
Tidak.
Zayyan seketika menahan napasnya saat Laras menjawabnya dengan satu kata saja, tidak? Maksudnya apa? gadis itu menolak dirinya kah? Apa karena dia seorang mafia maka Laras tidak mau menerima dirinya. Jika memang seperti itu adanya apa yang harus Zayyan lakukan agar Laras mau menjadi pendamping hidupnya. Dia benar-benar sudah menyukai Laras dan tidak bisa berpaling kepada gadis yang lainnya.
"Maksudnya?" tanya Zayyan masih berharap bahwa apa yang ia pikirkan itu salah.
"Tidak nolak bang," jawab Laras sambil tersenyum. Ia sudah tau wajah tegang dari Zayyan membuatnya ingin mengerjai kekasihnya tersebut.
Astaga.....
Zayyan seketika mengusap wajahnya yang sudah sangat tegang karena menunggu jawaban dari Laras.
Grep.
Zayyan langsung memeluk tubuh mungil Laras dan mendekapnya dengan erat. Dia sudah tidak tahu lagi bagaimana mengungkapkan kebahagiaannya saat ini.
"Terimakasih kamu sudah menerima Abang apa adanya. Abang memang bukan pria yang bisa dikatakan baik-baik saja. Tetapi Abang bisa pastikan jika Abang tidak akan pernah berpaling dari kamu, sayang. Kamu bisa pegang janji Abang," ucap Zayyan sambil membelai lembut punggung Laras.
__ADS_1
"Aku bakalan pegang janji Abang. Jadi kapan kita akan menikah?" tanya Laras yang membuat Zayyan benar-benar terkekeh.
Hal ini tentu saja membuat Laras menjadi bingung dengan sikap kekasihnya tersebut. Kenapa Zayyan justru malah tertawa ketika dirinya menanyakan soal pernikahan.
"Kenapa Abang justru tertawa? Apa abang tidak ingin segera menikah? atau...."
"Jangan berpikir terlalu jauh lagi. Bukan itu maksud Abang. Justru Abang sedang mentertawakan diri Abang sendiri. Dari dulu abang nggak pernah kepikiran untuk menikah. Tetapi entah kenapa ketemu kamu jadi pengen buru-buru nikah. Apalagi kamu sudah siap begini. Apa harus abang ajak nikah malam ini juga?" tanya Zayyan menggoda Laras dan langsung disambut sebuah pukulan oleh Laras di dada bidang pria tersebut.
"Astaga, Abang ini kenapa sih jadi aneh begini. Ya mana ada nikah malam ini juga. Siapa yang mau nikahin kita?" sungut Laras dan hal itu semakin membuat Zayyan gemas dibuatnya.
"Aku akan segera meminta kamu kepada kek tarjo. Sebelumnya aku akan mengajak kamu ketemu dengan ibuku," Laras seketika terperangah mendengar ucapan Zayyan.
"Lho Abang masih memiliki orang tua, bukankah waktu itu Abang bilang..."
"Maaf karena aku belum pernah mengatakan ya kepadamu kalau aku masih memiliki seorang ibu. Karena itu bagian dari penyamaranku. Jadi bagaimana kalau besok kamu kuajak ketemu dengan ibuku?" tawar Zayyan yang semakin membuat Laras tidak bisa berkata-kata lagi.
Itu artinya besok dia akan bertemu dengan calon ibu mertua. Astaga, detak jantung Laras rasanya berdegup semakin kencang saja. Ia rasanya masih belum siap untuk bertemu dengan ibu dari kekasihnya tersebut. Apalagi setelah mengetahui status Zayyan yang sebenarnya. Rasanya Laras yang hanya gadis kampung biasa menjadi minder dibuatnya.
__ADS_1
"Tapi bang..." Laras tidak meneruskan ucapannya. Zayyan memperhatikan perubahan wajah dari kekasihnya itu.
"Kenapa sayang, hmmm?"
"Aku..."
"Kenapa hmm? kamu kenapa?" tanya Zayyan kembali dengan sabarnya.
"Aku malu bang, aku hanya gadis kampung biasa. Apakah nanti ibu Abang tidak keberatan dengan hubungan kita."
Zayyan tersenyum mendengar ucapan Laras. Ia tahu apa yang dikhawatirkan oleh gadis cantik dihadapannya tersebut.
"Tenang saja. Ibuku bukan tipe yang seperti itu. Pasti dia akan seneng banget bisa bertemu dengan kamu. Abang yakin itu," ucap Zayyan meyakinkan kekasihnya tersebut.
❤️❤️❤️
TBC
__ADS_1