Milyarder Jatuh Miskin

Milyarder Jatuh Miskin
21


__ADS_3

"Wah, Alhamdulillah ya bang, hari ini kita rejekinya banyak banget. Dapat duit lumayan kita bang dari narik hari ini," ucap Adit yang senang karena hasil narik mereka hari ini cukup banyak dari biasanya.


"Alhamdulillah dit," balas Zayyan sambil tersenyum.


"Ini bagian bang Zayyan," kata Adit menyodorkan uang satu lembar seratus ribuan buat Zayyan.


"Nggak usah dit, buat kamu aja semuanya," tolak Zayyan sambil menyerahkan kembali uang tersebut kepada Adit.


"Lho nggak bisa begitu dong bang. Kita kerja bareng-bareng masak abang nggak dapat bagian Abang sih," Adit masih ngeyel aja dan itu membuat Zayyan tersenyum. Anak ini sportif juga orangnya.


"Buat kamu aja dit, aku ikhlas kok, lagian aku masih ada duit, jadi berikan aja duit itu buat Bu nonik. Biar masakin makanan yang enak besok buat kita," kata Zayyan memberikan solusi.


Adit masih tampak berharap Zayyan mau menerima uangnya.


"Udahlah dit, kalau kamu kayak gitu terus, nanti aku nggak mau lagi bantuin kamu narik," kata Zayyan sambil menepuk pundak Adit perlahan.


"Baiklah bang, makasih banyak ya sudah bantu aku selama ini. Abang baik banget, besok aku akan minta ibu buat masakin yang enak buat Abang," kata Adit terharu ada orang sebaik Zayyan yang sukarela membantunya.


"Buat kita semua lah. Masak buat aku aja emang aku makannya sebanyak apa," kata Zayyan tergelak membayangkan Bu nonik akan memasak banyak masakan untuknya.


Adit pun ikut tertawa bersama dengan Zayyan. Akan tetapi tiba-tiba saja Zayyan harus mengerem mobil angkot yang dia kendarai karena ada beberapa orang yang menghadang perjalanan mereka.

__ADS_1


Ciiiiiittt!


"Aduh!" seru Adit karena wajahnya menabrak kaca mobil gegara Zayyan mengerem mendadak.


"Ada apa bang?" tanya Adit sambil mengusap hidungnya yang sakit akibat mencium kaca mobilnya.


"Ada yang menghadang di depan," kata Zayyan sambil menarik rem tangan. Dia sepertinya tahu dari mana datangnya orang-orang tersebut. Ini pasti ada hubungannya dengan anak juragan Bejo yang sudah dia hajar.


"Jangan turun bang. Kita cari bantuan saja. Mereka sebanyak itu, kalau Abang ada apa-apa gimana nanti," cegah Adit saat Zayyan hendak turun dari mobil angkotnya.


Zayyan melepaskan pegangan tangan Adit di lengannya.


"Aduh, bang Zayyan ngapain sih meladeni para anak buah juragan bejo itu. Mana mereka serem-serem semua lagi. Aduh ... bagaimana ini ya? Kalau ada apa-apa sama Bang Zayyan bagaimana? Aku juga nggak bisa berkelahi sama sekali, aduh.....," ujar Adit yang bingung berada di dalam Angkotnya. Dia duduk di kursi kemudi sambil melihat Zayyan yang tampak berjalan mendekat ke arah beberapa orang dengan tampang sangar tersebut.


"Ada apa ini? kenapa main hadang jalan aja?" tanya Zayyan dengan santainya. Dia menatap satu persatu wajah para preman yang sudah berani menghadang jalannya.


"Wah, ini jadi orang baru yang sudah menyakiti anak juragan Bejo. Nggak ada takut-takutnya sama sekali ternyata ya," ucap salah satu dari kelima orang tersebut.


"Kamu tahu salahmu apa!" bentak si ketua preman dengan suaranya yang garang.


Zayyan hanya tersenyum kecil mendengar dirinya dibentak oleh preman recehan seperti mereka. Dengan tampang santainya Zayyan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Aku nggak merasa salah," kata Zayyan semakin membuat mereka meradang.


"Oh jadi kamu berani nantangin kita ya!" seru yang lainnya.


"Boleh, sini maju kalau berani," kata Zayyan langsung membuat salah satu dari mereka semakin marah dibuatnya.


KURANG AJAAAAARRR!!!!!


KYAAAAAAAA


Zayyan langsung menghindar saat salah satu dari mereka menerjang dirinya. Dengan berbekal ilmu beladiri yang selama sini dia miliki maka tidak sulit baginya untuk menghadapi para preman kampung ini.


"Aduh gawat, aku harus cari bantuan untuk bang Zayyan," Adit yang melihat bahwa Zayyan mulai dikeroyok maka dia bergegas berlari mencari bantuan ke orang-orang kampung agar membantu Zayyan terlepas dari keroyokan para preman sewaan juragan Bejo.


Adit pun berlari meninggalkan angkot dan juga Zayyan di sana. Tujuannya saat ini hanya satu yaitu rumah kek Tarjo. Karena hanya kakek Tarjo yang mampu menghadapi dan juga melawan kesombongan dari juragan Bejo di kampung Sukamaju tersebut.


"Tungguin Adit bang. Aku akan datang membawa bala bantuan untuk Abang," janji Adit sambil berlari sekuat tenaganya menuju ke rumah kek Tarjo.


❤️❤️❤️


TBC

__ADS_1


__ADS_2