Milyarder Jatuh Miskin

Milyarder Jatuh Miskin
20


__ADS_3

"Baru pulang buk Nonik," sapa kek Tarjo yang sore hari itu sengaja jalan-jalan untuk menghirup udara segar sambil mengecek persawahan yang dia miliki.


"Eh ada kek Tarjo, iya ini kek, baru pulang dari pasar. Kakek tumben sore-sore begini? Habis dari mana?" tanya Bu nonik yang sedang menyapu di halaman rumahnya.


"Ini lagi pengen jalan saja. Di rumah juga pegel cuma duduk-duduk. Sambil lihatin sawah yang digarap orang-orang," jawab kek Tarjo.


"Ayo mampir ke rumah dulu kek, saya buatkan teh manis," ajak Bu nonik kepada kek Tarjo.


"Wah jadi merepotkan saja ini ceritanya," kata kek Tarjo jadi merasa tak enak hati sampai dipersilakan mampir oleh Bu nonik.


"Nggak masalah kek, hanya air minum saja loh, mari silakan duduk," Bu nonik pun masuk ke dalam membuatkan kek Tarjo minuman dan juga membawakan cemilan singkong goreng yang barusan dia goreng tadi buat cemilan Adit dan Zayyan kalau sudah pulang dari narik Angkotnya.


Bu nonik tidak akan pernah melupakan jasa dari kek Tarjo saat keluarganya mengalami krisis keuangan dahulu. Hanya kek Tarjo yang mau membantunya. Karena itulah Bu nonik dan juga Adit selalu bersikap baik kepada keluarga kek Tarjo. Setelah suaminya meninggal dunia, Bu nonik yang hanya seorang Ibu Rumah Tangga biasa tentu saja tidak memiliki penghasilan apa-apa. Dan uang pinjaman dari kek tarjolah yang membuat dia bisa berdagang di pasar. Sejak dagangannya laris manis dan dikenal banyak orang. Perlahan-lahan Bu nonik bisa memperbaiki kondisi perekonomian di keluarganya. Dia bisa menyekolahkan Adit meski hanya sampai lulusan SMA. Lalu juga bisa membuka tempat kos yang dia buat dari separuh rumahnya dia sekat-sekat menjadi kamar-kamar untuk tempat kos.

__ADS_1


"Ini kek teh hangat dan singkong gorengnya," ujar Bu nonik sambil menyuguhkan segelas teh hangat dan sepiring singkong goreng buatannya.


"Wah, merepotkan Bu nonik saja. Terimakasih banyak Bu," ujar kek Tarjo sambil mencomot singkong goreng yang masih hangat itu.


"Hmmmm enak banget singkongnya. Masih fresh ini ya," kata kek Tarjo memuji singkong goreng buatan bu nonik.


"Iya kek, itu tadi pagi si Adit ngambil di kebun belakang. Katanya pengen dibuat cemilan begadang sama Zayyan nanti malam pas ngeronda," ujar Bu nonik dan disambut senyuman oleh kek Tarjo.


"Iya kek, dia anaknya baik dan juga ringan tangan. Bahkan sekarang suka bantuan Adit narik angkot. Tidak malu meskipun dia berasal dari kota," kata Bu nonik.


"Kok bisa ketemu sama dia, awalnya bagaimana?" tanya kek Tarjo semakin ingin tahu awal ma Zayyan bisa berada di kampung ini.


"Oh ceritanya saya kecopetan waktu pulang dari pasar. Terus nak Zayyan lah yang bantuin saya kek. Karena kebetulan dia mau ke desa ini. Jadi saya ajak sekalian. Eh ternyata dia juga butuh tempat tinggal sementara di kampung ini. Saya tawarin saja itu kos-kosan saya. Dan dianya mau kek," cerita Bu nonik.

__ADS_1


"Oh begitu, dia orang kota kok ke desa. Memangnya mau cari apa Bu?"


"Mau nyekar ke makam kedua orang tuanya. Begitu katanya kek," sahut Bu nonik apa adanya. Seperti yang Zayyan ceritakan kepadanya waktu itu.


"Siapa nama kedua orang tuanya?"


"Namanya pak Ahmad dan Bu Aini."


Kek Tarjo seketika terdiam. Dia tahu betul orang yang dibicarakan lelah Bu nonik tersebut. Memang Ahmad dan juga Aini memiliki seorang anak laki-laki akan tetapi anak lelaki mereka sudah meninggal dunia akibat sakit. Dan itu terjadi saat dia masih kecil. Wajar saja orang-orang kampung tidak tahu kejadian tersebut. Karena memang kedua orang ini awalnya tinggal bersama dengan kek tarjo. Keduanya adalah pembantu di rumah kek Tarjo dulu. Kek Tarjo sepertinya harus mewaspadai Zayyan. Pemuda itu memiliki niat dan tujuan yang berbeda datang ke kampung Sukamaju. Apa yang sebenarnya dia cari di sana?


❤️❤️❤️


TBC

__ADS_1


__ADS_2