
Laras masih mencerna ucapan sang kakek yang dituturkan semalam kepadanya. Berkali-kali gadis manis itu menghela napasnya berkali-kali. Rasanya ini tidak mudah untuk ia pahami. Meskipun ia sudah mencobanya tetapi laras masih tidak percaya. Apakah benar kalau pria yang ia sukai itu adalah seorang pimpinan mafia. Astaga?
Huuufffff....
Kenapa jadi seperti ini ceritanya? Padahal ia hanya ingin hidup nyaman dan tenang bersama dengan orang yang disayang. Tetapi sepertinya semesta justru mempertemukannya dengan pria yang memiliki profesi seperti sang kakek dulu.
"Dek...."
Eh?!
Panggilan Zayyan membuat Laras yang sedari tadi duduk di gubuk jadi terkejut. Ia menoleh dan melihat Zayyan yang sudah duduk dibelakangnya.
"Eh, Abang sudah selesai?" tanya Laras yang tampak gugup dan enggak menatap wajah Zayyan. Tampaknya cerita dari sang kakek masih membuat Laras merasa agak aneh bertatapan dengan kekasihnya tersebut.
"Kamu kenapa dek? Sakit?" tanya Zayyan yang jelas-jelas tau ada sesuatu dengan Laras yang seperti menghindari tatapan wajahnya.
__ADS_1
"Enggak kok bang, aku baik-baik aja," jawab Laras sambil berusaha tersenyum dihadapan Zayyan.
Tetapi bukan Zayyan namanya kalau dia tidak tau ada yang berbeda dari Laras. Ia tau gadisnya itu ada sesuatu yang sedang disembunyikan darinya. Zayyan memegang tangan kanan Laras yang sedang sibuk menyiapkan makan siang untuk dirinya. Ya, Laras ke sawah untuk membawakan bekal makan siang Zayyan yang sedang membantu kakek Tarjo yang saat itu sedang panen padi di sawahnya yang luas.
"Kamu kenapa hmmm? dari tadi Abang perhatiin kamu nggak mau lihat wajah Abang. Emangnya wajah Abang ada apanya? apakah ada kotoran yang bikin kamu nggak mau nengok ke Abang, hmmm?" tanya Zayyan dengan lembut sambil mengusap-usap punggung tangan Laras.
Gadis itu seketika menghentikan aktifitasnya. Ia menghela napasnya panjang sebelum menjawab pertanyaan dari sang kekasih.
"Kakek semalam mengatakan sesuatu kepadaku. Dan itu tentang.... Abang," jawab Laras dan Zayyan langsung bisa mengerti kemana arah pembicaraan mereka kali ini.
Sepertinya kakek Tarjo sudah mengatakan yang sebenarnya tentang jati dirinya. Ya, mau bagaimanapun juga nantinya Laras akan tahu siapa dia dan apa yang dia lakukan di kampung Sukamaju ini. Hanya tingg waktu saja yang akan membuat Laras mengetahui semuanya.
"Jadi apakah benar Abang adalah seorang... mafia?" tanya Laras langsung menatap wajah sang kekasih. Masih tampak nada keraguan di kata terakhir pertanyaannya kepada Zayyan.
"Hmmmm."
__ADS_1
Zayyan menganggukkan kepalanya membenarkan apa yang ditanyakan Laras kepadanya. Ia mengakui bahwa apa yang Laras ketahui adalah benar.
"Jadi benar Abang datang ke kampung ini memang sengaja untuk mencari kebenaran kakek. Ada sesuatu yang Abang cari?" tanya Laras kembali.
Lagi-lagi Zayyan menganggukkan kepalanya dengan yakin. Karena memang itu benar kenyataannya seperti itu. Ia datang ke sana sebenarnya hanya untuk mencari keberadaan kakek Tarjo yang dulu bernama Jacob. Anak buah kesayangan dari almarhum kakeknya Zayyan.
"Jadi semua ini adalah rencana yang sudah Abang sudah susun dengan matang?" pertanyaan kali ini membuat Zayyan mengerutkan keningnya.
"Maksudmu apa dek? Abang tidak mengerti kemana arah pertanyaan kamu yang satu ini."
"Apakah termasuk mendekati aku adalah rencana dari Abang juga selama berada di kampung ini?" jelas Laras.
Zayyan menghela napasnya mendengar pertanyaan yang satu ini. Sepertinya Zayyan harys meluruskan kesalahpahaman ini kepada Laras.
"Memang kedatangan Abang ke sini untuk mencari keberadaan kek Tarjo. Itu Abang akui benar memang seperti itu tujuan awalnya Abang. Dan Abang memang bukan orang yang biasa-biasa saja. Kamu sudah tau dari kek Tarjo apa profesi Abang yang sebenarnya. Itulah Abang dek. Dunia Abang tidaklah cukup untuk membuat nyaman dan tenang. Entah nantinya kamu akan mau bersama Abang atau tidak dengan pekerjaan Abang seperti itu. Dan yang perlu kamu tahu dek. Bertemu denganmu dan jatuh cinta kepadamu itu semua tidak ada dalam rencana aku. Semua itu terjadi karena aku memang benar-benar suka dan sayang sama kamu. Tulus dari dalam hatiku, bukan salah satu trik agar aku bisa dekat dengan kek Tarjo. Kamu adalah tujuan dalam hidup aku dengan sisi gelapku ini. Aku tidak pernah berniat untuk membuat sebuah keluarga sebelumnya. Tetapi setelah aku bertemu dan mengenalmu sekarang aku ingin hidup bersama denganmu dengan kondisiku yang seperti ini. Maukah kamu hidup bersamaku, dek Laras?"
__ADS_1
❤️❤️❤️
TBC