
Setelah mengetahui jika kakek Tarjo adalah orang yang dia cari. Zayyan justru tidak bisa tidur memikirkan ucapan kakek Tarjo. Ternyata di dalam tubuh venom sendiri ada yang tidak stabil. Ada pengkhianatan yang dulu terjadi sehingga venom bisa hancur dan karena itulah dirinya diminta pegi oleh Vranko, kakeknya untuk menyelamatkan diri. Zayyan masih belum mengerti ada apa sebenarnya dengan venom. Dan kenapa Jacob sampai diminta untuk pergi dari venom dengan membawa kunci penting tersebut. Harta karun yang menjadi perebutan para mafia untuk memilikinya. Zayyan harus berhati-hati rupanya mulai saat ini. Karena siapapun bisa menjadi lawan untuknya. Bisa saja orang dalam yang selama ini dikiranya baik ternyata adalah musuh dalam selimut yang diam-diam bisa berbalik arah melawan dirinya.
Pagi-pagi sekali Zayyan sudah datang ke rumah kek Tarjo. Dia sengaja tidak ikut Adit narik karena sudah janji akan bertemu dengan kek Tarjo.
Tok
Tok
Tok
Zayyan mengetuk pintu kayu rumah kek Tarjo. Rumah yang begitu sederhana jika mengingat kek Tarjo adalah anak buah kesayangan kakeknya. Mampu hidup begitu sederhana di kampung seperti ini. Pastinya ada sesuatu sehingga dia memilih untuk hidup tenang jauh dari keramaian.
"Lho bang Zayyan, ada apa kemari?" suara sapaan itu datangnya dari gadis manis dengan rambut diekor kuda.
Zayyan terkejut karena melihat Laras ada di rumah.
"Lho kamu nggak kerja dek?" tanya Zayyan bertanya.
__ADS_1
Laras hanya tersenyum kecil mendengar panggilan yang Zayyan sematkan kepadanya. adek? Kenapa terdengar meedu ditelinga Laras hanya untuk sebuah panggilan saja.
"Ini kan hari Minggu bang, sekolahan juga libur. Abang mau cari kakek ya?" tanya Laras karena tidak mungkin Zayyan mencarinya kan? Dia juga harus sadar diri siapa dirinya.
"Iya dek, kek Tarjo nya ada?" tanya balik Zayyan.
"Wah, kakek sudah berangkat ke sawah tadi pagi katanya mau ngecek para pekerja di sana. Atau Abang mau bareng aku aja. Aku juga mau ke sawah ini kasih bekal makanan buat kakek," kata Laras sambil menunjukkan rantang berisi makanan yang sudah dia buat.
"Boleh," jawab Zayyan merasa gugup.
"Abang, ayo berangkat!" tegur Laras karena Zayyan justru melamun saja saat diajak berbicara.
"Eh, iya maaf, Abang lagi nggak fokus," jawab Zayyan menetralkan degup jantungnya.
"Kita naik sepeda ini aja ya, soalnya jauh. Tapi Abang bisa bonceng dengan sepeda kan?" tanya Laras dan Zayyan hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Baiklah kalau begitu, ayo bang," ajak Laras sekali lagi dan dia langsung mengambil tempat duduk di depan pengemudi.
__ADS_1
Zayyan yang melihatnya sebenarnya cukup bimbang. Akan tetapi ya sudahlah, dia tetap mengayuh sepeda kuno tersebut menuju ke persawahan yang dimiliki oleh kakek Tarjo. Keduanya berjalan melewati hijaunya pemandangan di persawahan.
Zayyan belum pernah mendatangi tempat seindah ini. Dengan air sungai yang mengalir di pematang sawah. Tampak begitu jernih dan segar. Burung-burung beterbangan kesana kesini dengan riang gembira. Sinar Matahari yang cerah, hangat menembus kulitnya. Udaranya juga sejuk karena desa Sukamaju berada di kaki gunung yang membuat udaranya jauh dari kata polisi. Sangat berbeda jauh dengan kondisi kota yang bertebaran kendaraan dengan asap polusi.
"Indah banget ya pemandangan di sini," kata Zayyan sambil mengayuh sepedanya.
Laras hanya berdehem menjawab ucapan Zayyan. Keduanya tampak menikmati keindahan alam di kampung Sukamaju tersebut.
"Dek," panggil Zayyan kepada Laras membuat Bu guru cantik itu reflek menoleh ke arahnya.
"Ya bang," pandangan keduanya pun bertemu dan senyuman Laras membuat debaran jantung Zayyan pun terasa begitu cepat. Siapapun yang melihat keduanya tentu akan berpikiran jika ada hubungan khusus diantara keduanya. Pemandangan ini sungguh membuat siapa saja iri.
"Cantik."
❤️❤️❤️
TBC
__ADS_1