Milyarder Jatuh Miskin

Milyarder Jatuh Miskin
13


__ADS_3

"Mbak Laras hari ini ngajar sampai jam berapa?" tanya Adit.


"Jam dua belas dit."


"Jadi nanti sekitar jam setengah satuan lah ya, aku lewat depan sekolahan mbak Laras, gimana?" tanya Adit.


"Baik dit," jawab Laras sambil mengacungkan jempolnya.


"Eh, eh, kenapa ini mobilnya kok mendadak berhenti," beberapa orang yang ada di dalam mobil tersebut menjadi bingung karena angkot yang membawa mereka mendadak berhenti.


Ada sekitar lima penumpang yang ada di dalam angkot.


"Ada apa bang Zayyan?" tanya Adit sambil menatap ke arah pengemudi.


"Ada yang menghadang angkot kita," jawab Zayyan sambil memperhatikan ada tiga orang pemuda dengan motornya yang sudah di modifikasi. Jaket hitam yang dia kenakan dan juga dandanan ala-ala anak jalanan membuat ketiga pemuda itu merasa pongah berdiri di tengah jalan menghadang angkot kampung yang sedang berjalan tersebut.


"Heh! Berhenti kamu ya!" teriak si tubuh kurus dan kecil sambil mengacungkan tangannya.


"Astaghfirullah itu kan si Rendi dan anak buahnya. Hadeuh ngapain juga mereka menghadang jalannya angkot," ucap Adit yang sudah merasa ketar-ketir karena harus berhadapan dengan anak juragan Bejo yang terkenal sombong dan angkuh tersebut.


"Mas Rendi, ada apa ini? Kenapa angkotnya Adit diberhentiin?" tanya Adit turun dari angkot kemudian mendekati Rendi yang sudah berdiri dengan angkuhnya.


"Heh dit, kamu bawa neng Laras ya di dalam? Suruh turun! bilangin kalau aku yang nyuruh," ucap Rendi sambil mendorong tubuh Adit.

__ADS_1


"Astaga orang ini cari perkara terus kerjaannya," dumel Adit sambil berjalan masuk ke dalam Angkotnya.


"Mbak Laras, maaf ya sebelumnya," ucap adit tidak enak hati dengan Laras.


"Ada apa dit?" tanya balik laras yang bingung dengan raut wajah Adit yang tidak bisa dia prediksi.


"Itu mbak, mas Rendi ingin mbak laras nemuin dia di depan. Kalau nggak mau, mereka bakalan terus menghadang angkot ini," ucapan Adit membuat Laras menghela napasnya panjang.


"Itu orang ada masalah apaan sih?" ucap Laras kesal dan langsung turun dari dalam angkot menemui si biang masalah.


"Aduh, kalau kek Tarjo tahu bisa habis aku," gumam Adit sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Itu kenapa sih dit, jadi angkot kita dihadang? Aku keburu mau ke pasar ini," ucap ibu-ibu yang berada dalam angkot.


"Heh Rendi! Maumu apa berhentiin angkot segala. Minggir! Aku sudah keburu ke sekolah ini," tegur Laras dengan raut wajah masamnya.


Namun Rendi justru menyambutnya dengan tatapan yang berbinar karena pada akhirnya sang pujaan hati.


"Laras sayang, akhirnya kamu mau turun juga. Kalau sayang terburu-buru berangkat kerjanya lebih baik barengan aku aja. Dengan motorku aku bisa mengantarkan kamu lebih cepat, bagaimana sayang."


Plak!


Laras menepis tangan Rendi yang sudah kurang ajar hendak menyentuhnya barusan.

__ADS_1


"Jangan kurang ajar kamu Rendi! Yang sopan jadi orang ya," sungut Laras akan tetapi si Rendi justru semakin tertawa mendengar kata-kata yang Laras ucapkan kepadanya.


"Kamu semakin cantik saja sayang kalau sedang marah seperti ini, hahahahaha."


"Jangan sembarangan kamu Rendi. Manggil-manggil sayang seenak hatimu aja. Aku bukan pacarmu ya!" ucap Laras tidak suka dengan perilaku dan juga ucapan yang seringkali Rendi katakan kepadanya.


"Tapi kamu calon istriku Laras. Aku akan memintamu kepada kek Tarjo nantinya," ujar Rendi serius.


"Tapi aku tidak suka dengan cowok yang berperilaku buruk sepertimu," balas Laras dengan sorot mata yang tajam.


"Jangan melawan Laras, atau kamu akan tahu akibatnya jika berurusan dengan Rendi," ancam Rendi dan dengan sigap langsung memegang pergelangan tangan Laras kasar.


"Lepaskan aku Rendi!" ronta Laras meminta tangannya dilepaskan tetapi cowok berandalan itu justru semakin memeganginya dengan erat.


"Mas Rendi jangan seperti itu dengan mbak Laras," bela Adit yang tidak tega melihat Laras di lukai oleh Rendi.


"Nggak usah ikut campur kamu sopir angkot!" hadang salah satu anak buah Rendi kepada Adit yang berniat ingin membantu laras.


"Lepasin aku Rendi!" ronta Laras dengan keras sehingga melukai pergelangan tangannya karena Rendi semakin mencengkram dengan kuat. Dia tidak peduli dengan Laras yang tampak kesakitan akibat ulahnya. Justru dia tampak bahagia melihat Laras yang meringis kesakitan.


"Lepaskan dia!" sebuah suara yang dingin dan tegas membuat Rendi seketika menoleh ke asal suara yang melarangnya tersebut.


❤️❤️❤️

__ADS_1


TBC


__ADS_2