MENUNGGU

MENUNGGU
Si Temperament.


__ADS_3

"Apa maksudmu?" Sania terhempas oleh dorongan Kelandru. Ia terkejut dengan Kelandru yang mangambil tangan Rea dan tidak membiarkan dia pergi.


Lelaki itu tersulut dengan emosi yang sudah membuncah, "Apa, apa yang kau mau! Menjauh dariku, maksud apa yang kau mau tau, Reana? Dia istriku kenapa? Kau tidak suka!!!!" Lelaki itu memekik hingga urat lehernya terlihat jelas.


Sania terbelalak,"Istri apa? Pernikahan kalian palsu, kau hanya ingin membuatku cemburu Keland."


Kelandru menyeringai lebar, "Kau berkata apa? Nembuatmu cemburu? Kau siapa, kau siapa!!!"


"Siapa apa maksumu? Aju kekasihmu, milikmu."


"Oh kekasih?" Kelandru turun dari mobil membuat eratannya pada tangan Rea terlepas, la menatap sengit Sania dengan tatapan bengis seperti siap melenyapkan wanita itu hidup-hidup.


"Kekasih siapa? Milik siapa! Sayangnya aku terlalu lambat membuka semuanya, terlambat mengetahui bahwa wanita yang kukencani adalah perempuan muraâhan. Wanita tidak bermoral."


"Tutup mulutmu, tidak bermoral apa yang kau maksud, kau satu-satunya pria yang ku kencani--"


"AKU TAHU SEMUANYA! AKU KAU BERSELINGKUH DENGAN MANTANMU YANG SUDAH MENIKAH ITU!"


"Kau fitnah, kau mengarang cerita!" Sania panik.


Kelandru semakin maju menunjuk wajah Sania, "Aku punya bukti semuanya, kencan kalian, tidur bersama, perjalan luar negri sampai perpisahan, PERGI DARI SINI SEKARANG JUGA SANIA!!!"


Sania merasa telak ia terpatah-patah mundur, "Kelandru aku tidak seperti itu--"

__ADS_1


"Diam! Tutup mulut sampahmu."


Sania menggeleng, "Reana memfitnahku, Reana yang membuatmu seperti ini! Dia merebutmu, merebut kekasih sahabatnya sendiri."


"Jangan fitnah istriku!" Pekik Keland, "Tidak ada yang merebut, aku sendiri yang ingin kau melihatnya, aku bisa mendapatkan pasangan yang lebih baik dan dia sahabatmu."


"Omong kosong! Apa yang dia berikan denganmu, dia mencuci otakmu, dia tidak lebih buruk dariku. Dia hanya anak supir ambulans yang berambisi hidup enak dengan merebut pacar sahabatnya."


"Oh ya? Lalu kau apa, perusak rumah tangga orang yang berharap hidupmu akan lebih baik setelah mengakhirinya?"


"Kau memfitnahku, kau memfitanku Kelandru!!!."


"Buka Emailmu aku sudah kirimkan kesana semua. Menyingkir dari hidupku juga hidup Reana, kami sudah bahagia." Kelandru berlalu dari sana.


"Pak Satpam usir peremuan itu!"


"Reana aku tidak terima, aku tidak akan menerima kau menusukku!" Sania terus memberontak, satpam membawanya memaksnya untuk keluar, sudah tidak lagi di acuhkan oleh Kelandru.


Reana setengah mati ketakutan ia bersembunyi di garasi, Sagara disana menenangkannya lelaki itu berjongkol di hadapan Rea memberikan dia air putih.


"Reana!" Dorong Kelandru pintu garasi. Dan dia lihat Rea menangis ketakutan disana melihat perkelahian Sania dan Kelandru yang akhirnya membuka semuanya, ia sangat takut Sania membuat hal buruk padanya atau keluarganya.


"Kenapa kau disini! Menjauh dari istriku!" Pekik Kelandru.

__ADS_1


Sagara kemudian bangkit, "Tidak bisakah kau sedikit lebih lembut, kau menakuti dia."


"Jangan mengajariku, aku tahu harus bersikap apa dengannya." Kelandru langsung mengambil. tangan Rea yang tadi bersembunyi dan membawanya pergi dari sana masih sangat ketakutan, telapak tangannya membasah pun degub jantungnya terasa berpacu sangat kencang.


Sagara mengikuti mereka yang keluar, "Kau harusnya memberikan dia ketenangan, aku tidak tahu apa masalah kau, Rea juga Sania tapi kulihat Rea sangat tertekan. Lihatlah wajahnya sanga pucat dia seperti kehabisan darah."


Jika dulu Kelandru merasa tidak suka sebab Sagara seperti mengambil alih perhatian orang tuanya, sekarang dia semakin tidak suka sebab Sagara seolah sedang mengambil perhatian dan kekaguman Reana.


"Kenapa kau selalu mengurusi istriku! Dia bukan urusanmu, carilah kegiatan lain atau pasangan lain, biar kau bisa mengurusinya."


"Kau menyiksanya Keland, lepaskan tangammu! tidak bisakah kau lebih lembut." Lihat Sagara Kelandru yang menggenggam tangan Reana begitu kuat.


"Aku siksa atau menelannya bukan urusamu, masuk Reana!" Perintah lelaki itu.


"Tenang Re, jik kau merasa terancam kau bisa menghubungiku kemanapun." ucap Sagara kemudian.


"Berengsèk!" Kelan melepaskan tangan Reana lalu dia berbalik menghadap Sagara, rasanya ingin sekali memukul wajah sepupu sialannya itu. "Kau mau apa sebenarnya? Mau apa!"


"Tidak ada, aku hanya mau kau bersikap baik pada Reana, jikau kau tidak bisa memperlakukannya dengan baik maka berhentilah menjadi suaminya."


Kelan tertampar, Sagara seperti menyiram bensin di api yang menyala, "BUKAN URUSANMU!! AKU MENIDURINYA DI JALAN JUGA TIDAK ADA URUSANNYA DENGANMU." Lelaki itu memekik sudah sangat terbakar.


Sagara tidak gentar dia semakin tersenyum, "Sikap temperamentmu, semakin membuat aku yakin kalian tidak akan bertahan lama." Sagara kemudian pergi dari sana.

__ADS_1


Kelandru memijat pelipisnya, kepalanya begitu kacau, segera ia masuk kedalam mobil dan melihat Reana tiba-tiba memejam ditempat duduknya dengan kepala miring ke kiri. .


__ADS_2