METANOIA, A Wondering Place

METANOIA, A Wondering Place
Episode 11


__ADS_3

            Pembangunan itu berlangsung cukup lama, sangat lama hingga akhirnya, Alicia memutuskan untuk membangun rumah sementara, untuknya tinggali. Alicia juga terkenal baik hati, dan bijak bagi rakyat yang tinggal


di sekitar desa, dekat dengantembok kabut tersebut, hingga akhirnya, mereka memutuskan untuk mengangkat wanita itu, Alicia Pyre sebagai penguasa wilah mereka, dan berkat kebijaksanaan dan kepintaran Alicia, pertanian serta perdagangan di desa tersebut, maju hingga berkali-kali lipat dari sebelumnya, penduduk sangat bersuka cita, serta menghormatinya.


            Keramahan para penduduk desa, yang menerima dan mengangkatnya sebagai pemimpin mereka, membuatnya luluh, dan tidak lagi mengiinginkan wilayah di balik kabut, yang tidak dapat tersentuh oleh siapapun, bahkan oleh dirinya.


            Dan ada seorang pemuda yang tiba-tiba muncul dan memikat hatinya, serta mengajarinya untuk bersyukur, apa yang sudah dia dapatkan sekarang, dan bagaimana memanfaatkannya.


            Diceritakan Alicia menikahi, pemuda yang di temuinya di desa itu, saat itu hukum menentang pernikahan yang berbeda kasta, tapi cinta mereka membuat Alicia rela meninggalkan gelar, keluarga serta hartanya, demi bisa bersama.


            “Bodoh,” Komentar Arie di samping ku.


             “Kenapa dia mau meninggalkan gelar, keluarga dan hartanya, hanya demi pria yang baru di temuinya?” dirinya bergumam.


             Aku hanya tertawa kecil menanggapinya, dan kembali focus pada drama yang masih berlangsung, mungkin jika Arie atau bahkan aku yang berada di posisi Alicia saat itu, aku juga akan melakukan yang sama, seperti kata pepatah, yang dulu pernah ku dengar, ‘saat kau jatuh cinta, tidak ada yang benar maupun salah dimata mu.’ Intinya semua tergantung dari sudut mana kau melihat, mungkin seperti itu maknanya.


            Tidak lama kemudian, setelah pernikahan mereka, keduanya di anugrahi seorang putri yang cantik jelita, semua orang di desa memuji gadis itu. Di ceritakan tidak ada yang tidak mengagumi dan


mencintainya, gadis kecil itu seperti tuan putri di kerajaan kecilnya sendiri, yang di kagumi semua orang.

__ADS_1


            Gadis kecil yang ceria, dirinya di namai secantik kelihatannya Davina, nama yang di berikan kedua orang tuanya, dengan harapan di dalamnya.


            Davina tumbuh dengan di kelilingi orang-orang yang mencintainya, semua yang dia inginkan, orang tuanya selalu mengabulkannya, hanya satu yang tidak boleh dilakukannya dan sama seperti warga lainnya, ‘tidak ada yang boleh mendekati kabut.’


            Larangan tersebut membuat Davina kecil semakin penasan, suatu ketika di sebuah sore, dirinya menyelinap dari pengawasan pengasuhnya, dan mendekati kabut. Ada rasa takut dalam dirinya yang mucul ketika mendekat, tapi rasa pemasaran yang begitu besar mendorong dan mengalahkan rasa takutnya, sehingga dia melangkahkan kakinya semakin mendekat.


            Sebuah suara terdengar olehnya dari balik kabut, menanyakan siapa dirinya, dan apa maksud kedatangannya, Davina memperkenalkan siapa dirinya, dan ketika mendengar siapa dirinya, kabut tersebut seperti memarah, dan bertambah tebal serta bergulung di sekitar kaki kecilnya, rasa takut menguasai dirinya, matanya bergetar ketakutan, Davina sangat ingin berlari sekencang mungkin tapi langkahnya membeku.


            Matanya yang ketakutan terlihat oleh sosok dibalik kabut, sosok itu menyadari, gadis ini tidak tau apa-apa, tentang apa yang ibunya lakukan, dan sebuah kesalahan jika menghukumnya.


            Kabut itu mulai tenang, dan sesosok pria, sebaya dengan Davina saat itu, muncul dari balik kabut. Seorang anak laki-laki, dengan rambut semerah batu ruby dan mata sehijau hutan, bocah laki-laki itu menatap Davina, yang gemetaran ketakutan di depannya. Bocah itu mencoba tersenyum, seramah mungkin dengan harapan Davina dapat berhenti gemetaran, namun tidak berhasil, alih-alih menenangkanya, Davina lebih memilih melarikan


            Keesokan sorenya, di jam yang sama, Davina kecil menyelinab kembali menuju perbatasan kabut, dalam hatinya berharab bertemu dengan sosok anak laki-laki yang di temuinya kemarin, dirinya merasa bersalah telah melarikannya begitu saja, jadi mungkin dia dapat meminta maaf kali ini.


