
Suara dari black membuat kedua wanita yang baru saja adu fisik tersebut langsung berhenti. Black melihat kondisi keduanya yang cukup berantakan. Mona bergegas merapikan dirinya begitu pula dengan Sandra.
Akibat adu jambak dengan Mona membuat dirinya yang selalu rapi dalam berpenampilan. Kini terlihat begitu berantakan.
"Ada apa dengan kalian berdua? Kenapa berkelahi di sini?" tanya Black dengan tatapan mengintimidasi keduanya.
"Aku ingin bertemu dengan Vraka. Tetapi sekretaris bodoh ini malah melarangku masuk," ucap Mona sambil melotot tajam ke arah Sandra. Tentu saja Sandra tidak terima dikatai bodoh oleh model sok kecantikan itu.
"Maaf tuan black, tetapi saya hanya menjalankan tugas yang sudah diberikan. Dan nona ini tidak bisa saya beritahu dengan baik-baik. Dia nekat menerobos pintu ruangan tuan muda Vraka," lapor Sandra dengan sikap sopannya kepada black.
"Kenapa kamu melarangku. Padahal kamu sudah tahu kalau aku sering bertemu dengan Vraka. Aku sudah ada janji dengannya. Jadi ijinkan aku menemui Vraka sekarang juga," kata Mona tidak mau mengalah. Dia tetap bersikukuh ingin bertemu dengan Vraka hari itu juga.
"Maaf nona tetapi tuan muda sedang tidak berada di tempat," ucap black.
Mona menoleh ke tangan kanan Vraka tersebut. Dia menatapnya tidak percaya. Bagaimana mungkin Vraka pergi tanpa membawa asisten setianya tersebut. Biasanya kemanapun vrama pergi selalu ada black di sisinya.
"Kamu jangan membohongiku ya. Mana mungkin Vraka pergi tanpa ada kamu di sisinya. Sebenarnya kenapa Vraka tidak mau menemuiku. Aku padahal begitu merindukan dirinya," ucap Mona dengan raut wajah sedihnya. Seolah-olah dia begitu merindukan kekasih hati yang sudah lama tidak bisa dia temui. Akting yang sungguh bagus. Begitu natural karena memang dia begitu merindukan sosok Vraka.
Namun, Sandra yang melihatnya rasanya ingin muntah saja. Dia memberengut kesal melihat reaksi Mona saat ini di depan kakak angkatnya, black.
"Tuan muda ada kepentingan di Eropa. Dan entah kapan akan kembali," sahut Black dengan wajah datarnya.
"Apakah tidak bisa aku mendapatkan nomor handphonenya? Aku sangat merindukan Vraka. Kenapa dia menjauhi aku seperti ini setelah pesta ulang tahunku," ucap Mona dengan nada merayu.
Black menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Maaf nona, itu di luar kekuasaan kami. Nanti silakan nona konfirmasi langsung dengan tuan muda Vraka. Jika beliaunya sudah berada di Los Angeles. Sekarang jika nona tidak ada kepentingan lain. Silakan meninggalkan kantor ini. Kami sebentar lagi akan ada meeting penting," usir asisten Black dengan langsung.
"Jadi kalian sengaja mengusirku ya?" ucap Mona dengan nada kesal.
"Kalau nona masih tidak mengerti ucapan saya. Maka akan saya panggilkan security kemari," ancam black yang seketika membuat Mona pergi dari tempat tersebut. Sambil menghentakkan kedua kakinya, Mona berjalan meninggalkan kantor Vraka. Dia begitu kesal karena tidak mendapatkan informasi apapun tentang Vraka.
"Lain kali panggil aku kalau ada kejadian seperti ini lagi," ucap black dan Sandra hanya menganggukkan kepalanya.
Black melirik sekilas dan melihat ada bekas cakaran di wajah Sandra.
"Obati lukamu, biar tidak sampai membekas," kata black sebelum meninggalkan Sandra di tempat kerjanya.
Braaak!
"Aaaaaaaarrrrkkkkhhh!"
Mona berteriak melampiaskan kekesalannya. Padahal dia datang ingin berniat menemui Vraka. Tetapi justru gagal seperti ini. Tetapi kenapa Vraka juga memutuskan kontak dengannya. Padahal biasanya mona selalu bisa menelpon atau sekedar chat menanyakan kabar pria tersebut. Sekarang nomor Mona sudah tidak bisa lagi menghubungi nomor handphone Vraka yang biasanya.
Drrtt
Drrtt
Drrtt
Mona melihat nama yang tertera di layar handphonenya. Dia menghela napas panjang karena merasa malas mengangkat siapa yang menelepon dirinya saat ini.
__ADS_1
"Ya, halo," jawab Mona dengan nada bermalas-malasan.
"Kamu di mana?"
"Di dekat perusahaan Vraka. Dan aku punya kabar untukmu. Vraka tidak ada di Los Angeles. Dia sedang keliling Eropa saat ini karena ada tugas penting yang harus dia selesaikan," lapor Mona karena dia tahu tujuan Arthur menghubungi dirinya. Apalagi kalau bukan tentang informasi seputar Vraka.
"Siapa yang mengatakannya?" tanya Arthur.
"Black, aisstennya," jawab Mona dengan santainya.
Arthur mulai berpikir keras. Kenapa bisa black yang termasuk orang kanannya Vraka masih berasa di negara itu. Biasanya kalau ada urusan yang penting. Vraka tidak akan pernah pergi sendirian. Selalu ada black di sampingmu. Kenapa kali ini justru black ditinggal di Los Angeles.
Apa sebenarnya yang direncanakan oleh kelompok venom. Sepertinya Arthur harus menyebar mata-mata untuk menyelidiki dimana tempat Vraka yang sebenarnya.
"Baiklah sayang, terimakasih untuk informasinya. Dan nanti malam aku tunggu di tempat biasanya. Datanglah dengan gaun yang seksi."
Klik.
"Hal-Halo!!!? arrrrkh si-al!!!!?"
Mona dengan kesal mengumpat karena dia sudah tahu lagi bagaimana menghadapi sering artur. Setiap malam dia dipaksa untuk melayani lelaki tersebut. Padahal Mona sudah membantu dirinya mendapatkan informasi tentang Vraka. Tetapi pria itu masih belum mau melepaskan dirinya. Mona rasanya begitu frustasi menghadapi sosok Arthur ini.
❤️❤️❤️
TBC
__ADS_1