskan Keland, gantikan pakaiannya. Saya akan panggilkan dokter."


"Sagara tunggu!"


"Kenapa?"


"Kau tidak lebih baik dariku, kau tidak lebih tampan, sukses apa lagi berbakat." Racau Keland.


Sagara mengusap dahinya, "Lalu kenapa? Kau mau apa?"


"Meninju wajahmu."


Fenita dan Sagara menahan tawa, "Wajahmu yang akan mama tinju, cuma kau satu-satunya anak yang paling aneh dan salah jalan dirumah ini."


"Rea, kau tahu Sagara itu gay hahah...dia tidak berkencan dengan wanita, dia tidak pernah dan aku yakin dia gay.


Tok

__ADS_1


Fenita mengetuk kepala putranya dengan sebuah kipas, "Dia bukan gay tapi pemilih bukan sepertimu, memilih wanita seperti nona S."


"Who is S?"


"Setan! Sudah ayo pergi Ga, biarin dia di kamar tamu, tidak ada pemaafan untuk anak nakal dan salah jalan, sudah sering sekali dia buat ulah. Dia benar-benar mau dikirim jauh lagi bukan ke Australia lagi."


"Lalu?"


"Negara perang, biar berguna terserah mau jadi apa, tukang dapur umum atau pengepul peluru."


Sagara tertawa sekeluarnya dari sana. Sedari kecil Kelandru memang lain dari yang lain di keluarga itu. Sekolah dibanyak tempat kerap sekali di DO karena perkelahian, dia tidak banyak bicara dan bisa dibilang cool namun memiliki banyak teman.


Dia dan Sagara hanya beda 1 tahun, usia Kelandru 30 sementara Sagara 29. Mereka sangat dekat namun Kelandru selalu unggul jika tentang pasangan, dia menjadi incaran banyak gadis namun beda dengan Sagara yang tertutup dia sangat pemilih dan bahkan jarang sekali berkencan tapi tidak menutup akses pergaulan, teman-teman yang di miliki Sagara juga sering berteman dengan Kelandru.


"Keland kembali dengan Sania, Ma?" Tanya Sagara.


Pantas Sania mengahubungi meminta dia datang kesana batin Sagara.


Sagara kembali ke meja makan melirik pada Reana yang mensesap air minumnya, apa kurangnya Rea, cantik, baik dan dia tampak perhatian.


Sebelum Kelandru menikahi Rea, Sagara dan Rea sempat dekat namun entah bagaimana tiba-tiba Kelan menikahi Rea sontak saja Sagara shock dan tidak mungkin melangkah maju.


Rea jauh sekali dari type yang Kelandru biasa kencani, gadis-gadis hits, penampilan berkelas, fashionable dan pasti seksi.


"Aku lihat Kelan dulu ya kak." Reana bangkit dari meja makan.


"Sudah selesai Rea?"


"Sudah pa."

__ADS_1


Reana segera berlalu dan berpapasan dengan Sagara, sebuah senyuman ia lemparkan segera pergi cepat dari meja makan itu.


Sagara kembali duduk di makan di susul Fenita juga, "Kasihan, Rea." ucap Sagara tiba-tiba.


"Ya mau gimana lagi sudah terjadi, kalau memang Keland tidak juga berubah mama nggak tahu lagi deh, mungkin mama akan tanya Rea maunya gimana, kasihan anak gadi orang tersiksa."


"Saya yakin Kelandru akan berubah ma." ucap Miranda.


"Apapun itu papa serahkan dengan kalian," Papa Keland sudah terlalu lelah mengurusi tingkah putra satunya itu, sudah cukup banyak kekacauan dibuatnya terakhir kali dulu saat dia di lemparkan ke Aussie.


"Mama ingin sekali dia itu berubah, menikah dengan gadis yang benar, lalu punya anak, jadi seorang ayah, hidup bahagia. Hanya itu permintaan mama."


"Belum waktunya ma." Timpal Sagara.


"Sudah waktunya dan saya melihat Reana akan membuat Kelandru jatuh bangun lalu berubah." ucap Miranda.


"Entahlah, mama tidak mau berharap banyak. Takut kecewa. Lagian ya...kenapa dengan Sania itu, tidak bisakah dia menjauh dari Keland, harus bagaimana membuat dia sadar dan tahu diri."


"Keland dan Sania sudah lama berpacaran. Seperti apapun mereka bertengkar pasti kembali, mungkin mereka sangat saling mencintai."


"Omong kosong Ga, Sania itu berselingkuh! Kak Marinka pernah bertemu, Keland saja yang terlalu buta."


"Sania berselingkuh? Mama yakin, Sania banyak teman pria dia juga seorang pebisnis mungkin clientnya."


"Client chek-in hotel?" Miranda tertawa dan bangkit dari sana.


"Hemm, aku berangkat ma. Lihat-lihatin Reana ma, Kelandru mabuk, aku takut dia melakukan hal yang berbahaya untuk Rea."


"Iya...kamu hati-hati."

__ADS_1


__ADS_2