Milyarder Jatuh Miskin

Milyarder Jatuh Miskin
6


__ADS_3

Setibanya di Los Angeles, Vraka sudah kembali berkutat dengan pekerjaan. Dia langsung menuju ke markas venom. Ayah black ingin berbicara dengannya. Ada hal penting yang harus dia bicarakan dengan Jack.


Mobil yang dikendarai langsung oleh Black telah sampai di sebuah markas Venom. Black membuka pintu mobil. Vraka berjalan dengan black yang berada di belakangnya.


Markas Venom selalu dijaga ketat oleh para anak buah venom yang sudah terlatih. Beberapa penembak jitu dan pemain pisau selalu bersiaga jika saja ada musuh yang tiba-tiba menyerang mereka. Mereka sudah dikondisikan sedemikian rupa oleh Jack dan juga black. Mereka berdua adalah orang-orang yang setia dengan venom.


"Selamat datang di markas, Vraka. Paman turut berdukacita atas meninggalnya papamu, Verdinan. Maaf Paman tidak bisa hadir di sana," ucap Jack saat melihat kedatangan Vraka di ruang utama markas Venom. Jack berhalangan hadir karena mengurusi transaksi yang venom lakukan.


Ada pengkhianatan yang membuat transaksi venom mengalami sedikit masalah. Sehingga Jack harus turun tangan karena black yang biasanya menghandle sedang mengawal Vraka selama di Indonesia. Jack pastinya telah membunuh orang yang berani berkhianat dengan venom. Karena hukuman setimpal bagi para pengkhianat adalah hukuman mati.


"Terimakasih paman," Vraka langsung menempati tempat duduk pimpinan venom.


Jack dan Black juga menempati tempat duduk mereka masing-masing. Ketiga orang itu kini sedang berdiskusi masalah yang sedang ramai diperbincangkan oleh para mafia di seluruh dunia.


"Sebenarnya ada masalah apa paman?" tanya Vraka sambil menatap sang paman serius.

__ADS_1


sepertinya malam ini akan ada pembahasan yang begitu serius kalau Jack sudah membawa mereka ke ruangan khusus pertemuan seperti ini. Dan benar saja Jack meminta anak buahnya untuk menyalakan layar LCD dan tampak beberapa foto yang terpampang di sana. Sebuah kunci dengan lambang aneh di gagangnya.


"Apa ini paman? kunci harta karun?" tanya Vraka masih fokus menatap layar di depannya.


"Itu adalah kunci peta harta yang sebenarnya," jawab paman Jack membuat Vraka menoleh ke arahnya seketika.


"Maksud paman, selama ini kunci peta harta karun yang beredar itu palsu?" tanya Vraka dengan memicingkan matanya. Dia sudah menduga dari awal karena dari dua kunci yang dia dapatkan tidak ada yang merujuk ke sebuah peta harta Karun tersebut berada.


Ya, kali ini dunia mafia dihebohkan dengan kabar berita bahwa ada peta harta karun yan tersembunyi dan kunci tersebut tersebar di berbagai pelosok negara. Namun hanya satu kunci yang benar-benar tepat.


Selama ini para mafia berlomba-lomba untuk mendapatkan harta karun tersebut. Dengan mencarinya ke pelosok negeri manapun. Akan tetapi belum ada ada yang bisa menemukan kunci yang aslinya. Bahkan ada kelompok mafia yang terjebak ke dalam permainan maut sehingga mereka semua mengalami celaka.


Dia tampak menekan tombol dan membuat layar kini menampakkan sosok seseorang yang wajahnya tertutup dan hanya nampak sebuah tato kecil di bahu sebelah kirinya. Sebuah tato berlambang ular hitam.


"Tidak ada jejak wajah yang tertinggal di markas. Sepertinya ikut hangus terbakar saat venom diserang oleh musuh beberapa waktu silam. Hanya tanda inilah yang menunjukkan bahwa dia adalah Jacob. Dan satu informasi penting lainnya adalah Jacob berada di Indonesia. Dia menyamar menjadi warga biasa dan hidup jauh dari hingar bingar dunia mafia. Sepertinya dulu tuan Vranko Lewis sengaja melepaskan dia dari dunia mafia. Membiarkannya hidup tenang tanpa ada hingar bingar dengan dunia mafia. Tanpa beliau ketahui bahwa Jacob membawa sesuatu yang berharga tersebut."

__ADS_1


Vraka menghisap rokok yang ada ditangannya. Sepertinya takdir memang membawanya kembali lagi ke Indonesia. Dengan menyelidiki keberadaan Jacob di Indonesia maka dia dapat lebih dekat dengan sang mama. Dan juga bisa sekalian menepati janjinya dengan sang papa sebelum meninggal dunia. Dengan waktu sembilan puluh hari dia yakin bisa menemukan Jacob.


"Baiklah, aku sendiri yang akan pergi ke Indonesia," jawab Vraka dengan santainya sambil mematikan putung rokoknya.


"Tuan muda," black sepertinya merasa keberatan tetapi vraka sudah mengambil keputusan bulat.


"Aku yang akan berangkat paman. Siapkan beberapa keperluanku selama penyelidikan. Dan aku titipkan venom kepada paman Jack. Sedangkan kamu black, handle perusahaan Lewis di sini dan juga Indonesia. Aku mungkin tidak bisa mengurusinya terlalu sering nanti," ujar Vraka dan black hanya bisa menuruti permintaan tuannya.


"Baik tuan muda," jawab black menurut.


"Aku hanya tahu bahwa dia berada di desa Sukamaju. Dia salah satu penduduk di sana. Akan tetapi identitas Jacob benar-benar sulit terdeteksi. Sepertinya di jaman tuan Vranko dulunya Jacob adalah mata-mata andalan venom. Sehingga identitasnya benar-benar dirahasiakan," terang Jack.


"Baik paman, aku akan mencarinya dan menyamar menjadi orang di sana," kata Vraka dengan sorot matanya yang dingin dan tegas.


Indonesia, I'm coming.

__ADS_1


❤️❤️❤️


TBC


__ADS_2