Milyarder Jatuh Miskin

Milyarder Jatuh Miskin
15


__ADS_3

"Abang tidak apa-apa?" tanya Laras mendekat ke arah Zayyan sambil memperhatikan pria yang sudah menyelamatkannya itu lekat-lekat. Dia memastikan bahwa pria tersebut tidak terluka akibat ulah Rendi dan kedua anak buahnya.


"Tidak, tapi tanganmu," Zayyan tampak melihat luka memar di pergelangan tangan Laras. Sayang sekali tas nya ada di kontrakan. Disana ada beberapa salep untuk mengobati luka. Black sengaja membawakan itu untuk bos nya kalau saja mengalami luka di saat penyamarannya.


"Ah, tidak apa-apa kok bang," ucap Laras merasa salah tingkah karena tangannya dipegang dan diperhatikan oleh Zayyan. Padahal mereka juga baru mengenal. Pandangan keduanya pun bertemu saat Zayyan menatap indahnya mata Laras. Gadis yang berprofesi sebagai guru di kampung itu kenapa tiba-tiba tampak begitu manis di mata seorang zayyan.


Ekhemmm


Deheman Adit membuat keduanya tersadar. Laras segera menarik tangannya yang masih berada dalam genggaman Zayyan.


"Mbak Laras mau diantar ke sekolah atau kita balik saja ke rumah?" tanya Adit yang melihat wajah malu-malu keduanya.


"Ke sekolah aja dit, nanggung udah sampai sini juga," ujar Laras kemudian berjalan kembali masuk ke dalam angkot.


Sedangkan Adit mendekati Zayyan yang melihat Laras berjalan menjauhinya.

__ADS_1


"Kalau suka dektain aja bang, mbak laras masih single kok," bisik Adit di dekat Zayyan.


Mendengar ucapan Adit, Zayyan hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal kemudian berjalan masuk ke dalam angkot. Kembali menjalankan angkot tersebut.


"Lah malah bubar semuanya," lirih Adit yang mengikuti langkah kedua orang yang sudah lebih dulu sampai di angkot miliknya.


......................


Sementara itu di Los Angeles tampak seorang wanita dengan pakaian yang formal namun masih terkesan seksi. Dia berjalan dengan anggun ke sebuah ruangan yang khusus dan tak sembarangan orang bisa mendatanginya. Dengan langkah yang cantik, dia telah bersiap untuk bisa bertemu dengan Vraka, lelaki yang begitu dia rindukan selama ini. Semoga saja berita yang dikatakan oleh Arthur itu salah. Kalau Vraka sedang tidak berada di kota tersebut. Karena Mona begitu merindukan Vraka. Hanya melihatnya saja sudah bisa membuat Mona bahagia meski belum bisa memilikinya.


"Aku ingin bertemu dengan Vraka. Kami sudah ada janji sebelumnya," ucap Mona dengan kebohongan yang sengaja dia buat. Kalau dia tidak mengatakan hal tersebut. Bisa-bisa dia di usir dari sana. Ya, demi bisa bertemu dengan sang pujaan hati maka Mona akan melakukan berbagai macam cara.


"Maaf nona, tetapi tuan muda Vraka sedang tidak ada di tempat. Lebih baik nona kembali lagi nanti kalau tuan muda sudah kembali," ucap sekretaris itu masih dengan wajah tersenyum.


Meski dia tahu kalau wanita di depannya ini tidak menyukainya. Tidak membuat seorang Sandra akan terjebak oleh permainan si model tersebut. Kalau Sandra meladeni dengan sikap yang ketus maka kemenangan akan di peroleh Mona. Sedangkan sikap Sandra yang tenang ini justru membuat Mona yang kelimpungan menahan amarahnya sendiri.

__ADS_1


"Aku tidak mau tahu, aku akan menemui Vraka," Ucap Mona dan hendak menerobos masuk ke dalam ruangan Vraka. Akan tetapi dengan sigap sandra menghentikan pergerakan dari Mona.


"Maaf nona, selama tuan muda tidak ada di tempat maka siapapun dilarang memasuki tempat ini," ucap Sandra sambil merentangkan kedua tangannya. Bermaksud menghalangi Mona masuk ke dalam ruangan kantor Vraka.


"Minggir kamu!" ucap Mona mendorong tubuh Sandra.


Akan tetapi dia bersikukuh tetap berjaga di depan ruangan Vraka. Keduanya terlibat akan tarik menarik. Yang satu nekat ingin masuk ke ruangan Vraka sedangkan satunya lagi menahan si perempuan nekat tersebut untuk memasuki ruangan bos nya.


"Ada apa ini!"


Suara teguran itu membuat keduanya berhenti seketika. Suaranya terdengar familiar di telinga kedua wanita yang sempat beradu fisik tersebut.


❤️❤️❤️


TBC

__ADS_1


__ADS_2