            Tapi begitu Davina sampai disana, tidak ada siapa-siapa, dilihatnya ke sekelilingnya, hanya ada kesunyian dan kabut samar, yang membatasi pandangannya, Davina merasa kecewa dan hendak kembali.


            Begitu dia akan pergi, di lihatnya sesosok anak laki-laki yang kemarin keluar dari balik kabut. “Kau kembali” serunya, suara khas anak-anak yang ceria memenuhi kesunyian di perbatasan desa dengan tembok kabut, mengusir suasana menyeramkan yang selalu melekat disana.


            Mereka bercerita tentang banyak hal, dan bermain berbagai permainan, namun gadis itu tidak pernah menanyakan siapa sebenarnya anak laki-laki itu, Davina terkadang merasa pernasaran, tapi selalu di urungkannya, niat untuk bertanya.

__ADS_1


            Pertemanan mereka berlangsung hingga keduanya tumbuh remaja, hingga beranjak dewasa, Davina kecil kini tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik, dan saat menginjak usia dewasa, banyak pemuda yang datang untuknya, namun semuanya di tolaknya, karna dia tau didalam hatinya sudah ada seseorang. Yang bahkan tidak bisa dia sebutkan, atau ceritakan kepada orang lain, bahkan kepada kedua orang tua kesayanganya. Walaupun


mereka mebujuknya untuk bercerita, sayangnya Davina tetap tidak bisa, karena itu perjanjian yang mereka buat.


            Tidak boleh menceritakan, barang sedikitpun, tentang lelaki berambut merah, yang sewaktu kecil dia temui, atau bahkan kemampuan yang bisa laki-laki itu lakukan, segala keajaiban yang dilihat dan di alaminya, adalah rahasia besar. Jika dia melanggar maka lelaki itu selamanya akan menghilang, baik dari hadapannya ataupun ingatannya, tentus saja Davina tidak ingin melupakannya, segera ataupun nanti.


            Jadi dirinya memilih untuk merahasiakan, hingga suatu hari, orang tuanya mengenalkannya dengan sorang


pemuda dari Kota, seorang pengusaha yang tengah sukses. Maksudnya, dengan Davina menikahi pemuda itu, maka dukungan dari pemuda yang dikenalkan orang tuanya, dapat membantu kelangsungan usaha keluarganya, sekaligus membantu perkembangan serta pertumbuhan desanya. Seperti pernikahan politik, yang saat itu tengah menjadi tren, di kalangan bangsawan.


            Berdasarkan permintaan dari orang tuanya, dan mengataskan kebaikan penduduk desa, Davina tidak bisa menolak. Selama ini orang-orang selalu baik padanya, dan dirinya masih belum bisa membalas apa-apa, seolah hanya ini yang dapat di lakukannya untuk membalas kebaikan semua orang.


            Davina merasa gundah dan gelisah di tengah keputusan yang tidak ingin diambilnya, malam itu dirinya nekat menyelinap, pergi ke pinggiran kabut, dimana seorang lelaki berambut merah sudah menunggunya, seolah tau gadis itu akan datang, Davina bercerita panjang lebar apa yang terjadi, tapi lelaki itu hanya diam saja tidak menanggapi dan meninggalkannya, menghilang dibalik kabut.


            Keesokan paginya Davina ditemukan pingsan, di dekat perbatasan berkabut, orang-orang tengah panik mencarinya kemana-mana, untuk mempersiapkan dirinya. Davina haruslah sudah bersiap, untuk pernikahan yang akan datang beberapa hari kemudian, semua orang berharap, dan ingin menjadikannya, pengantin tercantik yang pernah ada, jadi seberapa lamapun, waktu yang di berikan tidak pernah cukup, untuk mempersiapkannya.


            Semenjak saat kejadian itu, dia terus murung dan bersedih, semua orang bertanya, dan dia tidak pernah mau menjawab ataupun bercerita sedikit saja, apa yang terjadi dengannya, walaupun begitu dia terus datang secara rahasia keperbatasan berkabut, dan setiap kali dia kembali, semakin dalam rasa sedih yang dirasakannya.


            Hingga akhirya, tepat sehari sebelum hari pernikahan, Davina merasa sudah tidak tahan lagi, dan sudah saatnya dirinya memulai hidup yang baru, dan ini merupakan kesempatannya.

__ADS_1


__ADS_2