Milyarder Jatuh Miskin

Milyarder Jatuh Miskin
19


__ADS_3

Sesampainya di depan sekolah dimana Laras mengajar. Tampak dua orang pria sedang menunggu di depan sambil menantikan sosok yang belum juga datang.


"Lama banget mbak Laras ya? Apa masih ada tugas tambahan?" tanya Adit yang hanya dijawab gelengan kepala oleh Zayyan.


"Mas Adit!" suara seorang bocah sekolah itu terdengar familiar di telinga Adit.


"Wah Don, mana mbak Laras? Kok belum juga kelihatan?" tanya adit kepada Doni, adik dari Laras.


"Oh, mbak Laras lagi di UKS tadi tangannya terluka terkena air panas pas mau nyeduh teh katanya. Sekarang lagi ke UKS nyari obat tapi kayaknya salep luka bakar habis," ujar Doni.


"Astaghfirullahhaladzim, mbak Laras ada-ada saja. Terus sekarang mbak Laras masih dimana? Kok kamu tinggalin begitu aja sih?" tanya Adit dan Zayyan menyimak pembicaraan mereka meski dia aslinya juga ikut penasaran.


"Mbak masih di dalam UKS, tadi aku disuruh kemari emang sama mbak takutnya mas Adit kelamaan nunggu terus pergi," ujar Doni.


"UKS nya dimana?" tanya Zayyan tiba-tiba.


"Ada di dalam Deket ruang tari mas, eh mas ini siapa ya? Kok aku belum pernah lihat?" tanya Doni sambil memperhatikan Zayyan dengan lekat.


"Oh, ini namanya bang Zayyan. Dia baru di kampung ini," jawab Adit.

__ADS_1


Doni hanya ber-oh ria mendengarkan penjelasan Adit.


"Antar aku ke UKS ya, kita lihat kondisi mbak mu itu," ajak Zayyan dan Doni pun mengantarkan kedua orang pria itu menemui mbaknya yang lagi terluka di ruang UKS.


Ceklek.


"Kamu sudah balik Don?" ucap Laras sambil menoleh ke sumber suara. Ternyata doni tidak datang seorang diri. Dia bersama dengan Adit dan juga Zayyan.


"Doni datang dengan mereka mbak. Katanya bang Zayyan punya salep untuk mengurangi luka melepuh di tangan mbak itu," ujar Doni menjelaskan.


"Ah, jadi kalian sudah tahu ya, padahal aku mau antar kalian ke apotik di depan sana tetapi....eh..."


"Diam dulu, biar Abang obati lukanya," ucap Zayyan sambil mengeluarkan salep yang dia kantongi di kemeja bajunya tadi.


Laras diam dan menurut apa yang dikatakan oleh zayyan. Tampak Adit dan juga Doni melihat keduanya setelah saling melirik.


Zayyan dengan hati-hati mengolesi salep pada luka di tangan Laras. Tampak memerah sekali sekarang luka di pergelangan tangan Laras. Beruntung obat yang dibawa Zayyan ini obatnya mahal. Kalau tidak mungkin akan lama mengeringnya itu luka Laras. Kalau dengan salep khusus buatan black ini pasti akan segera sembuh dalam waktu sehari saja. Paling tidak lukanya segera mengering.


"Perih?" tanya Zayyan karena melihat Laras yang tampak menahan diri tidak berani mengeluarkan suara keluhan. Padahal Zayyan tau dari ekspresi yang Laras tunjukkan ada rasa sakit yang dia pendam.

__ADS_1


"Ya awalnya memang begitu, nanti lama-lama akan terasa dingin. Usahakan tidak terkena air terlebih dahulu ya," ucap Zayyan setelah selesai


"Dan ini obatnya kamu bawa saja. Kalau terasa panas kamu olesi saja lagi dengan salep itu," kata Zayyan sambil menyerahkan salep yang dia bawa kepada Laras.


Perhatian itu membuat Laras merasa terharu. Sedari tadi debaran di dadanya sudah tidak keruan saja. Membuatnya tidak berani menatap wajah Zayyan terlalu lama. Karena Laras takut nantinya wajahnya akan memerah saat beradu pandang dengan Zayyan.


"Terimakasih banyak bang," ucap Laras malu-malu.


"Sama-sama."


Ekheeem


Ekheemm


Ciieeee


Goda dua makhluk yang sedari tadi masih berada di ruangan UKS melihat apa yang terjadi antara Zayyan dan juga Laras. Keduanya sampai tidak menyadari kalau Adit dan Doni juga berada di tempat yang sama dengan mereka.


❤️❤️❤️

__ADS_1


TBC


__ADS_2