
"Hajaaaaarr!!!"
Keempat orang yang diperintahkan segera maju untuk menghajar Zayyan secara keroyokan. Sedangkan Jambrong dan Rendi terlihat santai melihat keempat rekannya melawan Zayyan.
Dalam hati Rendi berharap kalau Zayyan akan kalah hari ini karena dia membawa orang-orang yang lebih jago lagi dibandingkan orang sewaan ayahnya sebelumnya. Kang Jambrong ini terkenal sebagai preman pasar yang cukup ditakuti banyak orang.
Akan tetapi kedua orang tersebut melongo tak percaya melihat Zayyan berhasil mengalahkan keempat orang dengan cukup mudah. Bahkan tidak sampai sepuluh menit.
Belum sempat Zayyan mengambil napas, kang Jambrong menerjangnya dari belakang membuat Zayyan sedikit terhuyung ke depan.
"Abang!" teriak Laras panik namun Zayyan menatapnya sambil mengedipkan sebelah matanya. Menandakan kalau dia baik-baik saja. Laras tidak perlu khawatir kepadanya.
Dengan sombongnya Jambrong menyerang Zayyan secara bertubi-tubi menggunakan jurus silat yang dikuasainya. Zayyan mencoba menyerang si Jambrong dengan ilmu beladiri yang selama ini dia pelajari di markas Venom.
Bugggghhh....
Arrrrkhh!
Seketika Jambrong terhuyung ke belakang dengan luka di hidungnya. Sepertinya hidungnya patah karena darah tampak mengucur deras akibat bogeman mentah dari Zayyan barusan. Jambrong mengusap hidungnya yang berdarah. Tampaknya pria yang ada dihadapannya ini bukan pria sembarangan. Tenaganya kuat sekali dan belum apa-apa saja dirinya sudah mampir dikalahkan oleh pria tersebut.
Si preman pasar itu berdecak kesal melihat darah ditelapak tangannya. Lalu tiba-tiba saja kepalanya berkunang-kunang dan....
Bruuuuukkkk!!!
__ADS_1
Si Jambrong jatuh pingsan membuat Rendi yang melihat hal tersebut langsung merasa tubuhnya lemas seketika.
Setelah mengetahui lawannya tumbang. Kali ini zayyan mendekat ke arah Rendi dan lelaki yang tadinya menghina dia dengan kencang itu hanya bisa diam bergetar sekujur tubuhnya. Bahkan yang lebih memalukan lagi, lelaki itu tampak terkencing-kencing di celana akibat ketakutannya.
"Am...am...ampun bang. Ka-si-ha-nilah saya bang, ammm....puunnn," ucap Rendi terbata-bata melihat Zayyan semakin mendekat ke arahnya.
Zayyan tidak akan mengampuni cowok bermulut ember seperti cewek itu. Beraninya mengganggu gadis yang dia sukai. Bahkan mengatakan bahwa Laras adalah kekasihnya. Calon istrinya dan hanya milik dia seorang. Benar-benar minta dibungkam itu mulutnya yang lemes banget.
Bug!!!!
Satu pukulan telak di wajah Rendi langsung membuat lelaki itu jatuh pingsan tanpa melakukan perlawanan terlebih dahulu. Benar-benar payah. Lelaki seperti ini mau bersaing dengannya. Benar-benar payah!
"Abang!"
"Lepaskan den Rendi kalau kau tidak mau pacarmu ini mati ditangan ku!"
Tanpa aba-aba Zayyan menghempaskan tubuh Rendi dengan kasar. Percuma dilepaskan juga, wong orangnya saja sudah pingsan.
Jambrong semakin menekan pisau yang dia pegang ke arah leher Laras. Membuat darahnya semakin banyak yang keluar.
Dengan langkah cepat Zayyan menuju ke tempat dimana Jambrong menyakiti istrinya. Laras meringis karena si Jambrong tidak juga menjatuhkan pisaunya dari lehernya yang sudah mengeluarkan banyak darah. Zayyan yang melihat darah Laras menetes deras tampak semakin geram. Dengan satu tendangan maut yang dia punya membuat Jambrong terjungkal ke belakang dan pisau yang digunakan untuk melukai Laras pun terjatuh ke tanah.
Laras langsung berlari ke arah Zayyan saat dia sudah terlepas dari cengkraman si Jambrong.
__ADS_1
"Abang....."
Laras menghambur ke dalam pelukan Zayyan. Lelaki itupun menyambut sang gadis dengan suka cita. Dia membalas pelukan Laras dengan erat. Tangannya terulur menyentuh luka gores yang lumayan dalam di batang leher Laras. Walaupun tampaknya kecil akan tetapi Zayyan yakin itu dalam. Laras pasti merasa kesakitan dan juga ketakutan.
"Sakit, hmmm?" tanya Zayyan sambil mengusap lembut punggung Laras.
Laras hanya menganggukkan kepalanya saja sambil mengusap air matanya. Zayyan masih berusaha menenangkan gadisnya tersebut.
"Kita pulang ya?" ajak Zayyan setelah dirasa Laras sudah mulai tenang.
Laras menganggukkan kepalanya. Tetapi dia melihat ada luka di pergelangan tangan Zayyan. Ya meski itu adalah sebuah luka goresan.
"Tangan Abang terluka," ucap Laras menatap khawatir kepada Zayyan.
"Lukamu yang harus disembuhkan dulu. Nanti baru obati luka Abang ya," ujar Zayyan dan laraspun menganggukkan kepalanya patuh.
Zayyan tersenyum manis melihat gadisnya itu. Dia menggenggam tangan Laras erat sambil berjalan menuju ke sepeda motor butut sang kakek. Keduanya pun melanjutkan perjalanan kembali ke rumah kakek Tarjo.
❤️❤️❤️
TBC
Hmmmmm..... apakah adegan ini uwwu? kalau kurang uwwu nanti dibuatkan lagi keuwuan keduanya🤭 update hari ini sampai disini dulu ya. Besok kembali lagi.
__ADS_1