
Sementara itu di Los Angeles.
"Jadi benar Vraka sudah menemukan Jacob?" tanya Jack yang menerima laporan dari putranya, black.
"Iya ayah, tuan muda sudah memastikannya," jawab black berkata sesuai dengan yang Vraka katakan padanya.
"Baguslah kalau begitu, suruh Vraka cepat kembali ke sini. Kita membutuhkan dia di sini," sahut Jack dengan nada senang.
"Baiklah, aku akan segera mengatakan pada tuan muda," kata Black kemudian dia pergi dari hadapan sang ayah.
Jack tampak bahagia mendengar kabar jika Vraka sudah berhasil menemukan kunci harta yang selama ini dia nantikan. Tidak sia-sia ternyata ia menantikan besarnya Vraka. Karena memang pada akhirnya, ada gunanya juga itu Vraka. Ia bisa mendapatkan kunci harta yang sudah lama terpendam. Harta dari venom yang disembunyikan oleh ketua terdahulu.
Jack mengambil rokok yang ada di hadapannya. Hati Jack sedang berbahagia hari ini. Ia ingin segera Vraka kembali dan mendapatkan harta tersebut. Namun nantinya setelah ia mendapatkan semuanya. Maka ia akan melenyapkan Vraka tanpa sepengetahuan black, putranya.
__ADS_1
"Aku tidak boleh lengah lagi sekarang. Kalau aku harus bisa mendapatkan harta dari venom. Sudah banyak pengorbanan yang aku lakukan untuk venom. Tetapi tuan justru memilih Jacob menjaga kunci harta tersebut Seolah-olah aku adalah pesakitan yang tak pantas diberi apa-apa. Harta yang didapatkan secara bersama-bersama dulu. Ternyata ia ingin menguasainya sendiri."
"Dan kamu Jacob, setelah aku menghancurkan keluargamu. Aku pikir kamu sudah mati. Ternyata kamu masih hidup dengan mengubah identitasmu. Tetapi aku tahu kalau kamu pasti akan berbeda pandangan saat bertemu Vraka. Karena dia mirip dengan tuan Vranko. Orang yang begitu kamu hormati bukan, hahahaha....tunggulah sebentar lagi Jacob. Kamu akan segera menyusul tuan Vranko. Dan aku pastikan kalian akan berkumpul di tempat yang sama."
......................
Sandra tampak sedang mengecek beberapa berkas yang sudah ia persiapkan untuk dikoreksi kembali oleh black. Akan tetapi ketika ia berbalik hendak menuju ruangan kakak angkatnya itu.
Bug
Black hanya menatap Sandra datar.
"Aku baru saja mau menghampirimu. Ada beberapa berkas penting yang harus segera di tandatangani," kata Sandra sambil menunjukkan berkas yang saat ini sedang ia bawa.
__ADS_1
Black menghela napasnya kasar. Tampaknya ada sesuatu yang sedang ia pikiran. Dan Sandra sebagai adik angkatnya bisa melihat itu. Mereka sudah lama hidup bersama. Tentu saja ia mengenal dengan jelas karakter kakaknya. Meski si kulkas ini jarang berbicara ataupun berkeluh kesah padanya.
"Kakak ada masalah ya?" tanya Sandra meski ia tak yakin pertanyaannya itu akan dijawab atau tidak oleh black. Namun ia tetap menanyakan hal tersebut.
"Kamu sudah makan?" tanya black mengubah topik pembahasan.
"Ini sudah jam makan siang, sebaiknya kita makan siang bersama. Aku akan mentraktirmu makan siang. Kamu mau makan siang dimana?" tanya black.
Sandra hanya bisa menghela napasnya panjang kalau sudah seperti ini. Kakaknya itu memang begitu tertutup. Dan juga diusianya yang sematang ink masih saja betak menjomblo. Sandra tidak pernah menemukan black jalan berdua dengan seorang gadis. Entahlah, yang black pikirkan hanyalah pekerjaan saja. Apalagi tuan Vraka nya masih belum kembali dari perjalanan bisnisnya. Jadinya semua pekerjaan di kantor menjadi bahan koreksi Black.
"Terserah kakak saja, aku maunya makan yang enak siang ini," ujar Sandra sambil bergelayut manja di lengan sang kakak angkat.
Black tampak tersenyum tipis jika sikap sandra sudah seperti ini. Akan tetapi ia terlalu gengsi untuk mengatakannya. Ya, begitulah si black.
__ADS_1
❤️❤️❤️
TBC