Milyarder Jatuh Miskin

Milyarder Jatuh Miskin
14


__ADS_3

"Lepaskan dia!" sebuah suara yang dingin dan tegas membuat Rendi seketika menoleh ke asal suara yang melarangnya tersebut.


Dengan masih memegang pergelangan tangan Laras. Rendi berjalan mendekati Zayyan yang sudah turun dari angkot. Dia tidak bisa membiarkan kedua orang yang dia kenal disakiti di depan matanya. Kelakuan ketiga preman kampung itu sudah membuatnya gerah.


"Heh! Siapa kamu berani-beraninya menggangguku! Kamu nggak tau siapa aku ya di kampung Sukamaju ini?" tunjuk Rendi kemudian melepaskan Laras dan memberikannya kepada salah satu anak buahnya uang lain.


"Aku nggak perlu mengenalmu, tetapi lepaskan mereka," ucap Zayyan dengan sorot matanya yang tajam dan sedikit membuat Rendi menjadi grogi saat tatapan keduanya bersitubruk.


"Jangan sok keren kamu orang baru! Di sini adalah wilayah kekuasaan Rendi. Dan semua orang di sini juga tau siapa aku! Hahahahaha ... ngelawak ini orang berani melawan di depan bos Rendi," ucap Rendi membanggakan dirinya sendiri sambil membusungkan dadanya di depan Zayyan.


Zayyan hanya berdecih mendengar ucapan cowok banyak mulut seperti Rendi itu.


"Banyak bicara nggak ada buktinya," lirih Zayyan memancing reaksi Rendi.


Dan benar saja ketika Rendi mendengar hal tersebut. Darahnya seketika mendidih. Dia mengepalkan kedua tangannya dan bersiap untuk memukul zayyan.


"Dasar be-de-bah kau ya!!!"

__ADS_1


Bug


Arrrkkkhh!


Bukannya zayyan yang kesakitan akan tetapi justru Rendi yang berteriak karena tangannya digenggam erat oleh Zayyan. Memang Rendi hendak memukul zayyan. Tetapi bos mafia tersebut justru membalik pergerakan Rendi, si preman kampung. Dia langsung berteriak kesakitan saat tangannya dipelintir oleh Zayyan.


Bug!


Bug!


Dua buah pukulan bersarang di wajah Rendi sehingga membuatnya menjadi lebam seketika. Melihat bosnya mengalami luka, kedua anak buahnya langsung melepaskan Laras dan juga Adit. Mereka mendekat ke arah sang bos yang jatuh tersungkur di tanah akibat ulah dari Zayyan.


"Arthur, kurang ajar! Hajar dia!" perintah Rendi kepada kedua anak buahnya untuk menghajar Zayyan.


Adit segera menarik Laras agar minggir dari pertempuran ketiga pemuda yang ada dihadapan mereka. Adit melindungi Laras agar tidak lagi didekati oleh anak dari juragan Bejo tersebut.


Sedangkan Zayyan tampak tenang menghadapi dua anak buah rendi. Keduanya sedang mengambil ancang-ancang untuk melawan Zayyan.

__ADS_1


Kyaaaa!!


Zayyan menangkis serangan dari anak buah Rendi. Dan berusaha menepis serangan dari yang satunya lagi. Rupanya mereka ingin main keroyokan saja. Akan tetapi mereka tidak tahu jika yang mereka lawan adalah seorang bos mafia yang sudah melanglang buana dan banyak menghadapi perkelahian lebih parah dari ini.


Zayyan hanya menangkis dan membiarkan dirinya di serang lebih dulu. Kemudian dengan sekali pukul di wajah masing-masing anak buah Rendi membuat mereka seketika terkapar tak berdaya.


"Kurang ajaaaaarrr!!!" Rendi masih tidak terima dengan perlakuan Zayyan kepada kedua anak buahnya.


Dia langsung maju dan menyerang zayyan dengan membawa sebuah pisau kecil yang tajam. Laras yang melihat kejadian tersebut tampak khawatir dengan Zayyan.


"Bang Zayyan awas!" teriak Laras saat pisau Rendi hampir mengenai tubuh Zayyan.


Tetapi Zayyan dengan gesit langsung menendang tangan Rendi dengan kakinya. Bukan itu saja dia tarik tangan Rendi kemudian dipelintir kembali dengan sekuat tenaga. Kali ini jeritan Rendi begitu mengenaskan karena Zayyan memelintir tangannya lebih keras daripada yang sebelumnya.


"ARRRRRRRKKKKKHHHHH TANGANKUUUUUU!"


jeritan keras itu terdengar memilukan di telinga banyak orang.

__ADS_1


❤️❤️❤️


TBC


__ADS_2