
"Ayo Doni pimpin doanya dulu sebelum makan nak," ucap kek Tarjo meminta cucu lelakinya itu yang memimpin membaca doa karena mereka akan makan malam bersama.
Itulah yang selalu diajarkan oleh kek Tarjo kepada kedua cucunya. Agar mereka selalu menghargai apapun rejeki dan kenikmatan yang sudah Tuhan berikan kepada keluarga mereka.
Aamiin.
"Ayo makan," ajak kek Tarjo sambil menyendok nasi dan juga lauk yang dimasak oleh Laras.
Selalu masakan Laras rasanya begitu enak. Kek Tarjo bangga dengan cucu perempuannya itu. Dia bisa menjadi istri yang disayang suaminya nanti karena selain cantik, baik hati, ramah, lemah lembut. Laras juga jago sekali memasak. Akan tetapi pandangan kek Tarjo tertuju kepada pergelangan tangan Laras yang berbeda dari biasanya.
"Tangan kamu kenapa nduk? kok tampaknya ada bekas luka begitu?" tanya kek Tarjo mencoba melihat lebih dekat luka yang ada di pergelangan tangan sang cucu.
Laras yang mendengar hal tersebut segera membuat alasan agar kakeknya tidak khawatir.
"Oh ini hanya terluka terkena air panas tadi kek. Nggak sengaja pas nyeduh teh di sekolah, benar kan Don? Tadi Doni yang bantu Laras ke UKS," kata Laras.
"Benar begitu memangnya le?" tanya kek Tarjo kepada Doni. Jika memang kejadiannya seperti itu maka kek Tarjo akan membiarkan saja. Tetapi jika ada yang berusaha melukai cucunya maka kek Tarjo tidak akan segan-segan untuk membuat perhitungan dengan pelakunya.
Mendengar namanya dipanggil membuat doni seketika mendongak. Laras menatap ke arah Doni dan memberikan sebuah kode agar adiknya mengatakan sesuai yang dia katakan barusan. Tanpa ada hal lainnya.
"Emmm...iya kek, bener apa kata mbak laras," sahut doni dan hal itu membuat Laras bisa bernapas lega mendengarnya.
"Hmmm, lain kali kamu yang hati-hati nduk. Lukanya bisa membekas itu kalau tidak segera diobati," ujar kek Tarjo yang masih tampak mengkhawatirkan sang cucu.
"Tadi udah aku belikan obat kok kek," sahut Laras menimpali.
Kek Tarjo merasa lega jika sudah diobati.
"Ya sudah ayo kita kembali makan," ajak kek Tarjo kepada kedua cucunya.
Tok
Tok
Tok
KEK TARJO!!!
__ADS_1
TOLONGIN AKU KEK!!!
KEK TARJO!!!
TOLONGIN AKU KEK!!! INI DARURAT KEK!!!
Tok
Tok
Tok
Suara teriakan dan gedoran di pintu dengan keras membuat kek Tarjo beserta kedua cucunya yang sedang menikmati makan malamnya menjadi terganggu.
"Siapa sih malam-malam begini bertamu. Tidak sopan sekali," gerutu kek Tarjo sambil beranjak dari tempat duduknya.
"Seperti suara mas Adit ya," celetuk Doni yang mendengar suara teriakan tersebut.
"Iya, tapi ada apa ya?" gumam Laras yang juga ikut beranjak menuju pintu depan rumahnya.
Brug!
Ketika kek Tarjo membuka pintu seketika tubuh Adit yang menempel di pintu jatuh tersungkur ke depan karena tidak berpegangan dengan benar. Dia benar-benar capek berlari sekuat tenaga hingga sampai di rumah kek Tarjo untuk mencarikan bantuan untuk Zayyan.
"Kamu ini kenapa dit? Malam-malam begini gedor pintu udah seperti dikejar-kejar setan aja," tegur kek Tarjo melihat Adit yang tampak ngos-ngosan.
"Ada apa mas Adit?" tanya Doni yang langsung menyodori Adit dengan air minum segelas.
Glek!
Glek!
Glek!
Adit yang kehausan seketika meminum air tersebut tetapi kemudian dia teringat akan keselamatan Zayyan yang masih bertarung dengan para preman sewaan dari juragan Bejo.
"Gawat kek! gawat! Juragan Bejo menyewa preman untuk menghadang kamu diperjalanan. Dan kini bang Zayyan sedang menghadapi mereka sendirian. Kita harus bawa bala bantuan untuk menyelamatkan bang Zayyan kek. Ayo kek, tolong," pinta Adit sambil memohon-mohon dihadapan kakek Tarjo.
__ADS_1
Wajah Laras seketika langsung panik setelah mendengar ucapan dari adit.
"Sekarang bang Zayyan dimana dit?" tanya Laras merasa bersalah karena Zayyan harus menanggung akibatnya karena sudah membela dirinya tadi dari keusilan si Rendi.
"Ada di daerah persawahan mau masuk kampung."
"Kenapa bisa Zayyan bermasalah dengan si Bejo?" tanya kek Tarjo mencoba mencerna penyebab terjadinya perkelahian tersebut.
"Itu sebenarnya....." Adit tampak ragu berbicara sambil melirik ke atas Laras yang juga merasa tidak enak hati.
"Aku yan salah kek, karena menolongku tadi pagi dari godaan si Rendi, anak juragan Bejo, jadinya bang Zayyan harus mengajar Rendi yang sudah melukai pergelangan tanganku kek," terang Laras jujur karena tidak mungkin lagi dia tutupin sekarang.
Karena cepat atau lambat kakeknya juga akan mengetahui rahasia tersebut. Mendengar hal yang sesungguhnya terjadi membuat kek Tarjo merasa geram. Dia tidak akan mengampuni siapapun yang sudah berani menyentuh cucu-cucunya.
"Sutriiiiisss!!!" teriakan kencang kek Tarjo yang sedang marah membuat semua yang ada di sana menutup telinga.
"Iya juragan," jawab Sutri dari arah dapur dengan tergopoh-gopoh.
"Cepat hubungi Ramdan dan juga Slamet. Bilang untuk membawa beberapa orang. Kita akan melawan anak buah juragan Bejo yang sudah semena-mena tindakannya," ucap kek Tarjo tidak bisa diam saja kali ini.
"Baik juragan."
"Ayo Adit, tunjukkan di mana keberadaan Zayyan," perintah kek Tarjo dan meminta Adit membawanya ke tempat Zayyan dikeroyok oleh preman kampung sewaan dari juragan Bejo.
"Kalian di rumah saja. Biar kakek selesaikan masalah ini," ucap kek Tarjo yang sudah terpancing amarahnya.
"Hati-hati kek, dit, jagain kakek ya," ucap Laras yang cukup khawatir dengan kesehatan kakeknya yang sudah tua tersebut.
Kek Tarjo dan juga Adit berangkat menuju ke daerah persawahan dimana dirinya dihadang oleh preman tadi. Sedangkan sutris juga sudah menyusul dengan beberapa bapak-bapak yang selama ini bekerja di kebun dan sawah kek Tarjo.
Mereka semua datang untuk menolong Zayyan yang sedang dikeroyok.
"Semoga bang Zayyan baik-baik saja. Lindungi bang Zayyan ya Allah," doa Laras yang tidak berhenti sedari tadi.
❤️❤️❤️
TBC
__ADS_1