Milyarder Jatuh Miskin

Milyarder Jatuh Miskin
27


__ADS_3

Waktu sudah hampir menjelang sore hari. Para siswa dan siswi di sekolah itu sudah berhamburan keluar dari area sekolah. Matahari begitu menyengat kulit padahal sekarang sudah pukul dua siang. Biasanya di kampung Sukamaju udaranya sejuk atau segar kalau siang dengan semilir angin yang lembut menerpa wajah. Tetapi entah kenapa hari ini malah begitu panas.


Laras sedang berteduh di bawah pohon mangga menunggu kedatangan angkotnya Adit. Biasanya sudah tiba di sekitaran sekolah. Tetapi entah kenapa juga hampir setengah jam menunggu juga belum tampak lewat. Sedangkan Doni sendiri sudah disuruh pulang duluan oleh Laras karena Laras tadi masih ada rapat dengan dewan guru di sekolah.


Sedari tadi kedua telapak tangan Laras bergerak terus menerus mengibas ngibas wajahnya yang terlihat berkeringat.


"Panas bener siang ini, rasanya pengen nyemplung ke kolam aja deh."


Laras terus saja menggerutu pada langit yang terlihat terang benderang tanpa awan sedikitpun. Tidak lama kemudian Laras melihat sosok yang membuatnya sampai mengucek matanya berkali-kali. Laras menyipitkan matanya untuk melihat lebih jelas. Siapa tahu aja kan penglihatannya mendadak buram akibat cuaca panas siang ini. Sehingga membuat dia salah melihat seseorang.


"Lho Abang? kenapa di dorong motornya?"


Laras berseru melihat Zayyan yang sudah lumayan dekat dengannya. Tampak Zayyan yang sudah berkeringat di dahi serta lehernya yang tampak putih bersih itu. Astaga, mendadak otak Laras sudah traveling melihat penampilan Zayyan yang sebenarnya biasa saja tetapi entah mengapa justru tampak seksi dimatanya.


Ya, sekarang kedekatan keduanya sudah tidak perlu ditutupi. Semua warga mengetahui kalau keduanya sedang dekat. Bahkan mereka mengira kalau kek Tarjo sebentar lagi akan mantu. Dan calon menantunya ya si Zayyan ini.


Laras maju mendekat ke arah Zayyan yang tengah mengstandarkan motor antik milik kakek Tarjo.


"Ban motornya kempes dek. Kita harus nyari bengkel dulu ini. Setahu Abang Deket sini ada deh," ucap Zayyan tampak ngos-ngosan.

__ADS_1


Tangan Laras pun terulur menyeka keringat yang mengalir di pelipis Zayyan. Dan aksi Laras ini membuat Zayyan membeku seketika. Bagaimana bisa dia tidak syok jika yang menyeka dahinya adalah Laras.


"Abang berjalan udah sejauh mana sih? Sampai keringetan seperti ini," ujar Laras dengan suaranya yang lembut semakin membuat Zayyan terperdaya oleh pesona gadis dihadapannya.


"Hmmm...baru juga sekilo dek," jawab Zayyan sedikit gugup. Menghadapi mafia saja dia tidak gentar sedikitpun. Tetapi menjawab pertanyaan Laras sudah membuat dia panas dingin rasanya.


"Ya udah ayo kita dorong sambil nyari bengkel. Nanti malah keburu sore kita pulangnya. Kalau kesorean nanti aku nggak sempet masak buat makan malam. Abang mau dimasakin apa nanti malam?" tanya Laras karena dia tahu nanti malam Zayyan ada kepentingan dengan kakeknya.


Hampir setiap malam Zayyan berbincang-bincang dengan kek Tarjo. Dan hal itu terjadi hampir seminggu ini.


"Apapun makanannya kalau kamu yang masak Abang pasti suka. ya udah kamu jalan aja, biar Abang yang dorong motornya. Biar kamu nggak kecapekan," kata Zayyan membuat Laras tersenyum manis mendapatkan perlakuan manis dari pria yang membuatnya bermimpi indah setiap malamnya.


"Dek, itu bengkelnya. Ayo ke sana," ajak Zayyan sambil menarik lengan Laras agar tidak berdiri terlalu jauh darinya.


Padahal menurut Laras juga dia tidak berdiri jauh namun masih aja disuruh Deket sama Zayyan. Orang kalau sudah bucin emang agak lain ya. Deket padahal menurut pandangan orang lain. Tapi rasanya jauh menurut yang menjalani🤭


"Tambal ban kang."


"Oh iya, taruh dulu di sana ya mas. Tunggu sebentar lagi, saya masih menambal ban yang ini," kata kang bengkel ramah.

__ADS_1


Zayyan pun mengajak Laras duduk terlebih dahulu sambil menunggu motornya selesai ditambal.


"Minum dulu bang," Laras menyodorkan botol air minumnya yang ia bawa dari rumah kepada Zayyan. Tanpa bertanya, Zayyan langsung meraih botol itu dan meminumnya dengan cepat. Tenggorokan Zayyan rasanya sudah kering kerontang kini kembali segar dan basah. Bagaimana tidak haus jika mendorong motor disaat panas terik seperti ini. Biasanya juga dia selalu merasakan dinginnya AC kini malah panas-panasan terus di kampung Sukamaju.


"Haus bener kayaknya bang," sindir Laras yang melihat Zayyan menghabiskan air minumnya.


"Huum, panas banget dek di sini," kata Zayyan sambil mengipas-ngipas tubuhnya dengan tangan.


Laras menyodorkan buku kosong untuk dibuat kipasan oleh Zayyan. Dan pria itupun menerimanya karena dia memang merasa kepanasan hari ini.


Keduanya duduk bersebelahan dan Zayyan ingin mengungkapkan sesuatu kepada Laras. Karena dia rasa kedekatan mereka sudah mampir membuat Zayyan yakin bahwa Laras adalah gadis yang dia cari selama ini. Maka Zayyan pun ingin mengungkapkan perasaannya kepada gadis tersebut.


"Dek, jika Abang ingin serius sama kamu. Apakah kamu bersedia menerima Abang yang banyak kurangnya ini?"


Laras seketika menoleh mendengar ucapan Zayyan. Ini apa maksudnya pria itu berkata demikian. Apakah Zayyan sedang melamarnya saat ini? di bengkel? astaga.....


❤️❤️❤️


TBC

__ADS_1


__ADS_2